Category Archives: PBB

SULITNYA MENCARI AIR DI DARFUR

Hehehe, masih kebagian nih ..cerita dari rekan – rekan yang masih bertugas di Darfur …. kali ini masalah yang paling utama kalau berdinas di daerah Gurun seperti Darfur … Ya …mau ngga mau masalah air … dan memang persoalan air ini memang diakui salah satu penyebab konflik Darfur… bahkan telah ratusan tahun sebelum konflik separatisme ini terjadi…  konflik yang sekarang memang lebih “bernada” politis , tapi kalau mau ditarik benang merah….. konflik ini terjadi antara Ras Asli Afrika  “Darfurian” yang kebanyakan adalah “petani yang berladang“, melawan Ras Arab Nomaden yang sehari hari adalah “pengembala”… konflik selalu terjadi , terutama pada saat kering yang berkepanjangan .. Yang jelas “Darfurian” mememerlukan air untuk ladangnya dan mereka berebut dengan Suku Arab Nomaden yang juga membutuhkan air untuk Ternak peliharannya … beginilah cerita ini berlangsung ratusan tahun lamanya…..

Team Water didepan truck watertank kebanggaan, terdiri dari driver , pengawal dan petugas water treatment

"Team Water" didepan truck watertank kebanggaan, terdiri dari driver , pengawal dan petugas water treatment

Nah sentimen inilah yang terjadi sampai sekarang, Penduduk Asli “Darfurian” melakukan pemberontakan terhadap pemerintah pusat Sudan, karena keberadaan mereka kurang diperhatikan … Dan patut diakui Pemerintah pusat Sudan mengalami kesulitan menghadapi pemberontakan ini… karena Pemerintah pusat  yang mempunyai kedekatan dengan “ras Arab”  mereka menggunakan tangan Suku Arab Nomaden yang lebih dikenal dengan nama “Janjaweed” untuk memerangi pemberontakan tersebut …..  dan dilanjutkanlah konflik yang memang sudah terjadi selama ratusan tahun itu…

Berada di water Point beserta tentara pemerintah Sudan dengan pengawalan ketat ... baru tau kan betapa berbahaya nya water bussiness ini ???

Berada di "water Point" beserta tentara pemerintah Sudan dengan pengawalan ketat ... baru tau kan betapa berbahaya nya water bussiness ini ???

Kembali ke cerita air ….. Pada awalnya FPU Indonesia mengambil air di “water point” yang dekat dari camp FPU.. masih terletak di kota dengan jarak sekitar 3 Km dari Camp…Namun seiring dengan makin sulitnya air … dan juga sumber air tersebut menjadi tempat mengambil air seluruh warga kota El Fasher .. antrian antara warga lengkap dengan Donkey dan kuda, dan sedikitnya air yang didapat… menjadikan kerusuhan… hingga truk tangki milik UN termasuk FPU Indonesia diancam penduduk  agar tidak mengambil air di sumber air itu lagi …bahkan puncaknya terjadi perusakan kendaraan tangki air milik UN.

Mengisi air ke tangki

Mengisi air ke tangki.... perlu dikawal juga

Untuk menghindari konflik dengan penduduk, akhirnya pihak UN mengalah dengan mencari “waterpoint” yang lebih jauh … dan memang jaraknya sekitar 45 Km dari Camp FPU. Memang FPU Indonesia “self sustaintment” dalam memenuhi kebutuhannya sendiri termasuk air … maka itu dalam list property FPU indonesia dilengkapi dengan 4 tangki air … masing masing 2 buah kapasitas 10 rb liter dan 2 buah kapasitas 16 rb liter. Sebagai gambaran .. paling tidak kebutuhan air untuk seluruh pasukan FPU Indonesia yang berjumlah 140 (minus 3 orang termasuk saya yang telah kembali jadi jmlnya 137 org) adalah 100 liter per orang perhari untuk semua termasuk Mandi dan Minum, jadi totalnya adalah 13.700 liter perhari.  Memang bisa sekali angkut dengan truk yang 16.000 liter … namun karena jarak dan medan yang berat makanya biasanya kita membawa 2 buah truk secara bergantian…. dan selain itu perlu dilengkapi dengan pengawal dengan personel bersenjata ? kenapa .. wah… air ini komodity yang susah …! bisa dimungkinkan terjadi pengahadangan dari gerombolan bersenjata untuk merampok air .. dan ini pernah terjadi pada batalion Rwanda yang juga bertugas dengan UN..

Melintasi gurun menuju Water Point

Melintasi gurun menuju "Water Point"

Untuk personil yang mengurusi air ada teknisinya tersendiri terdiri dari Driver tangki, pengawal dan teknisi water treatment … air juga sesampai di camp dilakukan water treatment sehingga aman dikonsumsi dan digunakan pasukan FPU… hmmmm kalau sudah cerita begini … pasti kita berpikir deh: NO PLACE AS GOOD AS OUR COUNTRY…. hehe .. Indonesia we love you !!

Demikian update cerita dari Darfur .. kepada rekan – rekan yang masih bertugas :  Tetap semangat yaa !!!……

Foto courtesy Akbp Dr. Yanuar

14 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, Janjaweed, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan

Welcome to Indonesian FPU’s GARUDA camp

Setelah 6 bulan berada di daerah missi, dan selama ini tinggal di tenda “transit camp” , mulai minggu ini kami pindah ke camp baru Indonesian FPU, yang dinamakan GARUDA Camp… Camp GARUDA  ini adalah camp yang cukup reprtesentatif, dibangun dengan kontainer tempat tinggal “Prefab”  yang menjamin kenyamanan bagi pasukan FPU Indonesia, terutama di daerah gurun yang mempunyai panas ekstrim….

Tampak atas camp Garuda Indonesia

Tampak atas camp Garuda Indonesia

Camp kita cukup luas, yaitu berukuran 400 M x 300 M dan terletak dalam “SuperCamp”yaitu camp tempat seluruh kegiatan UNAMID dilakukan … size Supercamp sendiri sekitar 5 Km x 2 Km … tempat FPU indonesia sendiri terletak pada selatan Super camp, “tetangga” kami sementara yang sudah settle dan mempunyai camp adalah antara lain Enginering Batalion Mesir, Batalion “Force Protection” Rwanda 16, untuk selanjutnya akan dibangun camp – camp pasukan yang akan datang seperti dari Batalion Mobil dari Nepal, dan FPU dari Mesir dan Jordan… dan juga dibangun rumah sakit, perkantoran, pergudangan, kantin, sarana welfare dan olahraga, mess bagi pegawai UNAMID, sehingga pada akhirnya “supercamp” adalah pusat seluruh kegiatan UNAMID di seluruh Darfur.

Tampak Dalam Kontainer yang dihuni Max 4 Orang.

Tampak Dalam Kontainer yang dihuni Max 4 Orang.

Walaupun secara operasional belum sempurna betul, kami sudah pindah ke camp baru ini, dengan pertimbangan perbaikan akan dilaksanakan sampai berjalan, karena pada prinsipnya kita juga belum bisa melihat kekurangan apabila belum menempatinya. Persis seeperti menempati rumah baru …

Tanpak Camp dari sisi bagian dalam, dengan jalan penghubung antar Container

Tanpak Camp dari sisi bagian dalam, dengan jalan penghubung antar Container

Camp ini dilengkati juga dengan sarana pendukung seperti, Kantor, Masjid, Ruang makan, Dapur, Ruang Rekreasi … untuk listrik menggunakan Genset besar 3 buah dengan kapasitas besar yang diyalakan secara bergantian selama 24 jam. Juga dilengkapi dengan “Water Treatment” yang mengolah air sehingga aman dikonsumsi oleh pasukan.

Tampak depan, sebelah kiri adalah ruang makan dan sebelah kanan adalah Prefab

Tampak depan, sebelah kiri adalah ruang makan dan sebelah kanan adalah Prefab

Diharapkan dengan berdirinya camp baru “GARUDA” ini, diharapkan kesegaran anggota secara phisik dan mental akan menjadi baik dan pada akhirnya kinerja FPU Indonesia dalam meningkat secara signifikan …. ya pasti !

Sejenak menjelang Apel Pagi, Nampak muka muka anggota FPU Indonesia yang gembira

Sejenak menjelang Apel Pagi, Nampak muka muka anggota FPU Indonesia yang gembira

Walaupun pada saat tulisan ini saya telah berada di Indonesia kembali setelah  menjalani tugas selama 1 tahun, dan mendahului rekan – rekan lain, saya akan tetap melengkapi tulisan – tulisan saya mengenai Sudan, UNMAID dan FPU yang belum sempat saya tulis …. Thanks

11 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, UNAMID

Rekan TNI di UNAMID…

UNAMID adalah suatu institusi besar di Sudan, bahkan sekarang di klaim sebagai missi terbesar yang pernah dijalankan oleh UN, bayangkan dengan seluruh personilnya mendekati 30 ribu, terdiri dari Civilian Staff, Militer, Civilian Police, Local Staff, FPU, Military Observer dll… untuk berjalannya organisasi yang besar ini dibutuhkan banyak staff sebagai pendukungnya, nah berkaitan ini UNAMID melalui UNDPKO mengirimkan permintaan ke pemerintah Indonesia untuk bisa mengirimkan SO (Staff Officer) untuk mengisi jabatan – jabatan pendukung operasional UNAMID.

Rekan TNI dari SO (Staff Officer) UNAMID

Rekan TNI dari SO (Staff Officer) UNAMID, Ki - Ka : May. Pnb Destrianto, May. Tek Rudi, Kapt. Sri, May. Kav. Doddy

Bersama ini Mabes TNI mengirimkan 4 orang perwira terbaiknya untuk ditempatkan sebagai SO (Staff Officer) di UNAMID, sekarang pertanyaaanya, apa bedanya dengan MilObs (Military Observer) yang selama ini lebih dikenal dalam penugasan PBB ?  SO diutamakan untuk pekerjaan staff pendukung di setiap Missi, dan mempunyai keahlian yang spesifik sehingga memang dicari yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang yang dibutuhkan, biasanya missi mengirimkan pemberitahuan bidang apa yang dibutuhkan dan segera disesuaikan oleh negara kontributor, untuk missi UNAMID sementara diisi oleh 4 perwira TNI yang ahli dalam bidangnya untuk bergabung oleh banyak SO dari berbagai negara lain.

Sekilas tentang rekan TNI di UNAMID

Mayor PNB Destrianto,  dari TNI AU. Penerbang yang masih lajang ini (hayoo… daftar … daftar )  lulusan AAU tahun 1996, jabatan terakhir di Indonesia berada di Squadron 2 Halim Perdana Kusuma, Destri adalah SO pertama yang ditempatkan di UNAMID El Fasher, jauh mendahului rekan – rekannya,  sewaktu pertama kali menginjakkkan kaki di El Fasher hanya sendiri, untung ada rekan – rekan FPU sebagai teman mengobrol sampai beberapa bulan kemudian 3 rekannya datang.  Di UNAMID sendiri mendapat jabatan sebagai “Planning Schedule Airops”  alias mengatur jadwal penerbangan seluruh penerbangan UNAMID, suatu jabatan yang sangat vital.. bagi kami sendiri ada suatu kemudahan.. karena selalu ada “bocoran” kapan pesawat in out Lapangan Terbang El Fasher, daripada kita menunggu terlalu lama karena sering juga didelay… tinggal menelpon saja kawan kita yang satu ini … thanks buddy … :)

Mayor. Tek. Rudy, adalah lulusan seangkatan Destrianto, AAU 96. Jabatan terakhir di  Lap terbang Hussain Sastranegara bandung ( yah pasti lah TNI AU ngga jauh dari lapangan terbang xixixi..) di UNAMID ditempatkan di bagian Terminal/ Bandara suatu jabatan yang penting karena ia yang memeriksa kelayakan pesawat yang akan diterbangkan, dan juga melihat kelayakan bandara yang digunakan.  Tidak banyak SO yang mempunyai kemampuan teknik seperti beliau ini… maju terus Rud !

Kapten Wara Sri, Wah … mba ini adalah satu – satunya Srikandi Indonesia di sarang penyamun… eh salah… di Gurun Pasir El Fasher… Mba yang satu ini juga dipilih karena mempunya keahlian yang sangat spesifik, yaitu “Air Traffict Controller” Di Indonesia berdinas sebagai Kasubbag Pers, Disbang Ops, Mabes TNI- AU, menduduki jabatan tidak jauh dari keahliannya tersebut yaitu sebagai “Air Flight Follow” yaitu bagian komunikasi pesawat – pesawat dari dan keluar airspace missi UNAMID… Saya dapat bocoran bahwa mba Sri sangat jago masak… dan karena tinggal serumah dengan para rekan pria SO lainnya… jadinya membawa keberuntungan buat mereka, hehehe… yang lain tinggal gantian mencuci piring saja.. ok ?

Mayor. KAV. Dody, adalah lulusan AKMIL 1995, dan sudah lulus juga Sesko AD, di Indonesia jabatan terakhir di Pusdik Kavaleri Cimahi, Bandung. Sangat menguasai peralatan “armored” seperti Tank dan Panser sesuai dengan kecabangannya Kavaleri, sesuai dengan keahliannya itu ia ditempatkan di COE (Contigent Owned Equipment) yaitu divisi yang bekerja untuk menginventarisir peralatan milik TCC (Troop Contribution Country)  untuk dilakukan “reimbushment” , termasuk peralatan milik FPU Indonesia, pelaksanaan “reimbushment” atas peralatan yang kita pakai tergantung penilaian team verifikasi dari COE, keep on good work, Dod !

Senang mempunyai rekan – rekan briliant seperti kalian…  yang penting merah putih tetap jaya di El Fasher… Ok ?

20 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, PBB, sudan, UNAMID

Me in Maxim Magazine..

Majalah Maxim yang sangat terkenal di dunia dan telah diadaptasi menjadi “Maxim Indonesia” dikenal sebagai majalah lifestyle pria “macho” dan berkarakter… .. ehm…. uhuk… yaa seperti saya ini :mrgreen:   Untuk menambah citra ke”macho” an saya..  maka saya mengirimkan artikel ke majalah ini untuk mengenalkan profile Indonesian FPU buat khalayak ramai di Indonesia, yang memang diakui pemberitaannya masih minim sekali.. terlebih lagi agar anda semua kenal dengan pemilik blog ini yang “macho” .. uhuk .. uhuk.. kok batuk terus yaaa :mrgreen:

Alkisah tertulis seorang pria “macho” berpetualang dan tersesat di gurun pasir Darfur yang menantang…..bagaimana ia sampai bisa tersesat kesana?  bagaimana kehidupan sehari harinya, bagaimana ia bisa survive mengahadapi alam yang ganas ?,  semuanya ia tulis blak blakan…penasaran ???…., silahkan dicari majalah Maxim edisi bulan Maret 2009 …. “seeing is believing !”  ha ha ha….

darfur11

darfur21

darfur31

22 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik

REHAT SEJENAK DI KHARTOUM

Kemarin  hari Rabu sampai Jumat ada kesempatan juga nih untuk melihat kota, jauh dari gurun pasir, jauh dari Om Onta dan Om Donkey..  Ceritanya saya jadi utusan dari FPU untuk mengikuti “Medal Parade” , waduh tanpa pikir dua kali saya langsung membuat MOP (Movement of Personel) sebagai ticket saya menuju Khartoum… kesempatan yang jarang nih euy… lumayan bisa lihat lampu jalan lagi, bisa ke mall satu – satunya di Khartoum Afra, dan yang penting bisa ketemu kawan – kawan di lain missi UNMIS yang berpusat di Khartoum… iya nih saya ketemu lagi dengan Okta temen sejati saya, bayangkan kita tuh SMA sekelas, AKPOL masuk bareng, missi PBB juga bareng dua kali lagi samaan ke Bosnia dan Sudan ini, … apa lagi yaa.. oh ya kita pernah 3 kali tugas di tempat sama di Jawa Timur, pengasuh Akpol dan di Polda Metro.. weleh memang loe ngga bisa jauh dari gue ta:mrgreen: dan satu lagi adalah Irfing.. dia ini bekas Danmenkor (ketua senat) angkatan AKPOL saya tahun 92, nice to meet you all buddy..!

Okta, saya, Irfing

Okta, saya, Irfing

Singkat kata saya tiba di Khartoum, wah memang beda banget nget nget dengan El Fasher :P  bayangin aja sehari hari disana pemandangan cuma pasir dan pasir melulu, dan ada lagi yang lebih membuat saya exciting ! saya dibayarin nginep di hotel bintang lima di Khartoum, namanya Rotana Hotel.. hmmmh bedaaa banget ya rasanya tidur di tenda sama di hotel bintang lima :P

Hotel Rotana, Khartoum

Hotel Rotana, Khartoum

Jadilah kita menikmati suasana kebersamaan itu.. walaupun sebentar tapi acara kita padat banget, dari acara formal menghadiri Medal Parade yang dihadiri bapak Dubes dan UNMIS Police Commisioner, sampe acara non formal.. makan kepala kambing !!! hehehe sementara lupa dulu deh dietnya………

Foto bersama bersama pak Dubes dan Police Commisioner UNMIS

Foto bersama bersama pak Dubes dan Police Commisioner UNMIS

Akhirnya berakhir juga deh rehat sejanak saya, kembali ke El Fasher…  walau cuma 2 hari tapi lumayan lah sekilas melihat ‘peradaban’… kapan ya bisa begini lagi ? hiks hiks…..    dan kawan saya sudah menunggu lagi di sana….. Haloo Mr.Camel nice to see you again ! :mrgreen:

My Best Friend

My Best Friend

4 Komentar

Filed under Blogger, FPU, PBB, sudan, UNAMID

Sehari bersama FPU Indonesia

Setelah tiga bulan bertugas di UNAMID (United Nations African Union Mission In Darfur) di El Fasher Darfur, segalanya nampak lebih terorganisir, tugas yang menjadi tanggung jawab FPU Indonesia sudah terlaksana dengan sangat baik, seperti pernah saya sebutkan tugas FPU sesuai Mandat yang diberikan PBB adalah : “Menjaga keamanan seluruh personel PBB beserta seluruh assetnya, dan juga melakukan patroli untuk menciptakan keamanan di kamp IDP (Internal Displaced Personal)”.  FPU yang terdiri dari 4 peleton selalu bergantian melakukan tugasnya, yang paling utama sehari – hari adalah melakukan pengawalan terhadap CIVPOL (Civilian Police) melakukan “Community Policing” di sekitar IDP Camp, dan IDP camp yang menjadi AOR (Area Of Responsibility) FPU ada 3 yaitu : IDP Camp ZAM – ZAM, IDP Camp ABU SHOUK, dan IDP Camp AL SALAM, jadi pleton – pleton itu habis terbagi di ketiga tempat tersebut..

Danton memberikan arahan sebelum berangkat tugas di Camp FPU Indonesia.

Patroli berjalan kaki disekitar IDP Camp ABU SHOUK

Berfoto bersama CIVPOL polwan dari Afsel, Language Asisten dan Mr. Onta

Tugas melakukan pengawalan terhadap CIVPOL terbagi dalam dua shift yaitu siang dan sore hari, dan bermula dari “Meeting Point” yang telah ditentukan, melakukan meeting sebelum berangkat dengan team leader CIVPOL untuk menyamakan presepsi apa yang akan dikerjakan CIVPOL selama melakukan “Comunity Policing” , biasanya sehari hari mereka bertemu dengan pemimpin “Informal” yang berada di IDP camp yang disebut “SHEIK” , atau setingkat lebih tingginya  disebut “OMDA”, dan beberapa OMDA dipimpin oleh seorang “Chief OMDA” , nah gambaran kalau di Indonesia mungkin SHEIK setingkat RT, kemudian OMDA setingkat Lurah, dan Chief OMDA adalah kepala OMDA diseluruh IDP Camp. Pelaksanaan tugas CIVPOL dengan dikawal FPU biasanya mendatangi SHEIK atau OMDA untuk menanyakan apakah ada kejadian yang meresahkan masyarakat, atau menampung laporan/komplain tentang keamanan di dalam IDP Camp, dari hasil pantauan tersebut CIVPOL membuat laporan harian ke Sector CIVPOL yang ada (di El Fasher adalah Sector North), kemudian di setiap IDP Camp tersebut untuk CIVPOL ada yang disebut CPC (Community Policing Centre), nah FPU Indonesia secara bergantian dan terus menerus membantu CPC untuk melaksanakan tugas “Community Policing”.

Menjaga CIVPOL yang sedang berkomunikasi dengan “OMDA”

Sejenak dengan anak – anak di IDP Camp, anak anak korban perang…

Tugas pengawalan terhadap CPC ke IDP camp terbagi dalam dua shift, yaitu shift pagi jam 8 sd jam 12, dan Shift sore Jam 2 sd jam 6, yang menjadi gambaran pada saat ini adalah pleton 3 yang dipimpin oleh IPTU Alex Fritz Tobing,  dimulai ketika persiapan berangkat di Camp FPU Indonesia pada pukul 07.30 pagi, memberikan sedikit arahan kepada anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya, berangkat ke “Meeting Point”  dan berangkat ke IDP Camp “ABU SHOUK”  pada pukul 09.00, kemudian bersama CIVPOL melakukan “Community Policing” bertemu dengan Chief OMDA bertanya jawab tentang situasi dan kondisi, tugas sebagai pengawal mempunyai resiko tersendiri, anggota FPU harus menguasai jalan – jalan disekitar IDP Camp dan harus tahu apabila dalam keadaan “Emergency” jalan terdekat dan aman untuk mencapai titik aman,  yang saya lihat …. anggota FPU sudah sangat hapal lingkungan IDP Camp, bahkan mereka sangat diterima dengan baik oleh masyarakat IDP cam , jauh lebih baik daripada CIVPOL itu sendiri….. mungkin karena keramahan bangsa Indonesia yang pandai “Bersosialisasi” , saya melihat sendiri masyarakat di IDP camp sangat merasa aman dengan kehadiran FPU Indonesia, bahkan salah satu chief OMDA mengirimkan surat kepada PBB bahwa mereka sangat terkesan dan merasa aman atas kehadiran FPU Indonesia di IDP camp, pada tepat jam 12 siang peleton FPU selesai melaksanakan tugas dan kembali ke camp…..

Berfoto selesai melaksanakan tugas dengan aman…, salam dari Darfur !

Well Thanks GOD, tugas terlaksana dengan baik dan tidak kurang suatu apapun… mudah – mudahan terus begini sampai setahun kedepan, sehingga kami bisa bertemu keluarga dalam keadaan aman dan tidak kurang suatu apapun…. Amin….

11 Komentar

Filed under Darfur, FPU, IDP, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Addicted to Facebook (Di tengah Gurun Pasir….)

Facebook Narcissism

Facebook Narcissism

Wah sungguh hebat jejaring sosial  milik Mark Zukerberg  ini, mengalahkan semua jejaring sosial yang ada sebelumnya…  dulu saya suka Friendster, namun setelah ada Facebook saya jadi “berselingkuh”  hampir – hampir saya tidak pernah menengok lagi ke rumah saya yang lama itu….  memang benar dikatakan mantan pacar saya bahwa saya tuh “Internet Freak”,  dalam sehari saya bisa berjam – jam di depan komputer dengan “Internet Connection Unlimited” yang saya punya dirumah, walaupun dengan harga yang cukup mahal,  speedy office yang 800 ribu sebulan, kalau di kantor sih gratis yaa :)  tapi sesuai lah dengan kapasitas bandwith saya yang tinggi, apalagi setelah saya bisa menularkan “habbit gila” ini kepada mantan pacar… mengajarinya membuat blog…. dan ternyatanya Blognya lebih ngetop dari Blog saya ini …..dan udah dijadikan buku dan film juga … Selain FaceBook yang fenomenal ini saya sering juga berinteraksi di Forum seperti Forum Kompas, Detik dan yang paling ramai di Kaskus….  Tapi dari semua itu tidak ada yang lebih bikin “kangen” dan “Addicted” daripada Facebook….

Nah persoalan ini timbul ketika saya ditugasi ke Darfur Sudan, weleh, mak.!!! masih bisakah saya berinteraksi dengan Jaring Sosial ini ?????  Wah ternyata masih bisa kok , asyik… asyik…!!  Saya mulai missi di Sudan ini tidak langsung ke Darfur namun masih melewati beberapa kota sebelum sampai kesini yaitu : Port Sudan, Khartoum, El Obeid ….. di ketiga kota ini tidak ada masalah karena External Modem dan Internet Conection yang merupakan satu paket dari Sudani Telecom masih nyambung dengan baik, tapi ketika memasuki daerah tugas sebenarnya di El Fasher, Darfur masalah mulai datang, ternyata Sudani Telecom seluruh BTS nya di sabotase pihak pemberontak, weleh…. ada sih pilihan lain dengan menggunakan Zain Internet Connection dengan paket modemnya ,  walaupun hati mendongkol terpaksa membeli lagi paket Zain…  namun weleh weleh … koneksinya kaya siput banget..  sepertinya berat banget cuma untuk buka “Home Page” nya, namun  demikian tetap saja laku disini,  karena memang tidak ada pilihan lain untuk berinternet selain Zain …

Tapi dewa penyelamat datang setelah UN memberikan komputer di kantor, cuma sssttttttt jangan bilang – bilang yaa, sebenarnya akses ke Facebook diproteksi karena komputer UN ini Strictly for Office Purpose…. jadi di blok kalau mau buka, hehehe saya ngga kehilangan akal, saya menggunakan Proxy Anonymous site untuk membuka situs ini, dan BINGO !!!!!…. saya bisa kembali membuka situs jejaring sosial favorit saya ini…. dan kesuksesan saya adalah : saya juga berhasil menularkan kecanduan Facebook ke para  anak buah FPU …. hehehe…. mereka sangat bersemangat,  apalagi Facebook dilengkapi sarana chat yang bisa menghubungkan dengan keluarga atau kekasih di tanah air,  mereka tahan main “fesbuk” walaupun  hanya melalui koneksi super lambat, …. dan tidak secepat koneksi internet saya (walaupun curang hehehehhehe).

Nah, ini dia beberapa diantaranya, para perwira FPU “young gun” yang kecanduan Facebook di Gurun pasir (kalau ada yang berminat, silahkan buka FB saya dan lihat di “Friends” saya, cukup mengklik lambang Facebook di kanan atas Blog saya ini),  dibawah ini foto profile yang saya ambil dari Facebook mereka  :mrgreen:  … dengan “actionnya” masing – masing :P  ,  keren kan ?

Sekarang cerita tentang “addicted” saya ke Facebook,  tidak rugi dengan kebiasaan ini, …..banyak sekali ternyata kesempatan untuk bertemu kembali teman lama, baik waktu zaman SD, SMP dan SMA…   dan saya menemukan kembali “harta karun” yang susah sekali ditemukan, yaitu foto – foto lama, saya yang saya sendiri sudah ngga tau dimana tersimpan,  nah dari teman saya sewaktu SD PSKD V panglima polim Jakarta namanya Julianto, ia men “tag” saya dalam fotonya, suprise !! saya menemukan kembali foto sewaktu saya SD kelas 1 !!!!! bayangkan betapa berharganya foto ini, ini dia fotonya :


Tebak yang mana saya ???? hehehe…. yang aneh sendiri, berdiri di paling belakang dan paling kanan…

Ok, sekarang pertanyaan saya, apakah kamu sekalian kecanduan Facebook juga ? bagaimana tidak ? apalagi yang berada di tempat yang gampang koneksi Internet nya, Wong saya aja di Gurun Pasir sepi ini masih menyempatkan setiap saat ber “Facebook” ria kok … hehhehe :P

18 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, Publik, sudan

Merry Christmas From Darfur….

Biarpun jauh dari keluarga (…salah satu hal yang paling menyedihkan) pada hari Natal ini, tidak mengurangi niat kami (anggota FPU yang beragama Nasrani) untuk merayakan Lahirnya Yesus Kristus ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan seluruh umat di Dunia….. Ia yang disebut “Raja Damai” membawa kedamaian dihati kami… dan mungkin akan membawa kedamaian juga bagi warga Darfur yang sedang tercabik – cabik akibat konflik yang tidak kunjung selesai ini…………

Natal Sederhana di Hall Transit Camp FPU Indonesia....

.... Pohon natal bukan dari cemara tapi pohon perdu, karena tdk ada pohon cemara... :)

Acara dilaksanakan dengan sederhana di dalam “Hall” tenda kami.. serta mengundang “tetangga” kami Rwanda Batallion…. dilanjutkan dengan makan malam bersama di “Dining Hall” kami… kamipun saling mengisi acara dengan vokal group masing-masing…

Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU

Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru” Kepada semua yang merayakannya, teriring permintaan kami agar pembaca blog ini mendoakan keselamatan kami semua selama mengikuti tugas di Darfur ini…..

Kami semua FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All

FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All

Khusus juga saya ucapkan selamat Natal kepada istri tercinta Amy, anak – anakku Alessandro, Carlo dan Matteo… Aku mencintai kalian semua…

18 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, keluarga, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Oh no…! Not Goat Again….

Baca judulnya : Kambing, Kambing dan Kambing lagi…

Penduduk Darfur mayoritas pekerjaannya adalah pengembala ternak, hampir disetiap rumah penduduk di Darfur mempunyai ternak di halaman rumahnya, Sapi, Kambing, Domba, Donkey atau onta…. itu dalam skala keluarga…. dalam suatu lingkungan biasanya ada juga yang menjadi “pemain besar” , mereka mempunyai ratusan bahkan ribuan ternak………

Pada saat kami tinggal di Cam Zam Zam El Fasher, saya melihat ribuan Sapi dan kambing atau Domba melewati Camp kami pada pagi hari untuk mencari rumput, dan pada sore harinya kembali melewati jalan yang sama, convoy sapi yang terpanjang pernah saya lihat adalah barisan sapi dari paling depan sampai ke belakang sampai 4 kilometer panjangnya…. bayangkan berapa ribu sapi dalam rombongan itu….

Dengan kondisi ini bisa ditebak, harga daging pasti murah sekali……. sebagai gambaran seekor sapi besar disini hanya seharga 400 pound, kalau di rupiahkan seharga 2 juta rupiah, dan seekor Kambing 55 Pound atau seharga 200 ribu rupiah…. murah kan.. ?

Bakar .. bakar jangan sampe gosong yaaa....

Bakar .. bakar jangan sampe gosong yaaa....

Kondisi ini ternyata tidak disia – siakan oleh para anggota FPU, dengan patungan dalam jumlah uang yang sedikit bisa pesta barbeque… dalam moment moment tertentu, secara bergantian, dan yang menjadi favorit adalah barbeque Kambing……. katanya mereka sih untuk perbaikan Gizi … :) selama saya disini, sering sekali mereka mengundang saya: “Komandan, nanti malam diharapkan datang ke tenda, kita nyate kambing…” Weleh – weleh.. apa pada ngga pada tau saya mengidap kolesterol agak tinggi apa yaaaaaaa :mrgreen:

Desert Party dengan menu...... Sate Kambing, sop Kambing.. all Kambing

Desert Party dengan menu...... Sate Kambing, sop Kambing.. all in Kambing

Jadi jawaban saya selalu : “Oh No …! Not Goat Again…!” tetapi demi menghargai yah terpaksa datang juga dan mencicipi… namun malah keterusan, makan kambing kebanyakan……. waduuhhhh habis enak syiiih ! hahahha…….  :mrgreen:

14 Komentar

Filed under Darfur, FPU, keluarga, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

PERSENJATAAN FPU INDONESIA: ARMORED PERSONAL CARRIER

Dalam kondisi yang sangat “Hostile” seperti di Darfur, dibutuhkan pengangkut personil yang mampu melindungi setiap personil FPU dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam tugas patroli dan pengawalan…. yang jelas standarnya harus paling tidak anti peluru dalam level tertentu yang sudah ditetapkan oleh PBB, kalau hanya mengandalkan mobil pick up patroli, yang jelas bakalan konyol… kondisi Darfur yang gurun pasir terbuka, tidak memungkinkan untuk setiap anggota mencari perlindungan ketika ada “Ambush” atau serangan mendadak.. lain halnya dengan kondisi di negara kita dengan mudahnya anggota mencari perlindungan ditempat sekitar, seperti pohon, tebing, rumah… bandingkan dengan kondisi di Darfur yang “Flat Land” tidak ada apa – apa untuk berlindung… satu – satunya adalah menggunakan Armored Personal Carrier (APC) yang tangguh, dan sesuai dengan “Terrain” gurun pasir….

Inilah versi Wolf yang digunakan oleh IDF

Inilah versi APC Wolf yang digunakan oleh IDF

Pada awalnya Mabes Polri kebingungan, mencari kira – kira APC yang mampu memberikan perlindungan maksimal bagi anggota FPU dan cocok juga dalam kondisi ganasnya gurun pasir…. setelah melakukan survey ke banyak negara, maka ditemukan suatu APC yang cocok untuk FPU, di asembbly di negara Jordania..  walaupun awalnya APC ini adalah reinkarnasi dari APC produksi negara Israel yang nama aslinya WOLF… sudah teruji dalam begitu banyak perang di jazirah arabia, yang memang daerah gurun… karena cerita hebat tentang ketangguhannya, kegesitannya, negara Jordania membeli hak paten WOLF dan memproduksinya dengan nama VIGOR…. dan bisa dipasarkan di negara-negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel…. termasuk Indonesia.

APC Vigor milik FPU Indonesia, yang di Assembly di Jordania

APC Vigor milik FPU Indonesia, yang di Assembly di Jordania

Wow … ternyata tidak salah pilih… dengan APC ini pasukan FPU indonesia dapat mengerjakan tugasnya dengan sangat baik, spesifikasi mesin VIGOR yang menggunakan mesin Ford dengan tenaga yang besar namun sangat lincah di lokasi Darfur yang berpasir… tekhnologi Israel terutama dalam elektonik diadopsi dalam APC ini sungguh “Fully Featured”, contohnya adalah GPS onboard, Radar dan banyak teknologi lainnya (hehehe sorry kalau spec lengkap tidak bisa dibeberkan disini), selain teknologi …ternyata faktor kenyamanan tidak terlupakan dari manufakturnya… dengan “Shock Absorber” yang independent sangat memberi kenyamanan bagi pengendaranya, ditambah lagi dengan persneling otomatis yang “Triptonic”, jadi kalau menaiki APC ini serasa sedang mengendarai sedan mewah seperti BMW seri terbaru …. he he he…….

Gabungan antara kekuatan, kelincahan dan kenyamanan...

Gabungan antara kekuatan, kelincahan dan kenyamanan...

Karena namanya yang “Personal Carrier” maka APC ini bisa mengangkut pasukan hingga 12 orang, dengan tidak berhimpitan… ruangan di dalampun cukup lega kok.. Makanya dalam tulisan saya sebelumnya saya sebutkan sebagai “kekasih” bagi seluruh anggota FPU…. dan aku bertambah cinta dengan mu, my APC ………..

22 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, UNAMID