Arsip Kategori: PBB

Sehari bersama FPU Indonesia

Setelah tiga bulan bertugas di UNAMID (United Nations African Union Mission In Darfur) di El Fasher Darfur, segalanya nampak lebih terorganisir, tugas yang menjadi tanggung jawab FPU Indonesia sudah terlaksana dengan sangat baik, seperti pernah saya sebutkan tugas FPU sesuai Mandat yang diberikan PBB adalah : “Menjaga keamanan seluruh personel PBB beserta seluruh assetnya, dan juga melakukan patroli untuk menciptakan keamanan di kamp IDP (Internal Displaced Personal)”.  FPU yang terdiri dari 4 peleton selalu bergantian melakukan tugasnya, yang paling utama sehari – hari adalah melakukan pengawalan terhadap CIVPOL (Civilian Police) melakukan “Community Policing” di sekitar IDP Camp, dan IDP camp yang menjadi AOR (Area Of Responsibility) FPU ada 3 yaitu : IDP Camp ZAM – ZAM, IDP Camp ABU SHOUK, dan IDP Camp AL SALAM, jadi pleton – pleton itu habis terbagi di ketiga tempat tersebut..

Danton memberikan arahan sebelum berangkat tugas di Camp FPU Indonesia.

Patroli berjalan kaki disekitar IDP Camp ABU SHOUK

Berfoto bersama CIVPOL polwan dari Afsel, Language Asisten dan Mr. Onta

Tugas melakukan pengawalan terhadap CIVPOL terbagi dalam dua shift yaitu siang dan sore hari, dan bermula dari “Meeting Point” yang telah ditentukan, melakukan meeting sebelum berangkat dengan team leader CIVPOL untuk menyamakan presepsi apa yang akan dikerjakan CIVPOL selama melakukan “Comunity Policing” , biasanya sehari hari mereka bertemu dengan pemimpin “Informal” yang berada di IDP camp yang disebut “SHEIK” , atau setingkat lebih tingginya  disebut “OMDA”, dan beberapa OMDA dipimpin oleh seorang “Chief OMDA” , nah gambaran kalau di Indonesia mungkin SHEIK setingkat RT, kemudian OMDA setingkat Lurah, dan Chief OMDA adalah kepala OMDA diseluruh IDP Camp. Pelaksanaan tugas CIVPOL dengan dikawal FPU biasanya mendatangi SHEIK atau OMDA untuk menanyakan apakah ada kejadian yang meresahkan masyarakat, atau menampung laporan/komplain tentang keamanan di dalam IDP Camp, dari hasil pantauan tersebut CIVPOL membuat laporan harian ke Sector CIVPOL yang ada (di El Fasher adalah Sector North), kemudian di setiap IDP Camp tersebut untuk CIVPOL ada yang disebut CPC (Community Policing Centre), nah FPU Indonesia secara bergantian dan terus menerus membantu CPC untuk melaksanakan tugas “Community Policing”.

Menjaga CIVPOL yang sedang berkomunikasi dengan “OMDA”

Sejenak dengan anak – anak di IDP Camp, anak anak korban perang…

Tugas pengawalan terhadap CPC ke IDP camp terbagi dalam dua shift, yaitu shift pagi jam 8 sd jam 12, dan Shift sore Jam 2 sd jam 6, yang menjadi gambaran pada saat ini adalah pleton 3 yang dipimpin oleh IPTU Alex Fritz Tobing,  dimulai ketika persiapan berangkat di Camp FPU Indonesia pada pukul 07.30 pagi, memberikan sedikit arahan kepada anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya, berangkat ke “Meeting Point”  dan berangkat ke IDP Camp “ABU SHOUK”  pada pukul 09.00, kemudian bersama CIVPOL melakukan “Community Policing” bertemu dengan Chief OMDA bertanya jawab tentang situasi dan kondisi, tugas sebagai pengawal mempunyai resiko tersendiri, anggota FPU harus menguasai jalan – jalan disekitar IDP Camp dan harus tahu apabila dalam keadaan “Emergency” jalan terdekat dan aman untuk mencapai titik aman,  yang saya lihat …. anggota FPU sudah sangat hapal lingkungan IDP Camp, bahkan mereka sangat diterima dengan baik oleh masyarakat IDP cam , jauh lebih baik daripada CIVPOL itu sendiri….. mungkin karena keramahan bangsa Indonesia yang pandai “Bersosialisasi” , saya melihat sendiri masyarakat di IDP camp sangat merasa aman dengan kehadiran FPU Indonesia, bahkan salah satu chief OMDA mengirimkan surat kepada PBB bahwa mereka sangat terkesan dan merasa aman atas kehadiran FPU Indonesia di IDP camp, pada tepat jam 12 siang peleton FPU selesai melaksanakan tugas dan kembali ke camp…..

Berfoto selesai melaksanakan tugas dengan aman…, salam dari Darfur !

Well Thanks GOD, tugas terlaksana dengan baik dan tidak kurang suatu apapun… mudah – mudahan terus begini sampai setahun kedepan, sehingga kami bisa bertemu keluarga dalam keadaan aman dan tidak kurang suatu apapun…. Amin….

11 Komentar

Filed under Darfur, FPU, IDP, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Addicted to Facebook (Di tengah Gurun Pasir….)

Facebook Narcissism

Facebook Narcissism

Wah sungguh hebat jejaring sosial  milik Mark Zukerberg  ini, mengalahkan semua jejaring sosial yang ada sebelumnya…  dulu saya suka Friendster, namun setelah ada Facebook saya jadi “berselingkuh”  hampir – hampir saya tidak pernah menengok lagi ke rumah saya yang lama itu….  memang benar dikatakan mantan pacar saya bahwa saya tuh “Internet Freak”,  dalam sehari saya bisa berjam – jam di depan komputer dengan “Internet Connection Unlimited” yang saya punya dirumah, walaupun dengan harga yang cukup mahal,  speedy office yang 800 ribu sebulan, kalau di kantor sih gratis yaa :)  tapi sesuai lah dengan kapasitas bandwith saya yang tinggi, apalagi setelah saya bisa menularkan “habbit gila” ini kepada mantan pacar… mengajarinya membuat blog…. dan ternyatanya Blognya lebih ngetop dari Blog saya ini …..dan udah dijadikan buku dan film juga … Selain FaceBook yang fenomenal ini saya sering juga berinteraksi di Forum seperti Forum Kompas, Detik dan yang paling ramai di Kaskus….  Tapi dari semua itu tidak ada yang lebih bikin “kangen” dan “Addicted” daripada Facebook….

Nah persoalan ini timbul ketika saya ditugasi ke Darfur Sudan, weleh, mak.!!! masih bisakah saya berinteraksi dengan Jaring Sosial ini ?????  Wah ternyata masih bisa kok , asyik… asyik…!!  Saya mulai missi di Sudan ini tidak langsung ke Darfur namun masih melewati beberapa kota sebelum sampai kesini yaitu : Port Sudan, Khartoum, El Obeid ….. di ketiga kota ini tidak ada masalah karena External Modem dan Internet Conection yang merupakan satu paket dari Sudani Telecom masih nyambung dengan baik, tapi ketika memasuki daerah tugas sebenarnya di El Fasher, Darfur masalah mulai datang, ternyata Sudani Telecom seluruh BTS nya di sabotase pihak pemberontak, weleh…. ada sih pilihan lain dengan menggunakan Zain Internet Connection dengan paket modemnya ,  walaupun hati mendongkol terpaksa membeli lagi paket Zain…  namun weleh weleh … koneksinya kaya siput banget..  sepertinya berat banget cuma untuk buka “Home Page” nya, namun  demikian tetap saja laku disini,  karena memang tidak ada pilihan lain untuk berinternet selain Zain …

Tapi dewa penyelamat datang setelah UN memberikan komputer di kantor, cuma sssttttttt jangan bilang – bilang yaa, sebenarnya akses ke Facebook diproteksi karena komputer UN ini Strictly for Office Purpose…. jadi di blok kalau mau buka, hehehe saya ngga kehilangan akal, saya menggunakan Proxy Anonymous site untuk membuka situs ini, dan BINGO !!!!!…. saya bisa kembali membuka situs jejaring sosial favorit saya ini…. dan kesuksesan saya adalah : saya juga berhasil menularkan kecanduan Facebook ke para  anak buah FPU …. hehehe…. mereka sangat bersemangat,  apalagi Facebook dilengkapi sarana chat yang bisa menghubungkan dengan keluarga atau kekasih di tanah air,  mereka tahan main “fesbuk” walaupun  hanya melalui koneksi super lambat, …. dan tidak secepat koneksi internet saya (walaupun curang hehehehhehe).

Nah, ini dia beberapa diantaranya, para perwira FPU “young gun” yang kecanduan Facebook di Gurun pasir (kalau ada yang berminat, silahkan buka FB saya dan lihat di “Friends” saya, cukup mengklik lambang Facebook di kanan atas Blog saya ini),  dibawah ini foto profile yang saya ambil dari Facebook mereka  :mrgreen:  … dengan “actionnya” masing – masing :P  ,  keren kan ?

Sekarang cerita tentang “addicted” saya ke Facebook,  tidak rugi dengan kebiasaan ini, …..banyak sekali ternyata kesempatan untuk bertemu kembali teman lama, baik waktu zaman SD, SMP dan SMA…   dan saya menemukan kembali “harta karun” yang susah sekali ditemukan, yaitu foto – foto lama, saya yang saya sendiri sudah ngga tau dimana tersimpan,  nah dari teman saya sewaktu SD PSKD V panglima polim Jakarta namanya Julianto, ia men “tag” saya dalam fotonya, suprise !! saya menemukan kembali foto sewaktu saya SD kelas 1 !!!!! bayangkan betapa berharganya foto ini, ini dia fotonya :


Tebak yang mana saya ???? hehehe…. yang aneh sendiri, berdiri di paling belakang dan paling kanan…

Ok, sekarang pertanyaan saya, apakah kamu sekalian kecanduan Facebook juga ? bagaimana tidak ? apalagi yang berada di tempat yang gampang koneksi Internet nya, Wong saya aja di Gurun Pasir sepi ini masih menyempatkan setiap saat ber “Facebook” ria kok … hehhehe :P

18 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, Publik, sudan

Merry Christmas From Darfur….

Biarpun jauh dari keluarga (…salah satu hal yang paling menyedihkan) pada hari Natal ini, tidak mengurangi niat kami (anggota FPU yang beragama Nasrani) untuk merayakan Lahirnya Yesus Kristus ke dalam dunia ini untuk menyelamatkan seluruh umat di Dunia….. Ia yang disebut “Raja Damai” membawa kedamaian dihati kami… dan mungkin akan membawa kedamaian juga bagi warga Darfur yang sedang tercabik – cabik akibat konflik yang tidak kunjung selesai ini…………

Natal Sederhana di Hall Transit Camp FPU Indonesia....

.... Pohon natal bukan dari cemara tapi pohon perdu, karena tdk ada pohon cemara... :)

Acara dilaksanakan dengan sederhana di dalam “Hall” tenda kami.. serta mengundang “tetangga” kami Rwanda Batallion…. dilanjutkan dengan makan malam bersama di “Dining Hall” kami… kamipun saling mengisi acara dengan vokal group masing-masing…

Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU

Kolaborasi Vocal Group dari Rwanda Batalion dan FPU

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mengucapkan “Selamat Natal dan Tahun Baru” Kepada semua yang merayakannya, teriring permintaan kami agar pembaca blog ini mendoakan keselamatan kami semua selama mengikuti tugas di Darfur ini…..

Kami semua FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All

FPU Indonesia dan Rwanda Batalion mengucapkan Selamat Natal 08 dan Tahun Baru 09, God Bless U All

Khusus juga saya ucapkan selamat Natal kepada istri tercinta Amy, anak – anakku Alessandro, Carlo dan Matteo… Aku mencintai kalian semua…

18 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, keluarga, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Oh no…! Not Goat Again….

Baca judulnya : Kambing, Kambing dan Kambing lagi…

Penduduk Darfur mayoritas pekerjaannya adalah pengembala ternak, hampir disetiap rumah penduduk di Darfur mempunyai ternak di halaman rumahnya, Sapi, Kambing, Domba, Donkey atau onta…. itu dalam skala keluarga…. dalam suatu lingkungan biasanya ada juga yang menjadi “pemain besar” , mereka mempunyai ratusan bahkan ribuan ternak………

Pada saat kami tinggal di Cam Zam Zam El Fasher, saya melihat ribuan Sapi dan kambing atau Domba melewati Camp kami pada pagi hari untuk mencari rumput, dan pada sore harinya kembali melewati jalan yang sama, convoy sapi yang terpanjang pernah saya lihat adalah barisan sapi dari paling depan sampai ke belakang sampai 4 kilometer panjangnya…. bayangkan berapa ribu sapi dalam rombongan itu….

Dengan kondisi ini bisa ditebak, harga daging pasti murah sekali……. sebagai gambaran seekor sapi besar disini hanya seharga 400 pound, kalau di rupiahkan seharga 2 juta rupiah, dan seekor Kambing 55 Pound atau seharga 200 ribu rupiah…. murah kan.. ?

Bakar .. bakar jangan sampe gosong yaaa....

Bakar .. bakar jangan sampe gosong yaaa....

Kondisi ini ternyata tidak disia – siakan oleh para anggota FPU, dengan patungan dalam jumlah uang yang sedikit bisa pesta barbeque… dalam moment moment tertentu, secara bergantian, dan yang menjadi favorit adalah barbeque Kambing……. katanya mereka sih untuk perbaikan Gizi … :) selama saya disini, sering sekali mereka mengundang saya: “Komandan, nanti malam diharapkan datang ke tenda, kita nyate kambing…” Weleh – weleh.. apa pada ngga pada tau saya mengidap kolesterol agak tinggi apa yaaaaaaa :mrgreen:

Desert Party dengan menu...... Sate Kambing, sop Kambing.. all Kambing

Desert Party dengan menu...... Sate Kambing, sop Kambing.. all in Kambing

Jadi jawaban saya selalu : “Oh No …! Not Goat Again…!” tetapi demi menghargai yah terpaksa datang juga dan mencicipi… namun malah keterusan, makan kambing kebanyakan……. waduuhhhh habis enak syiiih ! hahahha…….  :mrgreen:

14 Komentar

Filed under Darfur, FPU, keluarga, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

PERSENJATAAN FPU INDONESIA: ARMORED PERSONAL CARRIER

Dalam kondisi yang sangat “Hostile” seperti di Darfur, dibutuhkan pengangkut personil yang mampu melindungi setiap personil FPU dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam tugas patroli dan pengawalan…. yang jelas standarnya harus paling tidak anti peluru dalam level tertentu yang sudah ditetapkan oleh PBB, kalau hanya mengandalkan mobil pick up patroli, yang jelas bakalan konyol… kondisi Darfur yang gurun pasir terbuka, tidak memungkinkan untuk setiap anggota mencari perlindungan ketika ada “Ambush” atau serangan mendadak.. lain halnya dengan kondisi di negara kita dengan mudahnya anggota mencari perlindungan ditempat sekitar, seperti pohon, tebing, rumah… bandingkan dengan kondisi di Darfur yang “Flat Land” tidak ada apa – apa untuk berlindung… satu – satunya adalah menggunakan Armored Personal Carrier (APC) yang tangguh, dan sesuai dengan “Terrain” gurun pasir….

Inilah versi Wolf yang digunakan oleh IDF

Inilah versi APC Wolf yang digunakan oleh IDF

Pada awalnya Mabes Polri kebingungan, mencari kira – kira APC yang mampu memberikan perlindungan maksimal bagi anggota FPU dan cocok juga dalam kondisi ganasnya gurun pasir…. setelah melakukan survey ke banyak negara, maka ditemukan suatu APC yang cocok untuk FPU, di asembbly di negara Jordania..  walaupun awalnya APC ini adalah reinkarnasi dari APC produksi negara Israel yang nama aslinya WOLF… sudah teruji dalam begitu banyak perang di jazirah arabia, yang memang daerah gurun… karena cerita hebat tentang ketangguhannya, kegesitannya, negara Jordania membeli hak paten WOLF dan memproduksinya dengan nama VIGOR…. dan bisa dipasarkan di negara-negara yang tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel…. termasuk Indonesia.

APC Vigor milik FPU Indonesia, yang di Assembly di Jordania

APC Vigor milik FPU Indonesia, yang di Assembly di Jordania

Wow … ternyata tidak salah pilih… dengan APC ini pasukan FPU indonesia dapat mengerjakan tugasnya dengan sangat baik, spesifikasi mesin VIGOR yang menggunakan mesin Ford dengan tenaga yang besar namun sangat lincah di lokasi Darfur yang berpasir… tekhnologi Israel terutama dalam elektonik diadopsi dalam APC ini sungguh “Fully Featured”, contohnya adalah GPS onboard, Radar dan banyak teknologi lainnya (hehehe sorry kalau spec lengkap tidak bisa dibeberkan disini), selain teknologi …ternyata faktor kenyamanan tidak terlupakan dari manufakturnya… dengan “Shock Absorber” yang independent sangat memberi kenyamanan bagi pengendaranya, ditambah lagi dengan persneling otomatis yang “Triptonic”, jadi kalau menaiki APC ini serasa sedang mengendarai sedan mewah seperti BMW seri terbaru …. he he he…….

Gabungan antara kekuatan, kelincahan dan kenyamanan...

Gabungan antara kekuatan, kelincahan dan kenyamanan...

Karena namanya yang “Personal Carrier” maka APC ini bisa mengangkut pasukan hingga 12 orang, dengan tidak berhimpitan… ruangan di dalampun cukup lega kok.. Makanya dalam tulisan saya sebelumnya saya sebutkan sebagai “kekasih” bagi seluruh anggota FPU…. dan aku bertambah cinta dengan mu, my APC ………..

22 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, UNAMID

Gurun pun kutempuh demi dikau kekasihku……

Perjalanan peralatan FPU yang sangat jauh dari Port Sudan ke Al Obeid yang berjarak 2700 Km, sungguh suatu tantangan tersendiri bagi team advance seperti saya, dengan segala tantangan baik cuaca maupun birokrasi yang panjang…. khususnya buat mendatangkan “kekasih” tercinta Armored Personal Carrier (APC) dan belasan truk milik kami, seyogiyanya perjalanan itu semua dari sudah di kontrakkan dengan perusahaan transportasi lokal….. dari Port Sudan sampai ke “final destination” El Fasher….. namun perusahaan ini menyerah pada sepertiga perjalanan, yaitu hanya sampai AL OBEID, kenapa ? karena sampai lokasi ini lah jalan aspal masih terjangkau, sisanya sepanjang 600 KM melewati gurun pasir, memang kalau dipaksakan bisa saja dilewati, namun yang mereka takutkan adalah tidak terjaminnya keamanan selama melewati sisa jalan ini, sudah ratusan kejadian berupa perampokan terjadi di sepanjang jalan ini…. baik bantuan makanan World Food Program (WFP) maupun peralatan militer milik PBB, kejadian paling mengkhawatirkan adalah dirampokkanya 2 (dua) Kontainer berisi amunisi milik China Engineering Batalion … suatu tamparan bagi PBB karena ternyata amunisi dalam salah satu kontener yang hilang adalah peluru 12,7 MM yang sering dipakai oleh kelompok pemberontak, makanya untuk mengantisipasi hal itu pihak PBB menyarankan agar setiap Troop Contribution Country (TCC) termasuk FPU Indonesia mengambil sendiri kendaraannya dari Al Obeid sampai El Fasher.

Beristirahat sejenak bersama sang kekasih.. dalam perjalanan menuju El Fasher

Beristirahat sejenak bersama sang kekasih.. dalam perjalanan menuju El Fasher

Perencanaan adalah hal yang sangat penting dalam melakukan convoy ini, terutama memikirkan aspek keamanan dan logistik  ( air, makan dan BBM) jarak yang 600 Km kalau jalan beraspal dapat ditempuh dalam waktu 10 Jam, namun dalam kondisi gurun pasir ditempuh dalam waktu 5 (lima) hari…. team mekanik, Protection Force, Driver yang berkemampuan baik dalam kondisi gurun…. yang menjadi tanggung jawab kami adalah membawa “kekasih” kami berupa 12 buah Truk dan 9 APC…

Akhirnya dalam waktu yang ditentukan, beberapa personil yang ditunjuk berangkat ke Al OBEID dengan charter flight, namun didahului beberapa hari sebelumnya oleh team mekanik, untuk mempersiapkan segala kendaraan agar siap dikendarai…..

Akhirnya juga demi “kekasih” tercinta, berangkatlah team pengemudi  FPU dari Al Obeid menuju El Fasher, melewati padang gurun, dengan segala keganasan alamnya….

kendala di perjalanan untungnya tidak ada yang terlalu berarti, hanya ada beberapa kendaraan yang terjebak dalam pasir dan ada kendaraan yang patah pernya…

Setelah melewati waktu tempuh 5 hari bersama sang “kekasih”  sampailah semua dengan selamat di El Fasher…. Raut muka yang lelah dan gosong terbakar matahari tidak mengurangi rasa gembira karena telah berhasil melaksanakan tugas….

Berfoto bersama setelah sang kekasih tiba...

Berfoto bersama sang kekasih setelah tiba...

17 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

Pasukan Formed Police Unit (FPU) Indonesia tiba di Darfur

Catatan : Tulisan saya ini juga di posting di situs Peacekeeper Indonesia : http://Pralangga.org yang pemiliknya adalah rekan saya Luigi Pralangga.

Setelah menyiapkan jalan bagi FPU Indonesia sebagai Advance team (3 orang) selama lebih kurang 5 bulan, akhirnya pasukan FPU Indonesia dipimpin oleh Komandan Kontingen AKBP Drs. Johni Asadoma M.Hum yang berjumlah keseluruhan 140 orang menapakkan kaki di lapangan terbang El Fasher, Darfur menggunakan pesawat khusus Vim Airlines yang berangkat dari Halim Perdana Kusuma, FPU Indonesia terdiri dari 110 orang “Tactical Unit” dalam 4 peleton yang keseluruhan berasal dari Satuan Brigade Mobil Polri dan 30 orang “Support Unit” yang berasal dari Kesehatan, Elektonik dan Komunikasi, Mekanik dan Juru Masak.

FPU Indonesia tiba di El Fasher

FPU Indonesia tiba di El Fasher

Bagi POLRI hal ini merupakan sejarah baru, karena inilah kali pertama POLRI mengirimkan personil dalam ikatan pasukan, selama ini hanya secara personal yang tergabung dalam Civilian Police (Civpol) dalam berbagai missi perdamaian PBB yang tergabung dalam UNAMID (United Nations African Union Hybrid Mission In Darfur).

Bagaimana peran FPU dalam misi perdamaian PBB?. Dalam aturan yang dirancang Dewan Keamanan PBB mengenai Rules of Enggagement FPU, tugas pokoknya adalah :

Menjaga setiap personil PBB dan assetnya, dan melakukan tugas khusus dalam lingkup tugas keamanan dan ketertiban seperti Riot Control, dan menjaga camp keamanan kamp pengungsi.

Sekarang pertanyaannya bagaimana perbedaannya dengan satuan militer yang juga ada dalam setiap missi perdamaian?. FPU merupakan konsep baru dalam misi perdamaian PBB, ini tercipta karena ada dirasakan adanya “Security Gap” antara tugas Militer yang “full armed” dan “Too Powerful” dalam menciptakan ketertiban masyarakat dan disisi lain kurangnya lemahnya polisi sipil PBB yang tidak bersenjata, “Security Gap” itu kira – kira harus diisi dengan Polisi yang mempunyai kemampuan Paramiliter, pengendalian huru-hara, mampu bergerak secara cepat dan mobile dan mampu mengendalikan keamanan dan ketertiban masyarakat secara cepat.

Anggota FPU Indonesia dengan unsur militer UNAMID

Anggota FPU Indonesia dengan unsur militer UNAMID

Nah, dari pemikiran tersebut terciptalah konsep FPU dalam setiap misi perdamaian PBB.

Kehadiran FPU di Darfur memang sangat diharapkan, namun proses itu memakan waktu yang panjang, saya sendiri sebagai team advance menghabiskan waktu 5 bulan menyertai peralatan FPU Indonesia dari Port Sudan sampai El Fasher, problem ini terkendala birokrasi yang sangat rumit dari pemerintah Sudan dan juga jarak tempuh yang jauh (2700 Km dari Pelabuhan Port Sudan sampai ke El Fasher!) juga medan perjalanan yang sangat buruk (tanpa jalan aspal melewati padang pasir).

Dalam rancangan UNAMID akan ditempatkan 14 (empat belas) FPU di seluruh misi, namun sampai sekarang dalam 1 tahun pertama berdirinya UNAMID baru ada 3 FPU termasuk Indonesia. Tugas pertama yang menanti adalah melakukan pengawalan terhadap UN Civpol untuk melakukan “Community Policing” di Camp Pungungsi Lokal (Internal Displaced Personal Camp/IDP Camp) selama ini tugas itu dilakukan oleh militer PBB namun memang seperti saya katakan terdahulu, tugas itu sebenarnya merupakan tugas kepolisian.

Hari – hari pertama pasukan FPU Indonesia adalah melakukan orientasi lapangan ke IDP Camp yang masuk dalam Area Of Responsibilitynya, yaitu IDP camp El Salam, Abu Shouk dan Zam–Zam, rata – rata IDP Camp ini dihuni sekitar 100 ribu pengungsi, mengunjungi tokoh masyarakat yang dikenal “Sheik” (tokoh informal setingkat dengan desa/lingkungan) dan diatasnya adalah “Omda” yang biasanya membawahi beberapa Sheik, kemudian FPU mendapatkan “Induction Training” oleh UN Integrated Mission Training Center untuk mengenal lebih dalam tentang konflik yang terjadi di Darfur.

Perkenalan dengan para Sheikh

Perkenalan dengan para Sheikh

Patroli pengamanan di salah satu penampungan pengungsi (IDP Camp)

Patroli pengamanan di salah satu penampungan pengungsi (IDP Camp)

Mandat yang berlaku seperti tertera dalam Resolusi No. 1769 Dewan Keamanan PBB, adat-istiadat masyarakat setempat dan hal – hal yang mendasar lainnya. Untuk sementara kontingen FPU Indonesia ditempatkan pada “transit camp” karena camp Indonesia masih dalam tahap pembangunan, diperkirakan akan memakan waktu selama 2 bulan, mengenai kebutuhan hidup sehari- hari seperti bahan makanan di drop secara regular dan dimasak oleh anggota “Support Unit” FPU, air untuk MCK dan minum juga di drop tiap hari.

Kendala awal bagi pasukan adalah penyesuaian fisik untuk menghadapi iklim gurun yang ganas, yang merupakan pengalaman baru bagi kami, bibir pecah, dehidrasi, mengeluarkan darah dari hidung adalah hal yang rata – rata dialami, namun kendala itu cepat dapat diatasi.

Transit Camp FPU Indonesia

Transit Camp FPU Indonesia

FPU Indonesia saat ini sudah melaksanakan tugasnya secara “full performance” setelah melewati jangka waktu 2 minggu waktu penyesuaian dan orientasi, tugasnya adalah melakukan patroli di 3 (tiga) IDP Camp yang merupakan AOR, terbagi dalam shift siang dan malam, setiap patroli terdiri dari 1 peleton menggunakan 2 buah Armored Personnel Carrier (APC) dan mobil patroli. Patroli ini merupan joint patrol bersama UN CIVPOL yang melaksanakan Community Policing.

Harapan kami adalah FPU Indonesia dapat melaksanakan tugasnya secara baik, dan sampai terakhir masih mendapat tanggapan sangat positif dari masyarakat darfur dan juga dari PBB sebagai pengguna kami, dan pulang dengan lengkap dan selamat setelah satu tahun kedepan.

AKBP REINHARD HUTAGAOL Sik
Wakil Komandan Kontingen FPU Indonesia

24 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

Police Advisor dan FPU Indonesia di UNAMID

Saya, Akbp Johni Asadoma Dan Kontingen FPU, Akbp Krishna

Saya, Akbp Johni Asadoma Dan Kontingen FPU, Akbp Krishna

Foto ini adalah dari Blog Akbp Krishna Murti SiK : Garuda Bhayangkara , seorang Police Advisor Indonesia di UNAMID, bertugas di Darfur Selatan dengan ibukotanya Nyala.

Police Advisor Indonesia di UNAMID sementara hanya sejumlah 3 orang, coba dibandingkan FPU Indonesia yang 140 orang… tugasnya sangat berbeda pula, yang jelas mereka “tidak bersenjata” sedangan FPU “bersenjata”…. hal lainya adalah Police Advisor melakukan tugas – tugas “Comunity Policing” Sedangkan FPU melakukan tugas “Pengawalan, Penjagaan dan Patroli terhadapap personal UN”, perbedaan yang sangat signifikan adalah GAJI :mrgreen: tidak usah saya sebukan jumlahnya ….. yang jelas mereka bergaji 5 kali gaji seorang FPU …… dengan pertimbangan FPU sudah disediakan makan dan akomodasi…… seorang PO harus menyiapkan hal itu sendiri.

Makan bersama di Dining Hall FPU

Makan bersama di "Dining Hall" FPU

Suasana di Dining Hall FPU, dalam suanana santai setelah penat bertugas

Suasana di "Dining Hall" FPU, dalam suanana santai setelah penat bertugas

Keberadaan Police Advisor Indonesia di UNAMID untuk sementara belum ditambah jumlahnya, masih 3 orang dari tahun kemarin, saya juga tidak mengerti kenapa sebabnya, mungkin karena adanya FPU Indonesia jadi PO tidak ditambah, tempat dinas yang berbeda menyebabkan kami jarang sekali bertemu dan inilah tulisan Akbp Khrishna Ketika berkesempatan mengunjungi FPU Indonesia yang ber “base camp” di El Fasher, dikutip dari blognya:

Sekitar awal Bulan November kemarin, tepatnya tanggal 8 November, saya berkesempatan untuk berkunjung ke rekan-rekan FPU yang sudah ber home base di El Fashir,
Tadinya saya berencana mengunjungi mereka pada bulan Januari nanti, namun beruntung kesempatan itu datang lebih cepat, karena pada tanggal 8 November bapak Duta Besar Indonesia untuk Sudan berkunjung juga ke Elfashir dalam rangka memenuhi undangan Sheikh
disana. Bersamaan dengan kunjungan Bapak Dubes itulah saya diundang untuk turut serta bertemu dengan beliau dan seluruh FPU.
Kesempatan yang baik ini saya gunakan untuk bersilaturahmi dengan mereka sekaligus menikmati hidangan ala Indonesia bersama rekan-rekan FPU.
Tadinya saya mengira mereka tinggal di akomodasi dimana saya pernah tinggal sewaktu mengikuti kegiatan “Induction Training” di El Fashir. Namun akomodasi mereka meskipun sama tenda, ternyata jauh lebih baik dan sungguh layak untuk dikatakan sebagai akomodasi sementara.
Kamar mandi cukup bersih, serta dapur dan dinning room yang nyaman. Lebih dari itu saya tinggal ditenda yg ber AC jadi cuaca panas El Fashir sungguh tidak terasa.
Keramahan rekan-rekan FPU sungguh mengurangi rsa rinda saya untuk pulang,. Sayangnya saya hanya sendiri saja disana karena 2 teman saya tertinggal pesawat di Nyala.

6 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

ON LEAVE (alias cuti…)

)

Antrian masuk pesawat ketika transit di Doha, bersama ratusan TKI lainnya, termasuk kami ha ha ha

Inilah saat yang ditunggu tunggu selama 6 bulan ini, akhirnya setelah luntang – lantung mengawal peralatan FPU Indonesia dari Khartoum, Port sudan, Al Obeid dan “final destination” El Fasher, menyiapkan akomodasi FPU Indonesia di Transit camp, sampai tiba “Main Body” Pasukan FPU Indonesia, dan saya rasa inilah saatnya untuk rehat sejenak dari “kejamnya” cuaca gurun pasir El Fasher.

Inilah pesawat membawa kami pulang....

Inilah pesawat membawa kami pulang....

Aturan untuk cuti bagi kami agak berbeda dengan employee UN lainnya, sebagai pasukan (Troops contribution Country) kami tidak boleh lebih 10 % dari total pasukan boleh mengambil cuti pada saat bersamaan, jadi maksimum 14 orang dari 140 orang., kemudian dalam 1 tahun kami hanya diberikan 2 kali cuti @ 15 hari, namun saya mengambil keseluruhan sehingga mengambil full 1 bulan…. dan karena minimnya gaji yang diterima kami disini (yang tentunya berbeda dengan UN staff lainnya termasuk CIVPOL dan MILOBS) jadi rata – rata hanya bisa pulang sekali, selebihnya pasti tekor ha ha ha…. Penerbangan ke Indonesia dari Khartoum ada tiap hari,  menggunakan Emirates dan Qatar Airways, namun saya memilih yang kedua karena harganya lebih murah 500 usd dengan kualitas yang sama…

Yang jelas perasaan saya senang sekali mebayangkan bisa bertemu anak – anak dan yayang tercinta dan mohon maklum kalau agak susah dihubungi untuk sementara, karena lagi honeymoon :P

13 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, sudan, UNAMID

INDONESIAN FPU 1st PERFORMING DUTY

Persiapan Patroli menuju IDP Camp

Persiapan Patroli menuju IDP Camp

Waduh…. sunguh berbahagia ada kesempatan lagi buat saya untuk mengupdate blog tercinta ini, mohon maaf karena rasa gembira yang menggebu – gebu karena koneksi internet yang sudah kembali, ternyata hanya dirasakan beberapa hari saja, setelah itu kembali down…     Ya sudah………, ga usah diperpanjang karena masalah ini sudah basi , karena memang beginilah “mission area” sesungguhnya, penuh dengan kesengsaraan :mrgreen:

Patroling FPU disekitar IDP camp

Patroling FPU disekitar IDP camp

Ada sesuatu yang berita yang menggembirakan dari FPU Indonesia di Darfur ini, FPU Indonesia telah diserahi tangung – jawab untuk melaksanakan tugasnya, walaupun sesungguhnya waktunya masih prematur karena keberadaan kami masih di “transit camp’, para petinggi UNAMID melihat kami sudah layak melaksanakan tugas seperti yang di “mandatkan” yaitu : “Menjaga setiap personil UNAMID beserta asset – assetnya, dan menjaga keamanan di Internal Displaced Personal Camp (IDP Camp)”

Secara garis besar dapat saya katakan: Sementara tugas FPU “tidak bersentuhan langsung” dengan para pengungsi di IDP camp, tugas kami adalah menjaga “Police Advisor” yaitu UNAMID Civilian Police melaksanakan “Community Policing” di IDP Camp, selama ini yang menjadi “Force Protection” bagi mereka adalah Militer dari Batalion Rwanda, namun setelah kami ada akan ada alih tugas dari Militer ke FPU untuk menjamin keselamatan “Police Advisor” dalam melaksanakan tugasnya.

Secara global schedule yang dilaksanakan adalah shift pagi (09.00 – 13.00) dan Shift Sore (14.00 – 18.00), dengan dua tujuan IDP Camp yaitu IDP camp “AL SALAM” dan “ABU SHOUUK” yang mempunyai total jumlah pengungsi masing – masing sekitar 50 rb orang, untuk pelaksanaan pengawalan 4 peleton bergantian shift pagi dan sore.

Dari suara – suara yang saya dapat dari masyarakat dan anggota PA yang dikawal, kualitas kerja FPU Indonesia mempunyai disiplin yang baik dan dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat pengungsi, dengan kehadiran FPU di IDP camp diharapkan membawa rasa aman bagi para pengungsi dari gangguan – gangguan kriminalitas dari kelompok tertentu yang sering mengganggu mereka.

Kehadiran mu membawa rasa aman kah ?

Kehadiran mu membawa rasa aman kah ?

Demikian update terbaru dari El Fasher, Darfur… Nantikan kami selanjutnya

21 Komentar

Filed under Darfur, FPU, hukum, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Sands everywhere….

Sands Everywhere, you might get use with it.....

Sands Everywhere, you might get use with it.....

Ini foto pertama dari FPU Indonesia di transit camp El Fasher, dalam persiapan welcome parade dari UN…. Sebagai Informasi FPU Indonesia ditempatan di Transit Camp menunggu pembangunan camp permanent FPU Indonesia yang akan dibangun dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Kesan yang paling banyak dari FPU’ers mereka takjub dengan padang pasir … satu yang terlintas di pikiran mereka kalau bangun rumah ngga usah beli pasir lagi :mrgreen: cuaca yang panas ini bagi FPU’ers butuh penyesuaian fisik, wajarlah kalau mimisan, bibir pecah pecah dan radang tenggorokan karena kebanyakan menghirup debu pasir…. Tapi itu pasti segera teratasi…….. itulah cara tubuh kita beradaptasi dengan cuaca, apalagi dengan cuaca dan alam yang tidak pernah dialami sebelumnya…. :mrgreen:

Ok nantikan siaran langsung berikutnya dari Darfur…… buat istri, pacar, selingkuhan dari FPU’ers yang mau nitip salam boleh juga lewat blog ini, nanti saya sampaikan :P jangan kuatir ngga bakal punya gebetan disini, karena yang terlihat cuma onta dan dongkey :mrgreen:

23 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID

Pasukan FPU Indonesia menginjakkan kaki di El Fasher

Pasukan FPU menginjakkan kakinya pertama kali di Darfur

Pasukan FPU menginjakkan kakinya pertama kali di Darfur

Inilah puncak moment yang selama ini saya tunggu selama 5 bulan ini ….. demi menyiapkan kedatangan pasukan FPU Indonesia di Darfur, dan akhirnya waktu itu tiba pula…… tepat pada pukul 08.40 Waktu Sudan tanggal 12 Oktober, pesawat VIM Airlines yang di Carter PBB “Touch Down” dengan sempurna di Lapangan terbang El Fasher. Seluruh 130 Orang pasukan FPU Indonesia tiba dengan selamat, pada kesempatan ini Deputy Commisioner Civpol untuk UNAMID Mr. Awani menyambut langsung kedatangan di Bandara.

Walaupun ditengah kendala jaringan internet yang rusak total di seluruh Darfur, saya mempunyai kewajiban untuk menyiarkan berita ini di blog ini, dan juga sebagai ungkapan kegembiraan saya berhasil menghantarkan keseluruhan “Main Body” FPU Indonesia di Darfur.

Terima kasih, semoga kedepan tugas FPU Indonesia dapat membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat Darfur……… dan mohon maaf atas minimnya berita FPU dari Darfur…. karena kendala koneksi yang sangat terbatas disini…

21 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, Publik, sudan, UNAMID

Welcome to El Fasher, Darfur

Foto Bareng

Foto Bareng dengan tambahan personil

Wuih …. akhirnya perjalanan kami sampai juga di El Fasher, setelah menunggu selama 4 bulan, berturut – turut dari Port Sudan, Khartoum, Al Obeid dan akhirnya tempat missi kami di El Fasher, dan yang lebih menggembirakan lagi terdapat tambahan pasukan advance 7 orang, sehingga kami sekarang ber 10.

El Fasher adalah ibukota dari Darfur Region, terletak di utara Darfur, disini juga terdapat UNAMID (United Nations African Union Mission In Darfur) Head Quarter, jadi semua pusat operasi missi perdamaian UNAMID dikendalikan dari El Fasher, baik dari unsur civil dan Militernya, seperti saya katakan dalam tulisan sebelumnya, adalah suatu kebanggaan bagi FPU Indonesia mendapat post di tempat penting seperti di El Fasher (Force Portection Civilian Force) dan Force Protection Military force diserahi tanggung jawab batalion dari negara Rwanda.

FPU Indonesia dan unsur lain baik dari militer maupun sipil nantinya akan ditempatkan dalam suatu “supercamp” yang akan segara dibangun, sementara ini kami tinggal di “transit camp” di daerah Zam – zam, suatu tempat sedikit di luar kota El Fashir, fasilitas masih minim sekali, internet connection masih share dan ngantri dengan orang menggunakan fasilitas PBB, karena ternyata fasilitas internet pribadi yang saya beli semenjak datang ke Sudan tidak berfungsi, hubungan dengan Mobile Phone juga tidak berfungsi secara normal, dan lebih lengkap penderitaan kami karena tinggal di tenda tanpa fasilitas AC, dan minimnya air untuk MCK, ………. berbeda jauh dengan hidup kami sebelumnya sebagai “manusia Kontener”…….dan sekarang menjadi “manusia tenda” …..nasib – nasib….. :(

Dalam kesempatan ini juga kami walaupun terlambat kami mengucapkan, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin, dan mohon maaf kalau blog ini agak jarang di Update karena kendala yang saya sampaikan diatas :mrgreen:

25 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID

NEXT JOURNEY : EL OBEID

map_sudan_darfur

Mulai dua hari yang lalu, kami meneruskan perjalanan lagi, dari Port Sudan, Khartoum, dan sekarang El Obeid dan terakhir akan menuju El Fasher El Obeid adalah pusat logistik UN di seluruh Sudan, dan melayani 2 missi yaitu UNMIS dan UNAMID. UN logistic Base El Obeid, terletak di sebelah bandara El Obeid, dengan lokasi yang luas sekali kurang lebih 30 hektar. Segala logistic UN dari port Sudan walaupun ke Khartoum misalnya, harus melalui El Obeid yang jaraknya lebih jauh dan berputar kembali ke Khartoum (lihat peta diatas) Demikian juga peralatan FPU, sebelum memasuki mission area di El Fasher Darfur, juga harus melalui El Obeid. dan disinilah diperlukan kehadiran kami, untuk melakukan prosedur yang sama seperti di Port Sudan, yaitu melakukan recheking barang barang kita disini.

UN

Sampai kapan disini ? saya juga ngga tahu, yang jelas setelah semua barang FPU meninggalkan El Obeid baru kita bergeser lagi ke El Fasher…. Mengenai kehidupan ? memang sehari hari nampaknya dihabiskan di dalam camp, dengan ukuran yang cukup luas ada waktu kami untuk berolah raga… untuk akomodasi lumayan bagus… segalanya sudah organized well disiapkan UN, istilahnya menjadi tamu kehormatan :)

contener

Kami tinggal di transit camp, dalam satu kontener ber ac, dan makan di kantin lumayan enak, nih seperti gambar dibawah ini, not bad kan ?

makan

El Obeid ? kotanya bagaimana ? kotanya termasuk kota kecil dengan penduduk tidak terlalu padat, terletak di daerah savana, perbatasan dengan gurun di utara.. cuaca disini agak baik (tidak panas) seperti di Khartoum, dan kebetulan memang lagi musim hujan.

UN Log Base

Demikian laporan pandangan mata dari El Obeid, semoga betah ….. Belanda masih jauuuuh oom ;-)

12 Komentar

Filed under Darfur, hukum, PBB, UNAMID

HARI – HARI DI PORT SUDAN V: MOBIL NAIK MOBIL

Wahh lega……., akhirnya rombongan pertama dari peralatan FPU berangkat juga ke Darfur….

Tidak banyak yang bisa kita lakukan untuk mempercepat proses keberangkatan, kita hanya bertugas melihat dan mencatat, semua urusan pengangkutan dan lain – lain adalah urusan bagian Movement PBB.

Pengangkutan barang dilakukan setelah melalui proses yang panjaaaang sekali dari : Bongkar muat di pelabuhan, pengurusan Bea Cukai, pengecekan barang, pembukaan tender bagi transportir, penetapan tender, pembuatan surat tugas, pembuatan manifest barang, cek ulang (cuma disini andil kita), akhirnya bisa diberangkatkan ke tempat tujuan…… (dan kita harus ke tempat tujuan untuk kembali mengecek barang yang sampai)

ini adalah laporan pandangan mata ketika menyaksikan keberangkatan perdana barang kita :-)

Bashir Palace Hotel

Pagi hari sebelum berangkat ke tempat pengangkutan…. (sekalian numpang narsis :P )

tampak belakang

Ooooo begini toh truk pengangkut mobil ?

lepas canopy

Karena “mentok” terpaksa kanopi harus dibuka dulu….., nanti dipasang lagi yaaa….

naikin truk

Kalau ini cara naikin truk, lewat “gundukan” tanah yang berfungsi sebagai jembatan….

P1000557

Naikin mobil sih gampang, sudah ada jembatan naik turun, tinggal naik… dengan catatan yang naik harus bagian atas dulu….

apc naik truk

Truk dan APC bersamaan berangkat…. karena beratnya, jadi maksimum cuma 2 item sekali angkut (dengan tambahan trailer)

mobil naik mobil

Kalau yang ini pasti bisa muat banyak, atas bisa bawahpun bisa ….. inilah namanya : “Mobil naik Mobil”

kartun

18 Komentar

Filed under Darfur, FPU, PBB, Polisi, polri, sudan, UNAMID