Arsip Kategori: hukum

Gangster Malaysia

Bagi orang Indonesia membaca judulnya pasti ketawa, bagaimana di Malaysia negara yang terlihat katronya dengan style Melayu mempunyai gangster ?  No, ini masalah serius disini .. saya sendiri sebagai anggota Polri yang ditempatkan di Malaysia melihat masalah ini sangat serius dan berbahaya, bahkan dikatakan hampir sama dengan perang gang di Mexico.

Genk China di Malaysia

Genk China di Malaysia

Hampir setiap hari bisa terjadi penembakan di jalan dengan cara yang amat profesional, mereka mengambil titik lemah seseorang, pada saat membawa mobil berhenti di lampu merah, pada saat yang sama datang memepet sepeda motor berbonceng dua, dan … dor …dor .. meninggalkan korban tewas di di dalam mobil,  ada juga korban yang diincar pada saat makan di restoran pada saat orang ramai,  pembunuh datang ke dalam dan menembak kepala korban hingga tewas didepan orang banyak.

Yang menarik dari peristiwa ini adalah kebanyakan korban tewas dalam penembakan berasal dari ras pendatang (India, China), satu satunya melayu yang menjadi korban adalah ketika seorang Direktur Bea Cukai Malaysia ditembak mati di mobilnya pada saat mau ke kantor.

genk 08 India

genk 08 India

What a bloody hell … yang terjadi di Malaysia.  Saya sudah mengkalkulasi semenjak Bulan Februari hingga akhir Agustus 2013 telah ada kurang lebih 40 street shooting yang mengakibatkan kematian korban, dan (sayangnya) belum ada kasus yang benar – benar terungkap siapa pelaku dan aktornya.
Masyarakat Malaysia mulai merasa tidak aman karena sehari hari disuguhkah berita peristiwa penembakan, dengan mayat bergelimpangan.  Polisi dalam memberikan statement setelah kejadian penembakan selalu hanya mengatakan kejadian tersebut adalah perang antar genk, dengan mengindetifikasikan  si korban berasal dari anggota genk mana, yang sebenarnya dengan mudah diidentifikasi dengan melihat tatoo pada tubuhnya. Tentu saja jawaban itu tidak membuat masyarakat menjadi puas sehingga masyarakat mendambakan berlakunya kembali UU preventif yang telah dicabut seperti ISA (Internal Security Act) dan EO (Emergency Ordonantie) yang memperbolehkan Polisi melakukan penahanan preventif tanpa pengadilan selama 2 tahun.

Yang jelas Polisi malaysia harus berbuat sesuatu untuk mengatasinya, dan dikeluarkanlah suatu perintah operasi kepolisian yang diberi nama operasi “Changkat” operasi untuk memberantas ganster di Malaysia. Apakah ini menjadi ajang balas dendam Polisi yang jelas pada awal operasi di Penang Malaysia, Polisi telah menembak mati 5 orang anggota gank “08″ di Penang,  yang mayoritas anggotanya orang India.

Kepolisian Malaysia kemudian mengadakan jumpa Pers dengan membeberkan data tentang seluruh nama genk di malaysia berikut daftar anggotanya, demikian datanya:

1) Identifikasi Genk:
Polisi mengidentifikasi ada 49 genk di seluruh Malaysia, dengan anggota keseluruhan sejumlah 40.313 orang, dengan perincian anggota gank etnis India 28.926 orang atau 71 % dari kesuluruhan anggota genk, etnis China sebanyak 8.214 orang atau 21 % dan sisanya 1.923 orang atau 5 % berasal dari keturunan Melayu, dan sisanya 1.250 orang atau 3 % dari etnis lainnya (Coba bandingkan komposisi penduduk di malaysia dengan 60 % Melayu/pribumi, 33 % China dan 7 % India)

2) Inilah nama nama genk berdasarkan etnis:
- Etnis Melayu: Double 7, Tiga Line, Geng 30
- Etnis China: Genk 24, Geng 18, Genk 36, Genk 21, Ang Soon Thong, Wah Kee, Sio Sam Ong, PNEH, Hong Hong San, Hai San, Sin Ang Bin, New Cell 20, Jit It Hai, Sio Koon Tong, Gee Lam Kor, Gee Ah Eng, Loh Kuan, Tiang Yee Tong, Geng Leng Hor
- Etnis India: Genk 04, Genk 08, Genk 21, Genk 24, Genk 18, Genk 35, Genk 36, Genk 303, Geng Satu Hati

Korban Perang Genk

Korban Perang Genk

3) Inilah cerita dari beberapa Genk Besar di Malaysia:
- Genk 04 adalah genk yang paling besar dan paling sadis, anggotanya berasal dari etnis India, dengan anggota sebanyak 5.440 orang. Kegiatan kriminal yang dilakukan adalah Penjualan Narkoba, pemerasan, Pencurian kendaraan bermotor dan aktivitas kriminal menggunakan senjata api atau benda-benda berbahaya lainnya. Gank 04 sebelumnya dikenal sebagai Gank China dengan nama Hua Kee pada 1980-an. Setelah itu diambil alih oleh anggotanya yang beretnis India. Mereka aktif di Kuala Lumpur, Johor, Penang dan Kedah. Diyakini bahwa Gang 04 tidak memiliki kepemimpinan terpusat dan beroperasi secara otonomi di setiap daerah. Baru-baru ini, lima orang anggota genk 04 yang ditembak mati dalam sebuah serangan polisi di Penang.
- Genk 08 jumlah anggota: 4.423, Genk ini didirikan pada tahun 70-an. Para anggota genk kebanyakan berada di Kuala Lumpur, Selangor, Penang, Perak, Johor, Negeri Sembilan dan Malaka. Kegiatan mereka termasuk penjualan narkoba, mengumpulkan uang keamanan dan perampokan. Tidak ada kepemimpinan pusat untuk geng ini.
- Double 7, jumlah anggota: 1.053 orang, Genk ini dibentuk delapan tahun lalu, mayoritas anggota geng adalah etnis Melayu dengan bisnis keamanan di Restoran dan sektor hiburan. Kelompok ini aktif di Semenanjung Malaysia.
- Sio Sam Ong, Secara harfiah berarti “Tiga Kaisar kecil.” Ini adalah triad China terkemuka di Malaysia, dengan kehadiran yang kuat di negara bagian utara semenanjungMalaysia dan berbasis di Penang, secara luas dianggap sebagai salah satu triad paling kuat di Malaysia. Seperti rekan-rekan di Singapura dan Taiwan, Sio Sam Ong sebagian besar terdiri dari kelompok etnis Hokkien. Kelompok ini diyakini didirikan pada tahun 1940-an. Menurut polisi Malaysia, Sio Ong Sam saat ini salah satu triad paling aktif di Penang dan diyakini secara aktif terlibat dalam politik. Genk itu disinyalir terlibat dalam perdagangan internasional narkoba, penculikan, pembunuhan, pemerasan, pemerasan, dan lintah darat. Banyak anggota Sio Sam Ong masih berada dalam daftar DPO Polisi. Sio Ong Sam adalah salah satu cabang dari Ang Bin Hoay (Kumpulan Masyarakat Ang) triad. Ang Bin Hoay adalah pengucapan Hokkien Hung Meng Hooi, yang asal dapat ditelusuri kembali ke awal dari dinasti Qing.

Beberapa catatan saya:
1) Cukup salut dengan pendataan yang akurat dari kepolisian Malaysia, bisa dibayangkan mereka mempunyai list dari semua anggota genk tersebut. Suatu kerja keras yang patut diapresiasi.
2) Pola yang cukup menarik kita melihat dari data tersebut, yaitu bagaimana Etnis India yang secara demografi di Malaysia merupakan minoritas paling kecil, namun terdata mempunyai anggota genk paling besar dari seluruh genk berdasarkan etnis yaitu 71 %, dari banyak cerita yang saya dapat banyaknya etnis India yang menjadi anggota Genk karena distribusi Ekonomi yang tidak merata, Etnis Melayu yang merupakan Mayoritas mendapat keistimewaan dalam pendidikan gratis dan bantuan ekonomi sesuai dengan konstitusi Malaysia, membuat mereka menjadi frustrasi dan mengandalkan otot untuk dapat hidup. Apakah sama dengan Genk di Indonesia yang juga berasal dari etnis Minoritas seperti etnis Ambon dan Timor ?
3) Kecenderungan lain yang saya amati adalah sepak terjang dari genk ini biasanya berorientasi pada etnisnya saja baik China dan India saja, dengan tidak mengganggu Etnis Melayu. Makanya perang genk yang terjadi belakangan ini hanya perang antar sesama Genk China atau India saja.
4) Kenapa sih tidak pernah terungkapnya peristiwa penembakan ini ? Berdasarkan rumors yang beredar di Masyarakat, mereka berasumsi peristiwa ini ini adalah Outjustice Execution yang mengingatkan saya pada peristiwa Petrus tahun 80 an, benarkah ini .. ? Belum ada yang tau sih hehe…

2 Komentar

Filed under hukum, Polisi

Kriminalisasi Kumpul Kebo, No Way

Maukah anda diintip aparat seperti ini untuk ditangkap ketika berduaan ?

Maukah anda diintip aparat seperti ini untuk ditangkap ketika berduaan ?

Pemerintah telah menyerahkan Rancangan Undang Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP) kepada DPR untuk segera dibahas dan disahkan, Undang – undang warisan Belanda dibuat tahun 1830 ini diwacanakan untuk diganti dan telah dibahas puluhan tahun, kalau tidak salah sejak awal tahun 70 an, selalu ada perdebatan bagaimana melakukan perubahan yang esensial terhadap UU ini.

Beberapa wacana penting yang jadi perdebatan antara lain: Kriminalisasi pelaku santet, hal ini telah dimasukkan dalam pasal RUU KUHP yang menurut saya konyol juga karena bagaimana membuktikan seseorang itu menyantet ? apa kita perlu memanggil setan dan Jin untuk bersaksi ?

Nah juga seperti topik yang akan kita bicarakan yaitu Kriminalisasi Kumpul kebo, dalam pasalnya dibawah ini:

“Setiap orang yang melakukan hidup bersama sebagai suami istri di luar perkawinan yang sah, dipidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana paling banyak Rp 30 juta,” pasal 485 Rancangan KUHP

Nah kalau kita membahas pasal ini bisa dijelaskan sebagai berikut:
1. Setiap orang, artinya setiap makhluk hidup yang bukan binatang dan bukan tumbuhan, bisa laki laki atau perempuan, tanpa disebutkan batasan umurnya, berarti bisa juga ABG atau bahkan anak – anak, bisa juga kakek nenek.
2. Melakukan hidup bersama sebagai suami istri, Nah hal ini yang paling rawan, apakah yang dimaksud “hidup bersama sebagai suami istri” ? apakah satu rumah tidur bareng, atau dalam kamar hotel, kos kosan, siapa yang bisa mendefinisikan hidup bersama ? petugas yang menangkap ? orang lain yang melaporkan ? Bukankah banyak juga orang yang hidup laki – laki dan perempuan tinggal share bersama dalam satu kontrakan.
3. Diluar Perkawinan yang Sah, hal ini juga mengandung kerawanan, dalam definisi UU perkawinan disebutkan perkawinan yang sah adalah apabila dicatatkan melalui lembaga resmi yaitu KUA atau Catatan Sipil, kita kesampingkan dulu orang yang hobby kawin sirih seperti kasus mantan Bupati Garut, tapi ada juga kan diakomodir dalam hukum adat kita pasangan yang menunda meresmikan perkawinannya menunggu hari baik ?

Saya memprediksi kalau sampai Undang undang ini diberlakukan akan terjadi hal – hal demikian :
1. Aparat penegak hukum “nakal” akan berpesta pora, mereka akan “menjebak” pasangan yang masuk kamar hotel berduaan, dan dengan mudahnya mereka akan menangkap setiap pasangan yang tidak dilengkapi surat nikah resmi.
2. Hotel akan menjadi sasaran “sweeping” aparat, dan itu akan berdampak sektor industri pariwisata, yang kita tidak menutup mata mereka dapat pemasukan dari pasangan yang belum menikah, demikian juga para pengusaha kos-kosan dan kontrakan. Dan pengusaha tersebut akan mengeluarkan biaya ekstra kepada aparat agar tidak di “sweeping”.
3. Yang jelas pasti banyak orang akan merasa “tidak nyaman” dengan undang – undang ini karena menarik area paling “privacy” seseorang ke dalam ranah hukum.

Percaya deh kalau pasal dalam Undang – undang ini diberlakukan akan lebih banyak Mudarat nya daripada manfaat yang didapatkan. Saya pribadi sangat menentang pemberlakuan pasal dalam UU ini, bagaimana dengan anda ? Setuju kah ?

* Baru mau diundangkan sudah ada penolakan dari 2 propinsi, yaitu Bali dan Sulawesi Utara. Baguskah apabila UU ini kalau tidak berlaku diseluruh Negeri ? Saya jadi ingat UU anti Pornografi yang juga tidak diberlakukan di kedua Propinsi itu … ingat azas hukum salah satunya bersifat Universal yang bisa diterima semua golongan dan mengikat semua warga negara, kalau seperti ini apa masih efektif hukum ini ? atau hanya memuaskan golongan tertentu saja ?

4 Komentar

Filed under hukum

Kenapa nama berbau Arab susah mendapat Visa USA ?

Kata orang buat visa ke USA itu seperti berjudi, bisa dapat bisa tidak…,  Sudah habis waktu mendaftar dan ngantri berjam – jam untuk di wawancara di US Embassy eh Visanya ditolak, lebih sedihnya kalau misalnya visa ditolak, uang untuk membuat visa yang kurang lebih $ 190 (Rp 1,7 juta) hangusss tidak kembali.

Contoh Visa USA (courtesy http://itn-asia.blogspot.com)

Memang disadari negara AS pasca peristiwa 9/11 menjadi negara paranoid terhadap pendatang asing ke negara mereka, mereka sampai membentuk departemen Homeland Security yang fungsinya mengkoordinasikan beberapa institusi dibawahnya seperti Imigrasi dan Bea cukai dengan lembaga penegak hukumnya ICE (U.S. Immigration and Customs Enforcement), Kepolisian lokal, Port AuthorityAirport Transportation Security Administration (TSA) dan juga memberi penilaian terhadap data intelejen dari berbagai institusi intelejen seperti CIA, FBI, NSA dll dalam membuat kebijakan keamanan dalam negeri Amerika Serikat, jadi artinya semua kebijakan mengenai keamanan dalam negeri semua melalui “satu pintu” yaitu melalui Departemen Homeland Security.

Untuk entry ke wilayah Amerika Serikat diperlukan visa, visa diterbitkan oleh Kedutaan Besar atau Konsulat AS di negara setempat, namun data applicant dikirim ke Amerika terlebih dahulu, sekarang sebenarnya mudah saja karena bisa dilakukan melalui online website, setelah mendaftar dan membayar baru datang ke ke kedubes AS untuk diwawancara. Sebelum diadakan wawancara nama applicant sudah masuk ke dalam sistem komputer Amerika Serikat, dalam sistem ini dimasukkan list nama – nama buronan yang dicari oleh Pemerintah AS, oleh Interpol Notices seperti Red Notices, dan UN Consolidated List. nah apabila nama – nama pemohon visa ada yang sama dengan nama – nama dalam list ini, sistem akan alert memperingatkan, kalau sudah sampai tahap ini akan ada penelitian lebih mendalam terhadap applicant visa tersebut dan membutuhkan waktu untuk meneliti Background applicant tersebut, biasanya finalisasi akan dilihat dalam wawancara.

Nah inilah benang merahnya kenapa nama – nama berbau Arab selalu susah untuk mendapatkan Visa di AS, dalam UN consolidated List yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB berdasarkan resolusi DK no 1267 dan resolusi DK no 1989, list ini memuat orang – orang yang dicurigai mempunyai hubungan baik langsung maupun tidak langsung dengan organisasi teroris AL Qaeda,  disebarkan ke umum melalui website dan bisa di lihat di sini,  dalam UN cosolidated list ini telah ditetapkan 232 orang yang masuk dalam list ini, seperti diketahui nama – nama yang tercantum sebagaian besar adalah nama Arab, bisa dilihat nama – namanya disini , jadi harap maklum kalau anda adalah applicant untuk Visa AS dan  namanya ada yang mirip dalam daftar tersebut, kemungkinan besar akan bermasalah.

Hal ini ternyata juga berlaku untuk pemegang paspor dinas (service pasport) dan paspor diplomatik, bagi pejabat Indonesia untuk melakukan perjalanan ke AS, contohnya boss saya di kantor pernah akan melakukan perjalanan ke AS dalam sebuah rombongan untuk berdinas ke AS, dari sekian jumlah rombongan yang mendapat visa, hanya 2 orang yang tidak mendapat Visa, yaitu bos saya dan seorang rekannya, dan tahu kenapa ? karena boss saya dan rekannya punya nama yang berbau Arab, dan itu bukan hanya sekali.. setiap ia mau berangkat ke AS pasti akan selalu bermasalah, walaupun akhirnya mendapat visa. Nah kalau pasport dinas saja ada kendalanya, bagimana dengan paspor hijau biasa ? hehe ribet kan ?

12 Komentar

Filed under hukum, Polisi

Cerita seru seputar ilmu Forensik (4): Hilangnya Istri Sang Raja Sosis

Adolph Louis Luetgert

Adolph Louis Luetgert, (from Wikipedia)

Dalam tulisan ini saya akan kembali menceritakan bagaimana kisah – kisah seru dari dunia forensik, kali ini saya menceritakan tentang Adolph Louis Luetgert (27 Desember 1845-7 Juli 1899) adalah seorang Jerman-Amerika yang dikenal sebagai “Raja Sosis”. Pada tahun 1897 ia dituduh membunuh istrinya Louise Luetgert dengan melarutkan tubuhnya dengan zat asam di sebuah tungku di pabrik sosisnya. Yang istimewa dari peristiwa ini adalah bagaimana cara membuktikan Luetgert sebagai tersangkanya, padahal tidak ada saksi yang melihat langsung pembunuhan ini dan tidak ada bekas tubuh korban (hancur karena zat asam). Inilah pertama kali diperkenalkan dalam sidang pengadilan saksi ahli Forensik Antropologi yang dapat meyakinkan Juri bahwa Adolph Luetgert adalah pelakunya.

Adolph Louis Luetgert adalah seorang imigran dari Jerman yang datang ke AS untuk mencari kehidupan yang lebih baik, ia bekerja serabutan dan akhirnya mendapat modal untuk mendirikan usaha, ia mencoba membuat sosis Jerman yang disebut “Frankfurter” pada test pasar ia menyadari bahwa warga Chicago menyukai sosis jenis ini, maka berkembanglah usaha ini hingga ia membuka sebuah pabrik sosis pada tahun 1879.

Adolph menikahi istri pertamanya, Roepke Caroline, pada tahun 1870 dan ia meninggal pada tanggal 17 November 1877. Kemudian dua bulan setelah kematian Caroline pada tanggal 18 Januari 1878 ia menikah lagi dengan Louise Bicknese. Luetgert memiliki enam anak, dua dengan Caroline dan empat dengan Louise. Hanya tiga dari anak-anaknya selamat melewati usia dua tahun.

Penyidikan atas hilangnya Louise Luetgert.

Louise Luetgert

Louise Luetgert (From Wikipedia)

Pada tanggal 1 Mei 1897 Louise menghilang dari rumah, Luetgert mengatakan kepada anak-anaknya bahwa ibu mereka telah pergi untuk mengunjungi kakaknya pada malam sebelumnya namun tidak pernah kembali. Setelah beberapa hari, saudara Louise, Diedrich Bicknese melaporkan kehilangannya ke kantor polisi. Luegert kemudian mengklaim kepada polisi bahwa istrinya telah lari dengan pria lain. Selama investigasi mereka, polisi mendapat informasi bahwa pasangan itu memiliki sejarah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pasangan tersebut terlihat sering bertengkar. Menurut sebuah sumber, Luetgert mengalami kesulitan keuangan, sehingga ia mulai berhubungan dengan seorang janda kaya. Ia berencana untuk menikahinya untuk menutupi kesulitan ekonomi, tentunya setelah ia menyingkirkan istrinya.

Polisi melanjutkan penyelidikan mereka dan menemukan pada saat Louise menghilang pada malam tanggal 1 Mei 1897, sekira pukul 10.30 ia terlihat memasuki pabrik dengan suaminya. Seorang penjaga dari pabrik sosis mengkonfirmasi cerita itu, dan mengatakan bahwa Mr Luetgert memperbolehkan ia pulang untuk beristirahat. Polisi juga mendapat penemuan mengejutkan, mereka menemukan tagihan yang menyatakan Luetgert membeli arsenik dan potas sehari sebelum pembunuhan itu.  Karena semua bukti terakumulasi dan tersambung, penyidik mendapat keyakinan bahwa Luetgert telah membunuh istrinya dengan cara direbus dalam zat asam dan kemudian dibuang di sebuah tungku pabrik. Penyidik Polisi kemudian melakukan pencarian di tungku tempat membuat sosis yang untuk bisa mendapatkan sisa tubuh manusia.  Di sana mereka menemukan dua cincin Louisa termasuk salah satunya yang berinisial “LL” terukir di atasnya.   Polisi juga menemukan fragmen tulang yang kemudian diidentifikasi oleh antropolog forensik adalah tulang metatarsal, falang jari kaki, tulang rusuk dan kepala perempuan.   Berdasarkan penemuan alat bukti ini, Luetgert kemudian ditangkap dan diadili, walaupun masih mengklaim dirinya tidak bersalah.

Sidang Pengadilan

Sidang pembunuhan dengan terdakwa Adolph Luetgert dimulai pada akhir Agustus tahun 1897 dan mengambil tempat di Pengadilan County Cook.  Dengan Hakim Richard Tuthill,  Luetgert dibela oleh oleh William Vincent dan jaksa penuntutnya adalah Charles Deneen (Ia kemudian menjadi Gubernur Illinois dan Senator AS untuk Illinois).

Jaksa  menggunakan tulang dan cincin yang ditemukan di salah satu tungku di pabrik sosis Luetgert sebagai bukti utama.  Cincin itu tertulis dengan inisial LL, yang sangat dimungkinkan singkatan dari Louise Luetgert. Pembela berargumen Louise Luetgert telah meninggalkan rumahnya pada tanggal 1 Mei 1897 dan juga mengklaim kesaksian banyak orang bahwa mereka telah melihat dia Louise terlihat dimana – mana.  Selama persidangan, terlihat bahwa Luetgert tampaknya tidak peduli dan terlalu percaya diri bahwa ia tidak bersalah.  Sehingga pada akhir sidang para Juri tidak bisa mencapai keputusan bulat, sehingga kasus itu di sidang ulang.

Sidang kedua Luetgert dimulai pada Januari 1898 di gedung pengadilan yang sama.  Jaksa kemudian menghadirkan saksi seorang antropolog Field Museum di Chicago Columbus bernama George Amos Dorsey, Karena pengetahuannya yang luas tentang tulang manusia dan hewan,  ia dapat dengan meyakinkan membuktikan bahwa tulang ditemukan adalah tulang manusia.  Akirnya pada kali ini juri menghasilkan sebuah keputusan dengan suara bulat, bahwa Luetgert bersalah.  Luetgert dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Luetgert meninggal di penjara setahun sesudahnya pada tanggal 7 Juli 1899 dalam keadaan sakit jiwa.

Kasus ini adalah salah satu persidangan pertama diliput secara luas oleh media. Koran Chicago memberitakan peristiwa ini setiap hari, mereka bahkan menguping pembahasan yang dilakukan oleh juri untuk diberitakan.  Kasus ini pada saat itu disebut kasus selebriti  karena gencarnya pemberitaan tentang persidangan kasus pembunuhan ini.

Hal yang paling penting juga adalah untuk pertama kalinya penyidik menggunakan ahli forensik untuk pembuktian suatu kejahatan, semenjak saat itu berkembanglah ilmu forensik sebagai alat bantu polisi untuk membantu memecahkan kejahatan.

2 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal, police, Polisi, polri, Publik

Skenario Pemerdekaan Papua

Melihat peristiwa yang marak terjadi di Papua beberapa waktu belakangan ini, sungguh miris terjadi penembakan gelap dimana – mana, awalnya yang menjadi sasaran adalah para karyawan PT Freeport Timika yang hendak berangkat bekerja, kemudian penembakan ini merambah ke sasaran yang berada di kota jayapura dan sorong, dimana 4 orang tewas ditembak yaitu 3 warga dan 1 personil TNI di Abepura Jayapura dan yang paling heboh di dunia Internasional adalah penembakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal di lokasi wisata Pantai Base kota Jayapura dengan korban Pieter Dietmar Helmut warganegara Jerman. Saya duga masih akan masih banyak lagi aksi – aksi pengacauan keamanan setelah ini dan ekskalasinya pasti akan meningkat.

Yes, apa yang terjadi di Papua adalah skenario yang mengarah kepada “pemerdekaan”, skenario ini adalah memang dirancang, direkayasa untuk internasionalisasi masalah papua sebagai tahap awal untuk memerdekakan papua. Sebagai mantan peacekeeper di beberapa negara yang wilayahnya ingin merdeka, saya rasanya tahu bagaimana cara – cara mereka untuk membawa sebuah negara ke arah merdeka.

Patut diketahui bahwa cara – cara mengganti pemerintahan otoriter yang terjadi di beberapa negara jazirah arab berbeda dengan cara sebuah daerah memerdekakan diri, isyu paling fundamental adalah bagi daerah yang mau merdeka adalah perbedaan etnis atau kaum minoritas yang tidak diperlakukan adil oleh pemerintah pusat, berbeda dengan pemberontakan yang mau mengganti pemerintah; adalah rakyat mempunyai “common enemy” makanya mereka menggulingkan pemerintah dengan “people power”.

Saat ini beberapa hotspot dimana sebagian warganya meninta merdeka adalah:  Gerakan Basque di Perancis, Kaum tamil di Srilangka, Darfur di Sudan. Beberapa daerah telah berhasil perjuangannya dan menjadi negara baru seperti Kosovo dan Sudan Selatan. Indonesia sendiri pernah mengalami pisahnya Timor timur menjadi negara sendiri.

Berikut ini adalah perkiraan saya (pribadi) tentang beberapa metoda / skenario yang akan digunakan Organisasi Papua Merdeka dalam memperjuangkan kemerdekaannya:

1. Gerakan ini akan mengintensifkan “teror” khususnya bagi pendatang non papua, “penembakan gelap” akan digiatkan, mereka ingin agar ada rasa tidak aman pada kehidupan sehari – hari masyarakat papua, keadaan tidak aman ini akan melumpuhkan aspek penghidupan masyarakat papua, terutama pada perekonomian dan roda pemerintahan, kalau dua aspek ini tidak berjalan akan ada ketidak – percayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat keamanan. Sehingga masyarakat akan mendapat kesan bahwa OPM akan lebih care terhadap mereka dalam menjamin keamanan.

2. Mencoba meng-internasionalisasi permasalahan di Papua,  gerakan OPM akan secara taktis membawa permasalahan ini ke dunia internasional, dengan era “keterbukaan informasi”  sekarang ini akan mudah bagi mereka untuk mengangkat isu internal dalam negeri menjadi isu internasional, yang paling laku dijual adalah isu Human Rights/HAM, Genosida,  ketidakadilan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.  Cara yang bisa  dicapai adalah dengan “mengorbankan” penduduk asli papua sendiri, gerakan ini akan “membenturkan” masyarakat dengan aparat keamanan, contoh pada saat demonstrasi massa mereka akan berbuat sesuatu sehingga terjadi bentrokan massa dengan aparat keamanan, sehingga jatuh korban massa, nah hal inilah yang bisa “dipelintir” dan diangkat ke dunia internasional bahwa terjadi “pembantaian etnis”, ini bisa mencoreng Indonesia sebagai negara yang tidak melindungi warganya. Penembakan terhadap warga negara asing juga bisa membawa hal ini ke dunia Internasional, sebelumnya sudah ada WN. Australia dan AS yang tewas di papua akibat penembakan gelap.

3.  Melakukan kampanye Internasional,  seperti diketahui pola perjuangan OPM ada 2 lini yaitu lini dalam negeri dan luar negeri,  di dalam negeri terdiri dari sayap politik dan Militer, mereka menggunakan cara – cara Clandestin atau “Underground” , mereka menyusupkan agen – agen mereka kedalam pemerintahan dan merekrut orang  – orang yang pro OPM untuk menguntungkan gerakan mereka.  Untuk gerakan di luar negeri mereka menggunakan tokoh mereka di lua negeri untuk mengkampanyekan gerakan mereka, kebetulan mereka ada seorang tokoh OPM yang berhasil lari dari Indonesia bernama Benny Wenda, permintaan suakanya sudah diterima oleh pemerintah Inggris, sehingga ia menjadi WN. Inggris. Benny Wenda sampai sekarang masih tercatat dalam daftar “Red Notice” Interpol karena peristiwa pembunuhan di Papua. Ia lah menjadi corong dari gerakan OPM di luar negeri. Upaya yang dilakukan adalah mendekati parlemen internasional, khususnya di negara eropa untuk mendukung perjuangan OPM.

Dari ketiga upaya ini akan mengerucut menjadi satu, seperti yang pernah kita alami di Timor Leste, yaitu adanya Desakan dari dunia Internasional agar ada “Campur tangan” negara di luar Indonesia untuk pada awalnya “Menyelesaikan” Permasalahan yang terjadi PBB akan turut campur dan pada awalnya akan mengirimkan “Observer” untuk melihat ke wilayah apa yang terjadi sesungguhnya.  Hal ini akan sangat berbahaya karena rekomendasi observer ini adalah pasti kehadiran “Misi Perdamaian” untuk melihat aspirasi warga papua, dan hasilnya mudah ditebak , pasti Referendum menentukan nasib sendiri. Yang hasilnya pasti sudah tau kan ? pasti  hasilnya merdeka.

Jadi bagaimana agar kita tidak kehilangan kedua kalinya wilayah kita setelah Timor Leste ? ini pendapat saya:

1.  Untuk  zaman sekarang dimana kebebasan media sudah sangat terbuka, kita tidak perlu mencegah kampanye buruk dari pihak OPM tentang apa yang disebut “Kolonialisme” Indonesia atas Papua, justru kita harus melakukan kampanye positif tentang apa yang telah kita lakukan di bumi Papua.

2.  Kesejahteraan , ya itu kata kuncinya.  Sejahterakan masyarakat papua, buat pendidikan yang baik dan dengan mereka sejahtera mereka akan merasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Biarkan rakyat papua mempunyai kedaulatan di wilayahnya sendiri.

3. Rangkul kembali pihak OPM untuk menjadi bagian bersama dalam pembangunan di Papua. Tidak semua warga papua hendak memerdekakan diri.  Masyarakat papua lebih bersifat kesukuan jadi tidak ada yang lebih dominan dari yang lain.

4. Untuk aparat keamanan kurangi kekerasan yang tidak perlu, karena ini merupakan alat OPM untuk mengangkat permasalahan ini ke dunia Internasional.

Demikian akhir tulisan saya, saya rasa kita pernah punya contoh bagaimana kasus Timor Leste dan Aceh, gunakan cara – cara seperti di Aceh adalah cara terbaik untuk dilakukan yaitu penyelesaian tetapi tetap dalam kerangka NKRI, bagaimana caranya ? silahkan para pimpinan negara ini memikirkan jalan yang terbaik.

Sebagai penutup ini adalah ucapan Benny Wenda dalam Oslo FreedomForum 2012, silahkan menilai sendiri kebenarannya…..

15 Komentar

Filed under hukum

Police Brutality

Beberapa waktu belakangan ini Polri disibukkan dengan beberapa kasus yang mencoreng namanya, seperti kerusuhan di Bima, matinya tahanan di dalam tahanan, dan banyak lagi kasus bentrokan massa dengan polisi, segala pihak menyoroti peristiwa ini bahkan pihak DPR hendak meninjau kembali peran polisi dalam UU Keamanan Nasional. Polisi memang diberi kewenangan berdasarkan Undang – Undang untuk menggunakan kekerasan didalam melaksanakan tugasnya, dari hal yang ringan seperti mendorong massa hingga yang mematikan, menggunakan alat dari pentungan hingga senjata api. Kewenangan yang sungguh besar ini sering disalah – artikan oleh petugas di lapangan dengan menggunakan kekerasan yang berlebihan atau “Excessive Force” , hal inilah yang sering terjadi di lapangan, dikala chaos terjadi, seorang polisi yang juga manusia tergerak untuk melakukan kekerasan diluar kapasitasnya.

Seluruh Kejadian ini didalam terminologinya disebut “Police Brutality” (Kebrutalan polisi) yang artinya adalah adalah penggunaan kekerasan yang berlebihan, penyerangan fisik, juga bisa dalam bentuk serangan verbal dan intimidasi psikologis oleh petugas polisi. Penggunaan pertama kali istilah “Police Brutality” berdasarkan tulisan pada koran New York Times pada tahun 1893, yang menggambarkan seorang polisi melakukan pemukulan terhadap seorang warga sipil.

Kebrutalan Polisi tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan juga terjadi di negara-negara maju yang dikenal sistem hukumnya sudah baik seperti di Eropa dan Amerika. Beberapa perilaku polisi yang tercela antara lain:

Penangkapan palsu/rekayasa;
Intimidasi;
Tidak netral/ membela golongan/sara tertentu,
Kekerasan politik,
Penyalahgunaan penyadapan,
Pelecehan seksual
Pemerasan dan
Menerima sogok.

Kepolisian yang modern yang berazaskan nasionalitas berawal di negara Prancis pada abad 17 dan 18, bandingkan dengan kepolisian modern yang didirikan di negara-negara lain dimulai pada abad ke 19 dan awal abad ke 20, tetapi rupanya kasus kebrutalan polisi turut terjadi seiring lahirnya kepolisian modern tersebut,

peristiwa seringnya terjadi pemukulan warga oleh petugas patroli bersenjata dengan tongkat dan berbagai insiden kebrutalan pada saat pemogokan buruh besar-besaran, seperti pemogokan besar para pekerja kereta api pada tahun 1877, pemogokan Pullman tahun 1894, pemogokan pekerja tekstil Lawrence pada tahun 1912, pembantaian Ludlow pada tahun 1914, pemogokan buruh Baja tahun 1919, dan pembantaian Hanapepe tahun 1924. Hingga berkembang luas pada masyarakat polisi adalah “penindas” selain itu ada persepsi polisi selalu menindas kaum yang lemah seperti kaum minoritas, kaum muda, orang miskin dan cacat.

Petugas polisi memang diizinkan secara hukum untuk menggunakan kekerasan, dan hal ini seperti yang diharapkan oleh masyarakat untuk melakukannya jika diperlukan. Menurut Jerome Herbert Skolnick dalam mengatur menangani sebagian besar elemen masyarakat , diperlukan orang yang bekerja dalam bidang penegakan hukum yang secara bertahap dapat mengembangkan sikap atau rasa otoritas diatas masyarakat, sayangnya dalam beberapa kasus, polisi merasa mereka bisa berbuat sekehendaknya karena merasa dipayungi hukum.

Kepolisian Kanada dalam sebuah laporannya tentang penyebab kesalahan dalam tindakan kepolisian, menyebutkan “Organisasi dan komandan dalam Kepolisian setiap ada peristiwa yang mencoreng kepolisian selalu menyalahkan individu dan kesalahan individu seperti: perilaku, psikologis, faktor latar belakang, dan sebagainya, bukannya menangani faktor-faktor sistemik dalam kepolisian”,  Dalam laporan ini dibahas faktor-faktor sistemik, yang meliputi :

1. Di dalam kepolisian terdapat budaya “tutup mulut” yaitu sub-kultur yang melindungi kepentingan polisi yang melanggar hukum;

2. Adanya prespektif di dalam tubuh polisi yang tidak percaya dan curiga memandang orang diluar polisi;

3. Komando dan struktur dengan dasar yang hirarkis yang kaku di dalam kepolisian, Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kaku hirarki, semakin rendah skor pada ukuran perbuatan yang etis;

4. Adanya Kekurangan dalam mekanisme akuntabilitas internal, termasuk investigasi internal.

Laporan Hak Asasi Manusia oleh Amnesti Internasional pada tahun 2011 mencatat banyak terjadi penyalahgunaanan kewenangan polisi, terutama di negara – negara rezim otoriter, antara lain:

Di Inggris, laporan atas kematian guru Selandia Baru dan anti-rasisme kampanye Blair Peach pada tahun 1979 diterbitkan di situs Polisi Metropolitan pada 27 April 2010.  Kesimpulannya adalah bahwa Blair Peach dibunuh oleh seorang polisi, tetapi petugas polisi lain dalam unit yang sama telah menolak untuk bekerjasama dan berbohong kepada penyelidik, sehingga mustahil untuk mengidentifikasi pembunuh yang sebenarnya.

Di Inggris, selama KTT G 20 tahun 2009 di London, seorang bernama Ian Tomlinson dipukul dengan tongkat dan kemudian didorong ke lantai, saat dia berjalan pulang dari bekerja, Tomlinson kemudian pingsan dan meninggal. Petugas yang menyerang Tomlinson ditangkap atas dugaan pembunuhan, namun kemudian dibebaskan karena tidak cukup bukti. Peristiwa ini sempat difilmkan oleh seorang turis Amerika.

Di Serbia, kebrutalan polisi terjadi dalam banyak kasus selama protes terhadap Slobodan Milosevic, pada saat protes terhadap pemerintahan sejak Milosevic. Kasus yang tercatat pada bulan Juli 2010 adalah ketika lima orang, termasuk dua anak perempuan , ditangkap, diborgol dan kemudian dipukuli dengan tongkat atau diperlakukan buruk selama satu jam. Rekaman kamera petugas keamanan dikalahkan oleh rekaman yang diperoleh oleh media, dan hal ini menyebabkan kemarahan publik. Pejabat polisi, termasuk Ivica Dačić, menteri dalam negeri Serbia, membantah kejadian ini dan menuduh korban “yang menyerang petugas polisi pertama kali”. Ia juga secara terbuka menyatakan bahwa “kehadiran polisi tidak untuk memukuli warga negara”, tetapi dalihnya adalah “hal itu sudah sewajarnya mereka dapat kalau menyerang polisi”

Pada 4 Agustus 2011, Gorka Ramos, seorang jurnalis Lainformacion dipukuli oleh polisi dan ditangkap saat meliput aksi protes 15-M dekat Kementerian Dalam Negeri di Madrid

Seorang fotografer lepas, Daniel Nuevo, dipukuli oleh polisi ketika meliput demonstrasi menentang kunjungan Paus pada bulan Agustus 2011 di Spanyol.

Hal – hal yang bisa dibuat dalam mencegah kesewenangan polisi bisa dibuat seperti contoh :

Di Inggris, sebuah organisasi independen yang dikenal sebagai Komisi Pengaduan Polisi Independen menyelidiki setiap laporan pelanggaran polisi. Mereka secara otomatis menyelidiki setiap kematian yang disebabkan oleh, atau diduga disebabkan oleh tindakan polisi.

Banyak kelompok masyarakat yang menekankan perlunya pengawasan oleh warga secara independen dan metode lain untuk memastikan pertanggung-jawaban atas tindakan polisi. Payung organisasi dan komite keadilan biasanya terbentuk akibat solidaritas mereka yang terkena dampak kebrutalan polisi. Sedangkan Amnesty International adalah organisasi lain yang aktif dalam isu kebrutalan polisi. Kelompok – kelompok diatas sering mengupload rekaman tindakan yang salah oleh polisi dengan menggunakan media Youtube.

Polisi di era demokratisasi tidak boleh lagi menjadi polisi yang menggunakan kekerasan diluar kewenangannya, dan tugas seluruh masyarakat dan media untuk mengontrolnya, dan …. saya setuju pendapat itu..

*Bahan dari berbagai sumber: Police Brutality

11 Komentar

Filed under hukum, police, Polisi, polri

Ekstradisi dan Notice dalam Interpol

“Red Notice” adalah salah satu alat untuk melacak keberadaan orang di Luar Negara asalnya, adalah kewajiban negara – negara yang tergabung dalam Interpol untuk menyebar – luaskannya,  dan mencari buronan Red Notice tersebut di dalam negerinya, kemudian menangkap atau minimal memberitahu negara asal pembuat Red Notice.

Sebenarnya Red Notice merupakan salah satu dari beberapa notice yang dikenal dalam Interpol, yakni antara lain :

1. Red Notices ( Wanted Notice) adalah permintaan pencarian tersangka/ terdakwa atau terpidana yang diduga melarikan diri ke negara lain, dengan maksud agar dilakukan pencarian, penangkapan dan penahanan untuk diekstradisikan,

2. Blue Notice (Enquiry Notice) adalah Permintaan pencarian pelaku kejahatan yang diduga melarikan diri ke Negara lain bukan untuk tujuan penangkapan, tetapi untuk dilokalisir dan atau kemungkinan adanya catatan criminal serta jati diri maupun aktifitas lainnya.

3. Green Notice (Warning Notice) adalah Informasi yang berisi peringatan kepada Negara-negara lain agar waspada terhadap residivis atau seseorang atau kelompok yang kemungkinan akan melakukan kejahatan di Negara penerima informasi.

4. Yellow Notice ( Missing Person) adalah Pencarian orang yang diduga hilang atau orang yang mengalami gangguan kejiwaan dan diduga hilang, yang kemungkinan pergi atau berada di Negara lain.

5. Black Notice (Unidentified Body) adalah Permintaan informasi tentang penemuan mayat yang tidak diketahui identitasnya dan diduga berkebangsaan lain.

6. UN Interpol / Special Notice adalah Notice yang dikeluarkan oleh Interpol atas permintaan PBB, biasanya yang terkait dengan terorisme, Abu Bakar Ba’asyir sampai saat ini masih masuk notice ini.

Dalam pelaksanaan Red Notice Negara Indonesia berdasarkan UU ekstradisi memberlakukannya sebagai tools untuk menangkap seseorang, walaupun hal ini tidak berlaku di semua negara, contohnya Jepang apabila ada buronan yang masuk dalam daftar Red Notice masuk kedalam negaranya, mereka tidak menangkapnya namun hanya memberitahu ke negara pembuat Notice itu, pemberlakuan Red Notice sangat tergantung dengan Undang – Undang negara Setempat,  jadi kalau buronan Red Notice Indonesia disarankan pergi ke jepang saja yaa hehe …… 

Ada 2 cara penyerahan tersangka yang dikenal dalam Undang – undang kita yaitu:

Ekstradisi (sesuai UU RI No. I Tahun 1979) adalah Penyerahan oleh suatu Negara yang meminta penyerahan seorang yang disangka atau dipidana karena melakukan suatu kejahatan di luar wilayah Negara yang menyerahkan dan di dalam yuridiksi wilayah Negara yang meminta penyerahan tersebut karena berwenang untuk mengadili dan menghukumnya. Contohnya Nazaruddin dibawa ke Indonesia dari Colombia dengan cara ini, dengan catatan harus ada alasan kuat untuk tidak dilakukan proses ekstradisi secara biasa, dalam kasus ini Nazaruddin menggunakan paspor palsu pada saat memasuki Colombia, sehingga bisa di expulsion (diusir) dari negara Colombia, sehingga dilakukan “Handling Over” dari kepolisian Colombia ke Kepolisian Indonesia di Bandara Bogota.

Ekstradisi harus sesuai dengan azas yang berlaku yaitu:

Perjanjian dan hubungan baik, PASAL 2 (Arti pasal ini sebenarnya “bersayap” karena permintaan ekstradisi bisa dari negara yang mempunyai perjanjian ekstradisi dengan Indonesia ataupun yang tidak, sementara ini yang mempunyai perjajian ekstradisi dengan Indonesia baru negara Malaysia, Philiphina, Hongkong, Australia, Thailand, dan Korea Selatan)
Double criminality , PASAL 3 (harus merupakan tindak pidana yang sama di negara peminta, contoh definisi mencuri di amerika harus sama dengan definisi mencuri di Indonesia)
Daftar kejahatan yang diperjanjikan atau atas kebijaksanaan negara yang diminta, PASAL 4

Azas ini berlaku universal di dunia, dan menjadi acuan pembuatan UU ekstradisi di masing – masing negara.

Seseorang di Indonesia dapat ditolak untuk di ekstradisi ke negara lain apabila:

Kejahatan Politik, PS 5
Kejahatan Hukum Militer, PS 6
Warga Negara Indonesia, PS 7 (Selama masih bisa disidangkan di Indonesia pemerintah tidak akan menyerahkan warganegaranya untuk diekstradisi dan disidangkan di negara lain)
Telah ada keputusan Pengadilan di Indonesia, PS 10
NEBIS IN IDEM, PS 11
Kadaluwarsa, PS 12
Ancaman Pidana Mati , PS 13 (di negara yang meminta termohon ekstradisi diancam hukuman mati)
Perkara ini berkaitan dengan SARA atau Rasial, PS 14
Akan diserahkan ke negara ketiga, PS 16

Selain seluruh proses Ekstradisi tersebut diatas, bisa juga dilakukan cara lain yang disebut “Handling Over” yaitu Penyerahan pelaku kejahatan kepada Negara peminta tanpa mengikuti proses ekstradisi sebagaimana yang ditentukan oleh Undang-Undang.

Demikian sekilas info tentang Ekstradisi dan Notice dari Interpol, asal jangan jadi tambahan pengetahuan buat yang mau kabur keluar negeri ya hehe ….

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, hukum

Proses Ekstradisi Peter Dundas Walbran dari Australia

Peter (berbaju merah) dgn team penjemput Polri dan AFP

Peter (berbaju merah) dgn team penjemput Polri dan AFP

Australia akhirnya mengabulkan permohonan ekstradisi warga negaranya bernama PETER DUNDAS WALBRAN ke Indonesia, hal ini dipandang sebagai satu hal yang positif bagi hubungan kedua negara, proses ini berawal ketika Bareskrim Polri pada tahun 2007 menyidik tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak-anak yang dilakukan oleh tersangka PETER DUNDAS WALBRAN alias PETER warga negara Australia terhadap 3 (tiga) orang korban anak laki-laki a.n JEKO, DION, dan ELYAS (bukan nama sebenarnya) dengan tempat kejadian perkara di Lombok, Nusa Tenggara Barat, penyidikan terus berlangsung hingga pada tanggal 29 Januari 2010 Berkas Perkara atas nama tersangka telah dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung R.I, pada saat tersangka akan diserahkan ke Kejaksaan tersangka sudah melarikan diri ke Australia.

Karena posisi tersangka berada di Australia, Polri melalui Kementerian Hukum dan HAM mengajukan permohonan ekstradisi terhadap tersangka a.n. PETER DUNDAS WALBRAN als PETER warga negara Australia kepada pemerintah Australia dengan surat Kemenkumham tanggal 6 September 2011, setelah melalui prores pada Ministry of Justice pemerintah Australia mengabulkan permohonan ekstradisi pada tanggal 7 Juni 2011 untuk proses ekstradisi Australian Federal Police ditunjuk Ministry of Justice Australia sebagai focal point dalam penyerahan tersangka kepada pemerintah Indonesia.

Tim penjemput termohon ekstradisi PETER DUNDAS WALBRAN dibentuk berdasarkan Surat Perintah Kapolri tanggal 14 Oktober 2011 dipimpin oleh Direktur Dit Tipideksus Bareskrim Polri dan sejak saat itu terjadi korespodensi yang intensif antara Polri dan AFP mengenai teknis penjemputan PETER DUNDAS WALBRAN.  Berdasarkan kesepakatan tim akan berangkat pada tanggal 18 Oktober 2011 dan selanjutnya dilakukan serah terima tersangka di Bandara Sidney pada tanggal 21 Oktober 2011;

Pelaksanaan proses serah terima dilaksanakan di Bandara Internasional Sydney Australia pada pukul 09.30 waktu Sidney Australia sampai dengan 11.00 waktu Sydney Australia, yang mana diawali dengan pertemuan tim penjemput dengan pihak petugas Kepolisian AFP (bagian protokol bandara) a.n Mr.LUKE, kemudian tim penjemput yang diwakili oleh 2 orang perwira menengah Polri menuju Save House AFP di Bandara Sydney untuk menerima tersangka PETER DUNDAS WALBRAN yang diserahkan oleh Mr. SCOTT Mc ALISTER dan Mr. PAUL dari AFP.

Tersangka disambut di pintu pesawat Garuda GA 713 yang merupakan territorial Indonesia

Tersangka disambut di pintu pesawat Garuda GA 713 yang merupakan territorial Indonesia

Setelah dilaksanakan serah terima termohon ekstradisi PETER DUNDAS WALBRAN dibawa masuk ke pesawat Garuda Indonesia Airways dengan nomor penerbangan GA 713 pesawat take off pada pukul 12.00 waktu Sidney dan tiba Bandara Soekarno Hatta Cengkareng Jakarta pada pukul 16.00 WIB, turut menjemput Direktur Hukum Internasional Dirjen AHU Kemenkumham dan Direktur Penindakan Dirjen Imigrasi Kemenkumham, selanjutnya PETER DUNDAS WALBRAN dibawa ke BARESKRIM Polri untuk dilakukan penahanan, sambil menunggu tahap 2 penyidikan (penyerahan tersangka dan barang bukti) di Kejaksaan Agung.

Seluruh proses ekstradisi PETER DUNDAS WALBRAN berlangsung dengan aman dan tanpa kendala yang berarti, kerjasama ini sungguh berarti karena ini kali pertama Pemerintah Australia mengabulkan permohonan Ekstradisi Indonesia, diharapkan awal yang baik ini menjadi moment bersama untuk memberantas kejahatan antar kedua negara.

1 Komentar

Filed under Blogger, hukum, police, Polisi, polri

Australia Pusing Tujuh Keliling, Apalagi Indonesia

Australia sedang dipusingkan dengan issue nasional yang berkembang beberapa waktu belakangan ini yaitu masalah penyelundupan manusia (People Smuggling), setiap tahun ada ribuan pencari suaka (asylum seeker) yang menggunakan jasa para penyelundup manusia (people smuggler), Tahun lalu saja 6200 orang pengungsi perahu tiba di Australia. Kebanyakan berasal dari Afghanistan, Sri Lanka, Iran dan Irak. Para pengungsi ini menjadikan Malaysia dan Indonesia sebagai titik awal untuk menempuh perjalanan laut berbahaya ke Australia.

Manusia Perahu ke Australia

Manusia Perahu ke Australia

Sekarang apa yang membuat Australia pusing tujuh keliling ?

Australia adalah salah satu negara yang menanda – tangani Konvensi pengungsi PBB, jadi mereka harus mengakui status pengungsi dan harus menjadi negara yang menampung pengungsi. (Indonesia dan Malaysia adalah negara yang tidak menandatangani Konvensi tersebut), dalam UU Imigrasi Australia berlaku:  Proses penelitian seorang pencari suaka (Asylum Seeker) untuk berhak tidaknya mendapat suaka dilakukan di dalam negeri Australia, artinya seorang pencari suaka harus terlebih dahulu memasuki teritorial Australia untuk kemudian menjalani proses penelitian.  Hal inilah yang menyebabkan ribuan manusia perahu (boat people) pencari suaka berupaya memasuki teritorial Australia untuk bisa menjalani proses suaka di wilayah Australia.

Pengiriman manusia perahu dikoordinir oleh mafia penyelundup manusia yang beroperasi di Indonesia, karena tanpa jaringan mafia ini sangat sulit mereka pergi sendiri tanpa terdeteksi petugas. Mafia ini mengkoordinir para pencari suaka dari negara awal hingga memasuki teritorial Australia, skema perjalanannya adalah sebagai berikut: Misalnya seorang pencari suaka yang berasal dari Irak, mereka terbang menuju Malaysia, dari Malaysia mereka diseberangkan dengan perahu kecil ke wilayah Indonesia, tentunya bukan imigration port, biasanya di sekitar kepulauan riau, Sumut dan Jambi, kemudian menyambung kembali ke tempat perahu yang akan membawa mereka ke wilayah Australia, perahu ini dibeli oleh mafia peyelundup manusia dan dikemudikan oleh pelaut Indonesia tempat ini tersebar di banyak tempat, sampai saat ini terdeteksi di sepanjang pantai selatan jawa, Nusatenggara barat dan timur, Sulawesi Tenggara. Spot yang terdekat dari Indonesia adalah pulau Christmas yang jaraknya 24 jam menggunakan perahu dari pantai selatan laut jawa, sesampai disana mereka akan ditahan di pusat detensi untuk menunggu proses penelitian lebih lanjut. Saat ini ada ratusan pelaut Indonesia yang ditahan di penjara Australia karena dipidana karena menyelundupkan manusia oleh UU Australia, menurut Informasi seorang pencari suaka dari Iran, Irak atau Afghanistan harus membayar 14 ribu USD untuk tripnya menuju teritorial Australia, bayangkan keuntungan mafia ini kalau bisa memberangkatkan ribuan orang sampai Australia.

Masalah kedua adalah mandeknya di parlemen rencana Undang – Undang  Anti-People Smuggling and Other Measures Bill 2010 (RUU Anti Penyelundupan Manusia dan Tindakan Tindakan Lain Tahun 2010) yang memberlakukan External Process yaitu proses penelitian pencari suaka dilakukan di negara ketiga, sehingga diharapkan tidak terjadi lagi arus “Manusia Perahu”  yang semata – mata berupaya masuk ke wilayah Australia untuk diproses permohonan suakanya.

Beberapa Negara telah “dibidik” Australia untuk menjadi negara ketiga untuk proses eksternal pencari suaka, pertama kali adalah negara Timor Leste namun negara ini menolak, ada negara yang bersedia yaitu Malaysia (mungkin karena sama sama negara commonwealth) para pencari suaka yang ditahan di pulau Christmas akan diterbangkan ke Malaysia untuk menjalani proses disana, namun hal ini dilarang oleh makamah tinggi Australia, karena malaysia bukan negara yang menandatangani konvensi tentang pengungsi, hal ini menambah ruwetnya masalah karena RUU Imigrasi yang memungkinkan eksternal Proses tidak kunjung disetujui parlemen.

Indonesia ternyata lebih pusing

Bisa dibayangkan kalau permasalahan ini berlarut – larut akan ada ribuan orang lagi para pencari suaka yang akan datang ke Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai negara transit hal ini menjadi beban sosiologis dan ekonomis bangsa Indonesia, karena kedatangan para pencari suaka ini ilegal. Perlu dipikirkan pula akan ada banyak lagi para pelaut Indonesia korban bujuk rayu mafia penyelundup manusia akan ditahan di penjara Australia.

Jadi bagaimana kesimpulannya ? Menurut saya sebelum Australia mendapatkan negara ketiga untuk dijadikan pusat proses pencari suaka, selama itu pusing tetap ada …

1 Komentar

Filed under hukum, PBB

Penipuan Internet korban WNI dan WNA

Semenjak saya bertugas di interpol pada bagian yang membidangi Cybercrime, barulah saya tahu bahwa banyak juga para pelaku penipuan internet yang diduga berasal dari indonesia, di meja saya setiap hari ada saja laporan Interpol negara lain yang melaporkan ada warganegaranya menjadi korban penipuan melalui internet, semua ceritanya hampir sama: “warga negara mereka membeli barang dari suatu website, berkomunikasi dengan pemilik website tersebut dan mereka mentransfer sejumlah uang dengan dijanjikan barang akan dikirim segera, pada kenyataan barang tidak pernah sampai ke alamat mereka”. Namun disisi lain  ada banyak pula warganegara Indonesia yang menjadi Korban penipuan dengan pelaku di luar negeri  dan melaporkan perkaranya  interpol , berikut ini beberapa ceritanya:

Berikut ini sedikit profile dari pelaku Indonesia, dengan Korban Orang diluar Indonesia:

alibaba

alibaba.com

Sarana penipuan yang lazim para pelaku ini lakukan adalah melalui situs jual beli alibaba.com dan yahoo auction.  Modus nya mereka menawarkan sejumlah barang yang memang laku di pasaran seperti sepeda, alat – alat komputer, kacamata dan lain – lain melalui perusahaan fiktif, dan perusahaan fiktif ini menawarkan barangnya dengan harga yang miring, seharga ratusan dolar, namun ada juga korban dari luar negeri yang membeli sepeda motor seharga 4000 dolar bahkan tertipu membeli mobil seharga 8000 dolar.  Mereka selalu menggunakan Costumer Service yang bersedia berkomunikasi lewat email, messenger dan telepon, dan meminta down paymen dahulu, kemudian akan mengirimkan barang melalui jasa pengiriman tertentu, tetap tidak terkirim…  alasan mereka tertahan bea cukai dan minta biaya tambahan, sampai akhirnya korban sadar telah tertipu.  Alamat paling banyak dari kelompok ini adalah alamat Jakarta, Medan, Jogja, batam dan Surabaya. Mereka menggunakan akun  bank lokal tentunya dengan menggunakan identitas palsu. Korbannya banyak dari negara maju,  mayoritas berasal dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Australia sedangkan sisanya dari banyak negara eropa.  Ada banyak kesulitan dari para korban ini mereka menganggap Indonesia sudah memakai single identity padahal begitu mudahnya kita membuat KTP Palsu (ketika meminta kita untuk mengecek pemilik akun yang dikirimnya)

Profile Penipu dari Luar negeri dengan korban warganegara Indonesia:

Untuk korban yang berasal dari indonesia berbeda dengan diatas, pada umumnya korban WNI lebih banyak ditipu karena mereka dijanjikan sesuatu uang atau barang sehingga mereka mempunyai harapan besar, disaat itulah mereka tertipu, pelakunya diduga keras adalah jaringan penipu dari Afrika, Modusnya adalah seseorang diantara mereka menghubungi email pribadi kita (yang jelas mereka banyak stock email pribadi) mengaku akan mengirimkan uang dengan jumlah yang sangat besar yang berasal dari warisan, hasil pampasan perang dan lain – lain, dan uang itu akan ditaruh dalam sebuah peti, dan sebelum mereka mendapat uang itu mereka harus mengirimkan uang terlebih dahulu. Banyak sekali sih varian penipuannya, termasuk dari sebuah perusahaan yang menawarkan bisa bekerja, kemudian mereka minta sejumlah uang, karena harapan yang besar orang itu mengirimkan uang dan sampai sadar mereka tertipu, korbannya banyak justru orang yang berpendidikan.

Kalau melihat 2 hal tersebut diatas terlihat jelas perbedaannya kan ?  Untuk korban WNA dengan pelaku WNI mereka lebih rasional dan menginginkan sesuatu barang dengan harga yang miring, sedangkan korban WNI dengan pelaku WNA  lebih banyak kepada hal yang irasional dan memberi harapan akan mendapat rejeki nomplok.

Nasihat saya pasti ini : When it is too good to be true, then it is not true ….

1 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Komputer, Kriminal, police, Polisi, polri

Tidak Ada Tempat Buat Phedophilia

korban child pornografi

korban child pornografi

Semenjak saya bertugas di Interpol saya baru tahu ternyata negara – negara di dunia (Khususnya AS dan Eropa) sangat concern terhadap kejahatan yang dikategorikan Phedophilia: Berbuat sex dengan anak dibawah umur, Child Sex tourism, Child Pornography dan Child sex website, bagi mereka kejahatan ini sangat extraordinary crime dan membutuhkan perhatian khusus, pelakunya akan dikejar keujung dunia dan diberi warning kepada penegak hukum setempat untuk mengawasi mereka apabila akan menuju ke sebuah negara. Bagi saya para pelaku ini perlakuannya sama dengan tersangka teroris.

Warning dari kepolisian negara asal tersangka ini adalah yang unik, kepolisiannya mempunyai file personal pelaku/tersangka/mantan narapidana kejahatan pedofilia, dan selalu mengawasi kegiatan mereka dan yang lebih penting kemanapun mereka akan pergi ke suatu negara akan dikirim warning kepada kepolisian dinegara itu untuk mengawasi tingkah – lakunya dengan alasan dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya, yang lebih mengagumkan detil informasi tersebut sangat lengkap termasuk nomer penerbangan menuju ke tujuan, nomer telepon dan tempat menginap mereka.

Seorang pelaku yang pernah menjalani perbuatan Phedopil 20 tahun yang lalu pun tidak luput dari kejaran aparat penegak hukum, seorang WN Inggris yang kemudian melarikan diri menjadi WN Indonesia, dan sekarang menjadi seorang pelatih di Indonesia, ia tetap menjadi incaran aparat keamanan Inggris, mereka mengirimkan warning melalui jalur Interpol agar Kepolisian Indonesia mengawasi tingkah lakunya, dikhawatirkan perbuatannya 20 tahun yang lalu terjadi lagi dengan korban anak Indonesia, hebat kan ?

Dalam beberapa kasus child sex tourism ada contoh beberapa warga negara Amerika Serikat yang terdeteksi melakukan hubungan sexual dengan perempuan di bawah umur pada saat berlibur pada saat pulang mereka ditangkap di negaranya kemudian di sidik dan dipenjarakan karena melakukan hubungan sex dengan anak dibawah umur walaupun bukan di Juridiksi negaranya.

Indonesia juga merupakan tempat yang menjadi incaran kaum Phedopil negara barat, dalam data kepolisian tercatat beberapa kasus Phedopil dengan korban anak – anak Indonesia di Bali, Makasar, dan Jakarta. Tercatat pelaku berasal dari Inggris, Australia dan Amerika Serikat.  Kepolisan negara asal selalu turun tangan langsung bila ada perkara ini, bahkan pemerintah Australia sedang mengupayakan ekstradisi bagi salah satu warganya Peter Dunar Walbran tersangka kasus Phedopil di Indonesia, hal ini sangat luar biasa menimbang ekstradisi bagi warga Indonesia kasus korupsi Hendra Raharja tidak dikabulkan pemerintah Australia sampai akhir hayatnya.

Sekarang bagaimana terhadap pelaku phedopil di Indonesia ??? hhhmmm Jangan kuatir…… mereka tidak tersentuh hukum, ingat kasus Syeh Puji yang melakukan hubungan sex dengan anak umur 13 tahun ? …. Dalam pengadilan pertama dinyatakan BEBAS MURNI …. Saya jadi miris sendiri, ….. jadi siapa lagi yang bisa melindungi anak 2x kita ???

4 Komentar

Filed under hukum, Polisi

Indonesia Basis Penipuan Internet Internasional ?

Minggu lalu saya mendapat tugas untuk turut menyaksikan penangkapan terbesar Internet Fraud (penipuan Internet) yang menurut saya adalah pengungkapan terbesar kejahatan internet selama ini, namun ada yang lebih menarik dalam kejahatan yang diungkap ini, pelakunya yang tertangkap semuanya warga negara Asing, yaitu warga negara China dan Taiwan. (keseluruhan 177 orang, 76 WN China dan 101 WN Taiwan). Mereka semua ditangkap dari 10 lokasi yang berbeda di seputar Jakarta. Hal ini adalah bentuk kerjasama P to P (Police to Police) yang nyata tanpa melihat batas politik, bisa dilihat polisi Taiwan dan polisi China bekerja sama yang tidak akan mungkin terjadi dalam tatanan kenegaraan, karena sampai saat ini pemerintah China tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah negara namun sebagai sebuah propinsi yang membangkang.

Sebenarnya bagaimana sih cara kerja mereka bekerja ?

Barang Bukti yg ditemukan di TKP, telepon yg menggunakan jaringan internet

Barang Bukti yg ditemukan di TKP, telepon yg menggunakan jaringan internet

Kelompok ini sebenarnya lebih dikategorikan sebagai kelompok penipu telepon yang juga marak di Indonesia bahkan pernah saya bahas di tulisan saya: Kelompok penipu telepon atau SMS, namun bedanya kelompok ini bekerja menggunakan “internet Phone” atau lebih dikenal dengan Voice Over Internet Protocol (VOIP) yang terkoneksi dengan HP atau telepon rumah korban. Modus penipuannya memang banyak variasinya, ada yang mengaku pejabat tinggi bagian internal kemudian mencari korban bawahannya dan meminta sejumlah uang ke rekening tertentu karena diketahui ada pelanggaran prosedur, ada yang mengaku sebagai polisi menakut – nakuti pengusaha yg “nakal” akan sebuah kasus, kemudian agar kasus tersebut di “peti es – kan” meminta sejumlah uang untuk ditransfer ke rekening tertentu. Rekening yang dimaksud adalah rekening lokal milik kelompok penipu ini.

Bagaimana sebuah kerjasama internasional Kepolisian dibuat ?

Pertemuan delegasi Taiwan, Indonesia dan China untuk melakukan penyelidikan bersama

Pertemuan delegasi Taiwan, Indonesia dan China untuk melakukan penyelidikan bersama

Setelah terdapat banyak korban tertipu dengan mengirimkan sejumlah uang, terdata korban sudah ratusan orang dengan kerugian jutaan RMB (mata uang China), korban berasal dari China dan Taiwan. Polisi di kedua negara sudah mulai “gerah” dengan perbuatan kelompok ini dan mulai menangkapi mereka satu – persatu, karena “sering” tertangkap berbagai kelompok penipu ini mengalihkan daerah operasinya ke negara lain, tercatat beberapa negara sebagai basis baru mereka yaitu : Kamboja, Thailand, Indonesia dan Philiphina namun tetap saja mereka mencari korban WN China dan Taiwan karena memang pelakunya juga WN China dan Taiwan. Karena disinyalir daerah operasi mereka bergerak ke luar negeri maka untuk pengungkapannya dibutuhkan kerjasama internasional antar Kepolisian, kemudian kepala kepolisian China dan Taiwan mengutus perwira tingginya untuk menghadap Kapolri dalam hal ini diwakili Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, dari pertemuan ini dibentuklah sebuah Task Force tiga negara tersebut, dan mulai lah operasi penyelidikan untuk menemukan terhadap para tersangka.

Bagaimana cara pengungkapannya ?

Salah seorang Tsk sedang diidentifikasi oleh kepolisian China

Salah seorang Tsk sedang diidentifikasi oleh kepolisian China

Sebenarnya pengungkapan jaringan penipu internasional ini tidak serumit yang diduga, seperti sudah dijelaskan mereka menggunakan VOIP dalam melaksanakan aksinya, dari telp internet yang tersambung dengan jaringan telpon dan HP para korban, setelah tersambung barulah mereka melakukan penipuan tersebut. Nah, tentunya pada saat mereka menelpon korban terdeteksi lah IP (Iternet Protocol Address) tempat mereka berasal, dari IP inilah keberaadaan mereka bisa di lacak, karena mereka pasti menggunakan internet access melalui provider di Indonesia yang berbayar. Setelah dapat alamat pelanggan Internet mulailah dilakukan pengintaian terhadap tempat kegiatan tersangka, dan didapatlah 10 tempat di Jakarta, ciri tempat lokasi mereka adalah: Rumah kontrakan di daerah mayoritas keturunan seperti di Pluit, Kemayoran dan BSD Serpong agar tidak dicurigai, dalam satu rumah beroperasilah 20 sampai 30 orang satu rumah, mereka sistem kerjanya persis seperti “telemarketing”, mereka mendapatkan persen dari setiap uang yang berhasil mereka dapatkan dari korban. Kepolisian melakukan pengintaian akan aktifitas mereka dengan membagi rumah target dalam unit – unit. Setelah yakin betul akan posisi dan kegiatan mereka maka ditetapkanlah hari H dan jam J penggerebekan, dan setiap unit yang melakukan penggerebekan harus disertai penerjemah yang bisa berbahasa mandarin.

Sebagian Tsk yang didapat dari satu TKP

Sebagian Tsk yang didapat dari satu TKP

Pada hari H pada tanggal 11 Juni 2011 jam 10.00, dilaksanakalah operasi serentak pada 10 tempat di Jakarta, 10 tempat tersebut didapat berdasarkan IP address yang berhasil dilacak, seperti disebutkan tadi yang berhasil ditangkap adalah 177 orang, terdiri 76 WN China dan 101 WN Taiwan. Karena TKP dan Korban dari perbuatan ini bukan di Indonesia, maka tidak dibelakukan hukum pidana Indonesia. Polri hanya dapat menangkap dan menyerahkan tersangka kepada pihak imigrasi untuk di deportasi.

Jadi kesimpulannya ada 2 hal yang menarik… pertama kejahatan internet adalah kejahatan transnasional dan borderless jadi dimanapun negara didunia bisa dijadikan tempat beroperasi, kedua …penipuan ini ternyata hanya bisa terjadi di negara – negara yang masih berbudaya korup yang masih membudayakan uang damai dan pelicin dan inilah yang jadi “incaran” para pelaku penipuan dengan modus seperti ini … maka…… kalau bersih , kenapa harus takut ? hehehe

1 Komentar

Filed under hukum, Kriminal, police, Polisi, polri

Membahas Penembakan Pasutri di Medan

Banyak peristiwa kriminal yang terjadi, tetapi bagi saya ada beberapa yang sangat menarik saya, karena extraordinary diluar kebiasaan kejahatan yang terjadi, kejadian penembakan pasangan suami istri (Pasutri), Kho Wie To aliah Awi alias Suwito (36) dan Dora Halim (32) seorang pengusaha ikan di rumahnya, Jalan Akasia I No.50, Lingkungan VII, Kelurahan Durian Medan Timur adalah peristiwa yang luar biasa.

Peristiwa itu terjadi ketika korban Awi bersama istri Dora dan anaknya, sedang mengendarai mobil dan memundurkan mobil Chevrolet Captiva BK 333 TO, di depan rumah. Tiba-tiba dari arah belakang mobil korban, langsung didatangi empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menembaki kaca mobil korban, secara membabi – buta hingga sebanyak 28 kali tembakan. Setelah memastikan target korbannya tewas di tempat, ke empat pelaku langsung tancap gas dan kabur ke arah Jalan Krakatau Medan. Anak korban bernama Kristopin berusia tiga tahun dan pembantu rumah tangganya bernama Aini, turut menjadi korban penembakan dalam peristiwa tersebut, karena berada di dalam mobil korban, terkena peluru yang tembus melalui jok mobil dan untungnya tidak mengakibatkan kehilangan nyawa.

Kepala forensik RSUD dr Pirngadi Medan, Surjit Singh, mengatakan ditubuh korban Kho Wie To alias Awi ditemukan luka robek pada bagian kening, luka tembak pada bagian kepala, dada dan perut. Sedangkan istrinya Dora Halim ditemukan tiga proyektil yakni luka tembak bagian leher sebelah kiri tembus ke kanan, luka tembak pada dada, dan lengan kiri dan bawah “Luka tembus ditemukan pada korban wanitanya yakni pada leher, bahu dan pada lengan kiri bahu,”.

Ada beberapa catatan saya mengenai peristiwa itu:

1) Apakah peristiwa ini menggunakan pembunuh bayaran ? peristiwa penembakan dengan modus seperti ini yaitu : Mengincar korban pada saat korban didalam mobil, Menggunakan senjata api, dan pelaku menggunakan sepeda motor, dalam catatan saya sudah terjadi beberapa kali, antara lain: 1) Pembunuhan bos Asaba Boedyharto Angsono yang menggunakan pembunuh bayaran Edi Siyep dkk dengan intelectual dader nya Gunawan Santoso yang merupakan mantunya sendiri 2) Pembunuhan Nasrudin Zulkarnain yang juga menggunakan pembunuh bayaran Edo cs dan melibatkan Wilardi Wizard sebagai yang menyuruh lakukan dan lebih keatas lagi Antasari Ashar. Jadi apakah kejadian pembunuhan terhadap pasutri Awi dan Dora juga merupakan perbuatan pembunuh bayaran ? Menurut saya kemungkinan besar YA, karena segala faktor telah terhitung dengan cermat, inilah ciri khas pelaku pembunuh bayaran, mereka selalu mencari titik yang paling lengah dari korban: Pada saat didalam mobil dan pada saat parkir adalah titik lemah, melihat pembunuhan bos Asaba dan Nasrudin, pembunuhan Pasutri ini adalah kombinasi keduanya, pada saat didalam mobil dan memarkirkan kendaraanya (mundur).  Tentunya perencanaan pembunuhan ini dilaksanakan secara cermat dan medetail, didahului dengan survey kegiatan sehari -hari pasutri ini. Sehingga didapatkan watu paling tepat untuk eksekusi.

2) Pelaku menggunakan SPM , Melihat pelakunya yang menggunakan sepeda motor dan berboncengan, prinsip ini adalah prinsip “body system” yaitu posisi saling menjaga dan berbagi peran, satu orang eksekutor dan satu orang pengendara SPM (persis seperti pembunuhan Nasrudin dan Boedyharto Angsono) . Mengapa menggunakan SPM tentunya agar lebih mudah “escape” setelah melakukan aksinya.

3) Kematian adalah keharusan , setiap eksekutor dalam peristiwa itu melakukan penembakan lebih dari satu peluru, dan lebih terciri lagi pembunuhan pasutri ini, mereka “mengobral” perluru (28 tembakan) untuk suatu kepastian kematian dari korban, dan terlihat sang eksekutor melihat lagi ke dalam mobil untuk “memastikan” korban sudah tewas.

4) Motif,  sudah tentu adalah dendam, melihat target dari peristiwa ini adalah kematian korban, karena tidak ada indikasi lain seperti perampokan dan lain sebagainya. lalu ada pertanyaan lain, kenapa harus berdua pasangan suami istri ? hmmhmm agak susah dijawab nih tapi perkiraan saya memang targetnya berdua. Apa saja yang menimbulkan dendam ? Kalau melihat Budyharto Angsono itu karena soal pembagian warisan dan penghinaan, kalau soal Nasrudin itu masalah cemburu. Nah bisa jadi peristiwa pembunuhan pasutri ini akibat salah satunya.

Bekas lubang tembakan yang mengumpul menandakan penembak terlatih

Bekas lubang tembakan yang mengumpul menandakan penembak terlatih

5. Temuan gambar, ada hal yang menarik perhatian saya mengenai peristiwa penembakan ini anda bisa melihat lubang bekas tembakan, terlihat tembakan yang mengarah ke supir depan di kaca berupa lubang tembakan yang mengumpul, ini adalah indikasi bahwa pelaku adalah orang yang terlatih menembak. Bagi penembak pemula tidak akan dia memperoleh hasil tembakan yang mengumpul.

Nah, sekarang kita percayakan kepada polisi Polresta Medan dan Polda Sumut untuk mengungkap peristiwa ini, selamat bekerja semoga Sukses bung …

12 Komentar

Filed under hukum

Gerakan Radikal dalam Lintasan Sejarah Indonesia

Radikalisme dalam Islam telah mengakar lama di dalam masyarakat Indonesia, bahkan pada masa kemerdekaan. Pada masa itu kaum radikal kerap bersilangan pendapat dengan golongan lain untuk memperjuangkan kemerdekaan dan bahkan berbeda visi dengan kaum nasionalis.  Berikut ini sekilas mengenai gerakan Radikal di Indonesia yang berhasil saya himpun:

SM kartosuwirjo

SM kartosuwirjo

1. Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Jawa Barat
- Pendiri Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo
- Tujuan menegakkan syariat islam secara formal dan mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).
- Pemicunya adalah ketika pemerintah Indonesia menyetujui perjanjian Renville. Konsekuensi yang timbul dari perjanjian Renville yaitu pemerintah RI dan pasukan Divisi Siliwangi harus meninggalkan wailayah Jawa Barat. Namun Kartosuwiryo bersama kelompok Hizbullah, Sabilillah dan Masyumi lebih memilih untuk bertahan di Jawa Barat. Mereka berupaya melakuan perlawanan terhadap pemerintah Belanda. Perjuangan ini yang menjadi cikal bakal lahirnya Tentara Islam Indonesia (TII)
- Ketika Perjanjian Renville berakhir pada bulan Januari 1948, pasukan Divisi Siliwangi kembali ke Jawa Barat. Namun keberadaan pasukan ini dikecam oleh Kartosuwiryo cs. Akibatnya timbul koflik antara pasukan Siliwangi dengan kubu Kartosuwiryo.

Kahar Muzakar

Kahar Muzakar

2. Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Sulawesi Selatan
- Tokoh utama Abdul Kahar Muzakar
- Menerima tawaran Kartosuwiryo untuk menjabat Panglima Divisi IV TII wilayah Sulawesi yang kemudian diberi nama Divisi Hasanuddin
- Tercatat telah melakukan aksi penyerangan terhadap TNI, perusakan, penculikan terhadap dokter dan para pendeta Kristen.
- Pada 2 Februari 1965 , Kahar Muzakar tewas tertembak dalam Operasi Tumpas dan Operasi Kilat yang dilancarkan oleh TNI.

Daud beureuh

Daud beureuh

3. Darul Islam/Tentara Islam Indonesia di Aceh
- Daud Beureueh menjadi tokoh utama.
- Berhasil menguasai hampir sebagian besar wilayah Aceh, hanya kota-kota besar seperti Banda Aceh (Kutaraja), Sigli, Langsa di utara dan Meulaboh di daerah selatan yang tetap dalam penguasaan RI.
- Dilatarbelakangi oleh perasaan kecewa Daud Beureueh terhadap pemerintahan Soekarno. Kekecewaan itu bermula ketika Soekarno tidak menepati janjinya untuk menerapkan syariat islam di wilayah Aceh setelah perang kemerdekaan usai.
- Pemberontakan di Aceh dapat selesai setelah pada tanggal 26 Mei 1959 Aceh diberikan status Daerah Istimewa dan otonomi luas terutama dibidang agama, adat dan pendidikan.
- Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah untuk mengganti Undang-Undang No.18 Tahun 1965. Kebijakan inilah yang membuat rakyat Aceh kembali kecewa.

Hasan Tiro

Hasan Tiro

4. Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
- Teuku Muhammad Di Tiro atau Hasan Tiro bersama pengikutnya mendeklarasikan kemerdekaan GAM.
- Pembentukan GAM bertujuan untuk memisahkan diri dari RI dan membentuk pemerintahan sendiri dan memperbaiki seluruh aspek kehidupan baik sosial, politik dan ekonomi.
- Konfik yang tidak selesai menjadi alas n dibentuknya Daerah Operasi Militer (DOM). Berakhir Agustus 1998.
- Selama berlangsung proses perdamaian antara GAM dengan pemerintah RI, berbagai aksi serangan teror terus dilancarkan oleh GAM yang sasarannya tidak hanya meliputi wilayah Aceh dan sekitarnya tetapi juga sampai Jakarta.
- Perundingan keempat pada tanggal 26-31 Mei 2005 pada akhirnya membuahkan kesepakatan damai. Naskah perjanjian perdamaian di beri judul “Memorandum of Understanding between The Government of Indonesia and Free Aceh Movement”.

Abdullah Sungkar

Abdullah Sungkar

5. Al-Jama’ah Al-Islamiyah
- Kematian para tokoh DI/TII menimbulkan perpecahan di antara anggota yang disebabkan perselisihan antara jama’ah Fillah yang dipimpin Djaja Sujadi dan jama’ah Sabilillah yang dipimpin Adah Djaelani Tirtapradja. Keduanya sama-sama Anggota Komandan Tertinggi (AKT) TII yang lansung di lantik Kartosuwiryo.
- Akibat dari perselisihan dan perebutan kekuasaan tersebut akhirnya Djaja Sujadi dibunuh oleh Adah Djaelani Tirtapradja.
- Tertangkapnya Adah Djaelani Tirtapradja tahun 1980 memicu perpecahan di tubuh jama’ah Sabilillah dan DI/TII kembali terurai dalam kelompok-kelompok kecil yang saling bersaing dan tidak saling mengakui keberadaan kelompok lain.
- Salah satu kelompok yang cukup kuat dan berpengaruh di Jawa Tengah adalah Kelompok Abdullah Sungkar yang dikelola besama Abu Bakar Ba’asyir.
- Abdullah Sungkar mendirikan pondok pesantren di Desa Ngruki Kabupaten Sukoharjo dan diberi nama Al-Mukmin. Berbagai kegiatan dan ajaran agama dijalankan untuk memperluas ajaran dan pengaruh NII.
- Karena muatan dakwah yang dibawakan keduanya bertentangan dengan pemerintah RI maka pada tahun 1983 keduanya ditangkap dan dipidana penjara atas perbuatan subversif dengan vonis sembilan tahun. Pada tanggal 11 Februari 1985 keduanya melarikan diri ke Malaysia saat perkara mereka masih dalam proses kasasi.
- Di Malaysia mereka mendirikan madrasah yang bernama Lukmanul Hakim yang dijadikan tempat melakukan persiapan dan memberangkatkan para pemuda dari Indonesia, Malaysia dan Singapura untuk melakukan latihan perang dan jihad di Afghanistan. Para pemuda tersebut dilatih di Military Academy Mujahidin Afghanistan di Sadaa, Pakistan.
- Pada tahun 1993, Abdullah Sungkar menyatakan diri keluar dari NII dan mendeklarasikan pendirian Al-Jama’ah Al Islamiyah (JI).

8 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Publik, teroris

Lone Wolf

Lone Wolf

Lone Wolf

Lone Wolf (serigala tunggal) adalah istilah suatu kejahatan kekerasan (terorisme) dengan memberi dukungan terhadap suatu ideologi, gerakan dan kelompok tertentu,  namun pelakunya adalah pejuang tunggal yang sama sekali terlepas dari organisasi atau struktur kelompok tersebut, bisa dikatakan pejuang tunggal ini hanya merupakan simpatisan individual yang melakukan aksinya sendiri atas inisiatif sendiri tanpa komando kelompok tersebut.  Ternyata kejahatan model begini sudah banyak terjadi di dunia, bahkan di indonesia. Perbuatan lone wolf ini banyak menimbulkan kengerian dan korban jiwa yang sangat banyak. Saya mencari data tentang sejarah, latar belakang  dan pelaku kejahatan yang “lone wolfer” di seluruh dunia,  dan inilah hasilnya :

Kenapa disebut Lone Wolf ?
Istilah ini dipopulerkan oleh FBI yang pada tahun 90′an membuat suatu operasi “Lone Wolf” untuk menangkap Alex Curtis dan Tom Metzger pelopor “white supremacists” atau supermasi kulit putih, bagi Alex Curtis dan Tom Metgzer mereka melakukan kampanye kepada sesama kaum rasis di Amerika untuk tergerak melakukan tindakannya sendiri – sendiri tanpa komando untuk melakukan pembunuhan, penggunaan senjata biologis untuk menghancurkan ras lain, hal ini untuk mencegah penangkapan terhadap anggota lain yang mudah dilakukan kalau itu berupa kelompok (tentunya tercatat). Alex Curtis mempopulerkan 5 kata apabila seorang lone wolfers tertangkap yaitu : “I have nothing to say”. Tom Megzer juga mengembangkan perjuangan yang berdiri sendiri, tanpa pemimpin dengan sel individu yang tidak ada hubungannya dengan sebuah organisasi.

Pada kenyataannya memang perjuangan dengan “Lone Wolf” sulit sekali di deteksi, karena pelaku adalah tunggal dan tidak pernah punya kontak pribadi dengan kelompok yang lebih besar sehingga sulit melakukan kegiatan intelejen terhadap pelaku teroris tunggal dibanding kelompok teroris konvensional.

Para Lone Wolfer

timothy mcveigh

timothy mcveigh

1. Timothy McVeigh, pelaku pemboman Kota Oklahoma menggunakan bom truk,

akibat perbuatan "lone wolfer" timothy mcveigh

yang menewaskan 168 orang dan ratusan orang lainnya terluka. ia sering disebut sebagai contoh klasik dari “Lone Wolfer”. Meskipun ada tersangka lain bernama Terry Nichols dihukum karena bersekongkol dengan dia, ia bekerja sama karena dibawah tekanan. McVeigh mengancam Nichols akan membunuh dirinya atau keluarganya jika ia tidak bekerja sama dalam membantunya mencampur pupuk dan bahan lainnya untuk dibuat bom. McVeigh dinyatakan bersalah dan dihukum mati pada tanggal 19 April 1995.

Theodore Kaczynski

Theodore Kaczynski

2. Theodore Kaczynski , yang dikenal sebagai “Unabomber “. Ia antara tahun 1978 hingga 1995 terlibat dalam pengiriman “paket bom” ke banyak orang, menewaskan tiga orang dan melukai 23 lainnya. Ia adalah seorang anti kemapanan yang mengancam untuk melanjutkan pemboman kecuali manifesto anti-industrinya diterbitkan oleh New York Times disetujui oleh pemerintah AS. Ia membuat bomnya pada sebuah gubuk ditengah hutan yang tanpa dialiri listrik yang sesuai dengan “anti kemapanannya”, sebenarnya Kaczynski adalah seorang Jenius lulusan Universitas Havard, ia divonis seumur hidup oleh pengadilan AS.

Ahmad bin Abu Ali

3. Ahmad bin Abu Ali, seorang tunawisma pelaku bom sepeda yang nyaris menewaskan 2 anggota polantas di pos Kalimalang Jakarta.

Sepeda yang digunakan Ahmad Bin Abu Ali

Sepeda yang digunakan Ahmad Bin Abu Ali

Ahmad bersimpati terhadap perjuangan islam di seluruh dunia dari media yang dilihat dan dibacanya, ia membuat bom sederhana dari bahan dasar petasan dan paku yang ditaruh di sepedanya, ia berniat membawa bom dan ditaruh pada sepedanya dan akan meledakkannya dekat anggota polisi yang bertugas. Namun sayangnya ledakan itu kurang tepat sehingga mengenai dirinya sendiri, ledakan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada tanggal 30 Sept 2009 dan terjadi di belakang AKP Heri yang sedang mengatur lalu lintas.

Surat Jihad Ahmad

Surat Jihad Ahmad

Dia menerita luka parah dan patah tulang dan meninggal beberapa jam kemudian, dari hasil penyelidikan polisi ia tidak terkait dengan kelompok teroris manapun, ia adalah seorang “lone Wolfer” ….. :)

Setelah menyimaki para pelaku terorisme yang “Lone wolf” diatas tentunya ada satu pemikiran, betapa berbahaya nya mereka… mereka adalah seorang pribadi yang tidak bisa dilacak, tenggelam dalam obsesi pribadinya dan penuh dendam…. bagaimana cara mengatasinya ? mmmmhhh banyak – banyak berdoa saja,  semoga tidak banyak orang seperti model begini….

4 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi, polri, teroris