Arsip Kategori: Blogger

Cerita Seru Seputar Ilmu Forensik (3) : Penculikan Lindbergh

Siapa yang tidak kenal Charles Lindbergh ? dia adalah pilot pesawat Amerika Serikat yang terkenal karena ia pilot pertama yang terbang solo (sendiri) dan tanpa henti menyeberangi Samudera Atlantik. Ia terbang dari Roosevelt Airfield (Nassau County, Long Island), New York, AS ke Paris, Prancis pada 20 Mei-21 Mei 1927 selama 33,5 jam dalam pesawat mesin tunggalnya The Spirit of St. Louis.

Namun cerita ini bukan mengenai kejadian Lindbergh melainkan mengenai putranya yang masih bayi Lindhbergh Junior yang diculik dari rumahnya di New Jersey pada 1 Maret 1932, penculik bayi ini hanya meninggalkan sedikit jejak di TKP. Pencarian Barang bukti di sekitar TKP hanya menemukan sebuah tangga kayu yang digunakan untuk mencapai kamar anak, sebuah pahat untuk membuka jendela, jejak sepatu yang berlumpur, dan secarik kertas permintaan tebusan.

Lindhberg Junior

Lindhberg Junior

Lindbergh memilih untuk mengikuti kemauan penculik dengan menyerahkan uang sebanyak usd 50.000 kepada seseorang laki laki yang beraksen Jerman yang menjanjikan anaknya dalam keadaan selamat dan sekarang berada dalam sebuah kapal yang tertambat di tepi pantai.

Tidak ada jejak dari anak tersebut sampai dua bulan kemudian ditemukan tidak bernyawa di sebuah hutan hanya terletak 3 km dari rumahnya. Hasil Otopsi mengatakan anak tersebut tewas karena pukulan keras di kepala, kemungkinan besar pada saat penculikan. Polisi kemudian memanggil seorang ahli kehutanan bernama Arthur Koehler untuk menemukan jenis kayu yang digunakan sebagai tangga yang ditemukan di TKP, Koehler menemukan bawa ada 4 jenis kayu yang digunakan sebagai bahan untuk membuat tangga: Kayu Cemara jenis North Carolina, Kayu cemara jenis Douglas, Kayu pohon Ponderosa dan Birch. Ada banyak tanda pada kayu tersebut yang merupakan ciri khusus pabrik pemotongan kayu, yang sepertinya kayu tersebut khusus dibuat dan di press untuk membuat tangga. Polisi kemudian mengirimkan surat kepada 1500 pabrik pengolahan kayu di seluruh Amerika untuk mencari jejak sumber kayu cemara North Carolina, dan akhirnya sebuah perusahaan kayu di South Carolina memberi jawaban bahwa mesin penyerut kayu miliknya mempunyai bekas penyerutan yang sangat mirip dengan apa yang terdapat pada tangga kayu tersebut.

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Nota tebusan yang ditemukan di TKP

Pabrik kayu tersebut ternyata telah mengirimkan 46 kali pengiriman dari 1/4 stok kayu cemara North Carolina nya ke daerah timur Amerika. Polisi kemudian mendatangi setiap alamat pengiriman yang memakan waktu selama 3 tahun sampai mereka menemukan sebuah perusahaan bernama “National Lumber and Milwork Company” di daerah Bronx, dan mereka mendapat sedikit keberuntungan dengan menemukan tempat penyimpanan kayu, kayu yang disimpan adalah berjenis cemara North Carolina, dan sangat persis dengan bahan tangga kayu yang ditemukan di TKP.

Sayangnya perusahaan menjual bahan kayu tersebut hanya “cash and carry” dan mereka tidak mempunyai data mengenai siapa yang pernah membeli kayu tersebut, sehingga penyelidikan tersebut terhenti disini untuk sementara waktu.

Kemudian hasil penyelidikan lain ditemukan seorang tersangka di daerah Bronx yang teridentifikasi dengan tulisan permintaan tebusan, tulisan ini terlacak berasal dari seorang kelahiran jerman bernama Bruno Richard Hauptmann, dan pada saat polisi menggeledah rumahnya mereka menemukan Usd 14.000 sisa uang tebusan.

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Tangga kayu yg ditemukan di TKP

Pada saat Pemeriksaan polisi Hauptmann bersikeras uang itu diperoleh dari seorang temannya di Jerman yang meninggal karena penyakit TBC, meskipun demikian Koehler berhasil menunjukkan bahwa alat serut yang ditemukan di garasi rumah Hauptmann digunakan untuk menghaluskan kayu yang digunakan pada tangga, demikian juga lantai kayu yang hilang pada loteng rumah Hauptmann digunakan untuk pegangan tangga kayu yang ditemukan pada TKP, terlihat juga ada kesamaan dari bekas gergajian dan lobang paku pada tangga dengan lantai kayu yang terdapat di loteng rumah. Berdasarkan analisa pola pada kayu pada pegangan tangga dan kayu pada lantai berasal dari satu kayu yang sama.

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Bruno Hauptmann dalam persidangannya

Dalam persidangan selanjutnya Hauptmann dinyatakan bersalah oleh Juri dan dijatuhi hukuman mati dengan kursi listrik pada bulan April 1936, Hauptmann sampai akhir tetap menyatakan dirinya tidak bersalah.

Walaupun ada keraguan dalam beberapa aspek pembuktian pada persidangan, banyak yang percaya bahwa bukti Forensik yang dilakukan oleh Koehler tidak bisa terbantahkan dalam persidangan. Hebat kan ? Ternyata dari sebuah bukti tangga kayu di TKP bisa menangkap seorang penculik dan pembunuh putra Lindberg.

4 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal

Cerita Seru Seputar Ilmu Forensik (1) : Kasus Jack The Ripper, Sebuah Pembelajaran

*Halo.. pembaca blogku, bagi yang senang nonton tv kabel pasti banyak yang suka film seri televisi yang berbasis “Forensic Science” seperti CSI dan NCIS, kadang kita terkagum – kagum dengan ilmu forensik yang demikian canggih sehingga bisa mengungkap kejahatan, ditayangkan dalam film bagaimana dengan sejumput barang bukti dengan berbagai macam media dan bentuk dan dengan ilmu pengetahuan barang bukti itu bisa “berbicara”, namun tahukah bahwa ilmu forensik mengalami proses yang sangat panjang dalam penemuannya, dalam beberapa tulisan ke depan saya akan bercerita tentang kisah 2x seru ilmu forensik, selamat menikmati*

Pada tahun 1880 an di East London merupakan daerah yang menakutkan dan berbahaya, hal ini disebabkan kemiskinan yang menyebabkan banyak penduduk hidup dalam lingkungan sosial yang tidak sehat, pelaku kriminal dari berbagai jenis dari perampok, pencopet, pencuri dan pelacur berkeliaran di jalanan dan kekerasan sepertinya merupakan makanan sehari – hari.

Mayat Mary pada saat ditemukan di tempat tidur

Mayat Mary pada saat ditemukan di tempat tidur

Pada suatu pagi di November 1888 , tahun dimana juga pernah ditemukan 2 pembunuhan terhadap perempuan di area ini, seorang pemilik kontrakan datang menagih uang sewa ke kontrakannya yang dihuni oleh seorang pelacur bernama Mary Jane Kelly, ia mengetuk pintu dan tidak ada jawaban, lalu ia mengintip melalui jendela yang rusak dan terkejutlah ia melihat sesosok mayat yang terpotong dan lantai ruangan nya basah oleh darah. Pada saat polisi datang, mereka menemukan tubuh perempuan itu telah dirusak, kedua buah buah-dadanya telah terpotong, organ hati dari mayat itu terletak diantara kaki korban, dan satu tangan yang terpotong diletakkan di perut. Pada tempat perapian ditemukan abu pakaian korban yang sengaja dibakar.

Saksi mengatakan pernah melihat seorang laki – laki dengan kumis dan menggunakan topi bola, dua saksi lain mendengar teriakan dalam kamar sekira jam 4 pagi, dan saksi dari tetangga mendengar langkah kaki meninggalkan kamar Mary dua jam setelah jam 4 pagi.

Korban lain dari "Jack The Ripper"

Korban lain dari "Jack The Ripper"

Pembunuhan yang mengerikan ini adalah seri terakhir pembunuhan kejam dari seorang pelaku yang mendapat julukan umum “Jack the Ripper” (ripper = orang yang membawa pisau), pembunuhan brutal sebelumnya terjadi pada seputaran tahun 1880, semua korban adalah perempuan dan terpotong tenggorokannya, namun pola potongan terhadap korban yang khas menunjukkan perbuatan ini pelakunya Jack the Ripper.

Berdasarkan banyak keterangan saksi dan alat bukti Forensik sederhana pada zaman itu, tidak ada seorang pun menjadi terdakwa dalam kasus Jack the Ripper walaupun banyak sekali alat bukti yang didapatkan di sekitar TKP. Hampir seabad setelah peristiwa ini teori tentang pembunuhan dan identitas daripada tersangka yang dicurigai tetap diterbitkan oleh banyak penulis, peneliti dan polisi. Pada saat itu memang ada tersangka yang diamankan berkaitan dengan pembunuhan ini, tapi tidak ada seorang pun yang terbukti secara syah berkaitan dengan pembunuhan ini.

Kasus Jack the Ripper menggambarkan bagaimana terbatasnya alat bukti potensial yang bisa didapat  ilmu Forensik zaman itu,  pada abad ke 20 bukti forensik menjadi solusi dari banyak kasus pembunuhan,  diakui akibat peristiwa Jack the Ripper yang terkenal dan tidak terungkap itu ilmu forensik mendapat lompatan besar dalam perkembangannya.

Forensik merupakan senjata bagi semua penyidik untuk mengungkap kejahatan, caranya ada 2 yaitu : Mencari pelakunya dan sebagai alat bukti dalam sidang pengadilan untuk mengungkap keterlibatan pelaku dalam TKP, dalam beberapa kasus bahkan bisa juga bekerja keduanya dengan menggunakan metode sidik jari, balistik , perbandingan DNA , analisis jejak elemen, ahli forensik modern bisa mengungkap fakta, membeberkan peristiwa secara detail dan memberi kemungkinan serta teori tentang suatu peristiwa, hal ini pasti tidak pernah ter-pikirkan oleh generasi penyidik zamannya Jack the Ripper.

Diakui juga, walaupun bagaimana hebatnya temuan alat bukti dari ilmu forensik, alat bukti itu baru bisa “berbicara” apabila seorang target tersangka didapat, nah mendapatkan tersangka sangat tergantung dari kerja penyidik polisi.

Ilmu Forensik bukan ilmu yang sempurna dalam penerapan nya,  alat bukti yang terbatas dan tidak lengkap mengakibatkan banyaknya interpretasi, kadang – kadang terdapat opini yang berbeda terhadap alat bukti yang didapat dengan fakta yang didapat. Pada kasus lain penanganan  yang salah terhadap barang bukti di lapangan mengakibatkan ilmu forensik tidak dapat diterapkan.

Ilmu Forensik bisa sangat berguna, tetapi barang bukti harus ditangani secara teliti dan cermat, kalau tidak ditangani dengan baik alat bukti ini tidak dapat “berbicara”, semua digunakan untuk mengungkap pelaku kejahatan dan membebaskan yang tidak bersalah.

9 Komentar

Filed under Blogger, hukum

Tidak Ada Pasal Bisa Jerat Ariel

Persidangan Ariel “Peterpan” di Pengadilan Negeri Bandung sudah ketiga kalinya, dan Hakim menolak eksepsi dari pengacara Ariel, yang termasuk dalam materi eksepsi belum menyangkut ke dalam materi persidangan, eksepsi biasanya membahas legalitas formal dari sebuah kasus yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Dalam tulisan ini saya akan membahas pasal – pasal yang dipersangkakan Jaksa Penuntut Umum terhadap Ariel, menurut Jaksa ia dikenakan pasal :

Pasal 29 ayat (1) Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ke-2 KUHP dan atau Pasal 282 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP.

. … hahaha membacanya saja sudah puyeng tujuh keliling, pasalnya dibuat berlapis – lapis artinya dari ancaman hukuman yang paling tinggi hingga ke ancaman hukuman yang paling rendah, sehingga apabila pasal terberat tidak dapat dibuktikan makan akan beralih kepasal yang lebih ringan, demikian seterusnya,  dalam kiasannya: Berbagai perangkap sudah disiapkan buat hewan buruan.

Mari kita bahas satu persatu pasal tersebut (sorry pembahasan pasal akan membosankan) disambung dengan fakta yang terungkap (data sekunder saya adalah berdasarkan media bukan hasil penyidikan kepolisian yang saya tidak tahu)

1. Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi jo Pasal 56 ke 2 KUHP

Pasal 29 UU No. 44 Tahun 2008 Tentang PORNOGRAFI
Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Dalam pasal 29 UU Pornografi ini dari berbagai cara yang berhubungan dengan Pornografi adalah kata kata “membuat” , pasal 56 ayat 2 ditegaskan bahwa Ariel adalah seorang yang “memberi kesempatan” dan “memberi sarana” terbuatnya Film porno, berdasarkan fakta yang ada Memang Ariel membuat Film Video porno dari alat perekam miliknya, tapi menurut saya Pasal 29 ini lebih mengarah kepada Komersialisasi Pornografi atau setidaknya menyebarkan Pornografi, Film itu dibuat sendiri untuk konsumsi Pribadi tidak ada Niat dari Ariel untuk menyebarkan atau mengkomersialisasikan filmnya itu, untuk membuktikan niat gampang sekali dalam persidangan, pasti ariel (sebagai orang normal) sama sekali tidak ada niat untuk mempertontonkan film pornonya kepada khalayak ramai kan ??? jadi menurut saya pasal ini kurang tepat.

2. Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 56 ke-2 KUHP

Pasal 27 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Pasal 45 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE
Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Dalam Pasal ini Ariel dipersangkakan sebagai seseorang yang Memberi Kesempatan atau sarana untuk diaksesnya suatu konten yang melanggar kesusilaan dalam sarana elektronik atau internet, pasal ini menurut saya tidak dapat dikenakan terhadap Ariel, tersangkanya adalah Rizaldi alias Rejoy yang tanpa sepengetahuan Ariel mengambil file video tersebut dari hard disk internal Ariel yang ada di Capung, Antapani, Bandung lalu mengupload nya di internet. Jadi menurut saya yang bisa dipersangkakan pasal ini adalah Rizaldi atau Rizal.

3. Pasal 282 ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP

Pasal 282 ayat (1) KUHP
(1) Barang siapa menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, atau barang siapa dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut, memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau memiliki persediaan, ataupun barang siapa secara terang-terangan atau dengan mengedarkan surat tanpa diminta, menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Pasal 56 KUHP
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
1. mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
2. mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau ke- terangan untuk melakukan kejahatan.

Pasal ini persangkaan Ariel adalah seorang yang: “Dengan sengaja memberi kesempatan untuk menyiarkan, mempertunjukkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang telah diketahui isinya melanggar kesusilaan, dengan maksud untuk disiarkan” , kembali saya tegaskan pertanyaannya, apakah Ariel secara sengaja MAU mempertontontonkan, menyiarkan film porno yang dibuatnya untuk disaksikan khalayak umum ???? Hanya orang gila yang mau melakukannya bukan ??? logikanya sederhana sekali kan untuk membantah pasal ini ??

Jadi kesimpulan saya : Ariel tidak dapat dipidana berdasarkan pasal – pasal dari ketiga undang- undang tersebut diatas, memang penjelasan saya terlalu sederhana jika dilihat dari bahasa hukum, tapi justru saya membahasnya dengan bahasa sederhana, berdasarkan logika sederhana, Ariel saya posisikan sebagai Victim atau “korban” dari perbuatan rekannya yang secara tega sengaja mengambil film pribadinya dan menyebarkannya di ranah internet. Apabila hakim mau secara jernih melihat permasalahan ini saya jamin Ariel bisa bebas murni dari segala tuntutan.

FREE ARIEL !!!

6 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Kriminal, police, Polisi

Criminal Minds

My fave Tv show

Saya belakangan ini senang sekali menonton film seri di Fox TV di TV berlangganan yang berjudul “Criminal Minds”, Film ini mengisahkan bagaimana kerja sebuah unit khusus di FBI yang bertugas mengungkap kejahatan berdasarkan analisa dan mempelajari karakter dan tingkah laku pelaku kejahatan, yang juga berhubungan dengan ciri khas ras tertentu, sehingga dari membayangkan karakter kriminal dari seseorang pelaku, kita bisa memprofile- kan pelaku tersebut, metoda ini yang disebut “Profiling“.  Mengenai Profiling saya pernah mencoba mempraktekkannya dan ternyata memang berhasil mengungkap kejahatan. Dan itu sudah saya tulis dalam : “Profiling (mencari tersangka berdasarkan kultur perilaku dan ras..)”

Film ini menggambarkan kerja sebuah unit FBI  yang memang ada sehari hari bernama Behavioral Analysis Unit (BAU) atau “Unit Analisis Tingkah laku” yang merupakan komponen dari National Center for the Analysis of Violent Crime (NCAVC) atau “Pusat Analis kejahatan kekerasan Nasional” yang berpusat di Quantico, Virginia, mereka bertugas dengan menggunakan ilmu perilaku dalam mengungkap kejahatan.  Tugas utama dari BAU dan NCAVC adalah melakukan penyidikan dengan menggunakan metoda analisa tingkah laku para pelaku kriminal, juga mereka melakukan riset, memberi support bantuan dan pelatihan bagi unit di lapangan yang mengalami kesulitan dalam pengungkapan kejahatan yang meresahkan Masyarakat dan membutuhkan kesegeraan pengungkapan. Para anggota BAU dalam melakukan tugasnya banyak mereferensikan analisanya berdasarkan ilmu – ilmu Forensik yaitu odontology, anthropology, entomology, or pathology. Sedangkan dalam bekerja BAU menggolongkan para ahlinya dalam beberapa jenis kejahatan :

1. Unit kejahatan terhadap Anak

2. Unit Kejahatan terhadap Orang Dewasa

3. Unit Anti teror

4. Unit Kejahatan Kekerasan (Pembakaran, Kejahatan Seksual, Perampokan)

Behavioral Analysis Unit (BAU) mendapat permintaan tugas dari Polisi Federal, Polisi  Negara bagian, dan polisi lokal di seluruh Amerika Serikat, dan juga berbagai agen penegak hukum Internasional, Penugasan ke lapangan BAU keseluruh wilayah difasilitasi oleh seorang  koordinator dari NCAVC. Tugas BAU adalah melakukan konsultasi terhadap kasus kriminal yang sedang berjalan tentunya terhadap penyidik yang menangani langsung kasus tersebut, dalam hal konsultasi mereka bisa juga melakukan teleconfrence dengan penyidik.

Bantuan BAU terhadap kepada banyak lembaga Kepolisian di Amerika Serikat adalah menyediakan bantuan melalui proses “Analisa penyidikan terhadap suatu Kejahatan”, yang mencoba mengungkap kejahatan melalui dua aspek yaitu dari “prespektif Penyidikan dan Penyelidikan” serta  “prespektif analisa dari tingkah laku” yang melihat serta menilai dari :

1. Fakta dari kejadian kriminal.

2. Interpertasi dari perilaku Tersangka.

3. Interaksi Korban dan Pelaku yang terlihat pada saat kejadian.

4. Mempelajari secara detil Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Petugas BAU selain melakukan analisa kriminal juga menyediakan  menyediakan bantuan teknis berupa :

1. Analisis kejadian Kriminal.

2. Saran Investigasi

3. Bagaimana Profile dari pelaku yang belum diketahui.

4.  Analisa Ancaman

5. Analisa kondisi kritis

6. Strategi pada saat pemeriksaan TSK atau Saksi.

7. Management Kasus yang besar.

8. Bantuan Penggeledahan

9. Strategi penuntutan dan persidangan.

10. Sebagai Saksi Ahli dalam Penyidikan dan Persidangan.

dari berbagai jenis asistensi dari BAU, mereka juga memproduksi berbagai Buku Petunjuk, antara lain Buku petunjuk bagaimana merespon penculikan Anak, Petunjuk mengatasi penembakan yang dilakukan oleh murid di sekolah, Tulisan ini diperuntukkan kepada guru, murid, orangtua murid untuk bisa menilai ancaman situasi di sekolah apabila terjadi ancaman penembakan di sekolah.

Memang di Polri belum ada unit seperti ini, bagi saya perlu sekali dibentuk unit seperti ini melihat kejahatan masa kini makin rumit dan makin banyak variannya, dan banyaknya kasus – kasus besar yang sulit sekali terungkap, selama ini diakui pengungkapan kejahatan lebih banyak berdasarkan keberuntungan bukan karena Scientific Investigation. Majulah Polri !

4 Komentar

Filed under Blogger, buku, Kriminal, police, Polisi, polri

Gayus the Superstar, Bagaimana ia Mendapatkan Uang ?

Gayus the Superstar

Gayus the Superstar

Secara pribadi saya mengatakan saya kagum akan pribadi seorang Gayus (saya sengaja tidak menyebutkan family name nya karena bisa menyakitkan marga tertentu, dari suku tertentu :) ) , seorang “nobody” yang hanya seorang pegawai negeri golongan 3a, tapi sanggup menjungkir-balikkan ranah penegakan hukum di Indonesia, bayangkan seorang gayus bisa “mengatur” Polisi, Jaksa, Hakim (Criminal Justice System), tentu kita berbicara “The Power of Money” bagaimana ia menggelontorkan milyaran rupiah uang pribadinya, sebenarnya kita bisa kategorikan dalam beberapa tahap:  Pertama pada saat ia menjadi tersangka Money Laudring, dan berhasil divonis bebas dan membebaskan uangnya yang sementara di “freeze” oleh PPATK. Ia berhasil menyogok polisi kompol Arafat cs yang telah divonis pasal penyuapan, kemudian menyogok Jaksa Cyrus Sinaga (belum diangkat kasusnya), dan Hakim yang telah mengaku menerima uang dari Gayus. Perbuatannya juga men-skenariokan Ari Mulyadi seolah olah yang memberi gayus uang. Kedua : Dalam sidang penyuapan yang dilakukannya yang sedang berjalan, lagi lagi ia membocorkan rencana penuntutan kasusnya, kembali uang berbicara, Ketiga: Penahanannya di Kepolisian bisa dibobolnya dengan uang dengan menyogok para penjaganya, ia dengan bebasnya melenggang ke luar tahanannya, dan sialnya tertangkap kamera oleh seorang wartawan foto Kompas.

Yang saya bahas sekarang ini, bagaimana sih seorang Gayus bisa memperoleh dana begitu banyaknya, bahkan sampai ratusan milyar rupiah. Dan dengan mudahnya ia mengeluarkan banyak uangnya untuk menyuap para aparat penegak hukum dari Polisi hingga Hakim, cara – cara bertindak Gayus persis seperti style mafia, maka menurut saya cocok sekali masalah Gayus masuk ke dalam persoalan satgas mafia Hukum.

Gayus adalah seorang pegawai negeri di Ditjen Pajak, dan pegawai Ditjen pajak adalah pegawai yang istimewa di negara ini, karena mereka yang pertama kali mendapat Renumerasi artinya penyesuaian gaji berdasarkan kinerja mereka, bagi seorang Gayus pegawai golongan 3a bila dinilai berdasarkan kinerjanya, bisa memperoleh take home pay sebesar 15 juta an. Namun yang didapatnya puluhan ribu kali lebih besar dari yang seharusnya didapat…. Kenapa sih bisa sedemikian besar hasil yang didapat Gayus ? Beberapa ini hasil pemikiran saya yang saya sederhanakan bahasa dan istilah hukum agar dimengerti (hehehe ini hanya kira- kira saja yaa ) :

a. Walaupun Gayus seorang pegawai Pajak dengan golongan yang tidak tinggi, tapi ia adalah seorang petugas pajak yang ditempatkan di bagian penyidikan pajak bagi perusahaan-perusahaan yang pengemplang pajak, yang muaranya adalah Pengadilan Pajak, yang memidanakan para pengemplang Pajak.

b. Prinsip dari Undang – Undang pajak adalah: “Pemasukan uang bagi negara, dan mengesampingkan pemidanaan apabila tersangka/terdakwa mampu membayar pajak”, jadi walaupun sudah terbukti bersalah sebuah perusahaan (dalam hal ini pimpinan perusahaan sebagai objek hukum) apabila bisa membayar pajak dan denda hukum bisa dikesampingkan.

c. Bagi para tersangka pengemplang pajak, dalam hal ini pimpinan perusahaan yang mengemplang pajak dalam proses penyidikannya tidak dikenal istilah “Penahanan” namun “Penyanderaan orang”, jadi apabila seorang tersangka pimpinan perusahaan yang perusahaannya tidak membayar pajak, ia bisa “Disandera” di kantor pajak sampai ia bisa membayar pajaknya, kalau tidak bisa bayar …. baru dilanjutkan ke proses selanjutnya.

d. Masalahnya seorang yang menentukan sebuah perusahaan yang tidak membayar pajak untuk diteruskan ke tingkat penyidikan lebih lanjut tidak memerlukan pegawai bergolongan tinggi, hanya seorang pegawai 3a sekelas Gayus. Skemanya ia memeriksa laporan dan temuan lapangan mengenai perusahaan yang dicurigai “bermain” dengan pembayaran pajak. Tentunya akan mudah kelihatan seorang akuntan pajak seperti Gayus, akan kelihatan perusahaan yang sengaja “mengecilkan” penghasilan perusahaan untuk menghindari membayar pajak yang besar, bagi sebuah perusahaan tambang batubara contohnya :)  data produksi bukan hanya yang tertulis dalam SPPT perusahaan itu, tapi kan bisa diambil data dari departemen pertambangan, atau dari pelabuhan pengangkut batubara tersebut berapa total produksi yang “real” . Nah …. kalau ketahuan ternyata ngga sinkron data sekunder dengan data dalam form pajak perusahaan, perusahaan itu termasuk perusahaan yang “dicurigai” dan perlu dilakukan investigasi lanjutan.

e. Nah…. disinilah letak permainan si Gayus, tentunya kalau ada perusahaan yang “dicurigai” , seorang Gayus akan melakukan penyelidikan untuk mempelajari dugaan “penyelewengan” pajak yang dilakukan oleh perusahaan itu. Menurut saya Gayus tetap melakukan penyelidikan untuk memeriksa data perusahaan dengan memanggil beberapa pegawai bagian keuangan dan pembukuan perusahaan itu, dan bagi seorang auditor pajak handal seperti Gayus tentunya akan mudah menemukan “miss” dan ketidak sinkron – an penghasilan dan berapa pajak yang harus dibayarkan perusahaan itu.

f. Tentunya bagi perusahaan yang reputasinya bagus, merupakan perusahaan publik yang tercatat di bursa, atau milik seorang pejabat negara atau orang terkenal tidak mau dicemarkan dengan kasus “pembayaran pajak” seorang pimpinan perusahaan berupaya keras untuk menghilangkan “duri” ini (yang pada awalnya sih bersifat gambling juga, kalau tidak ketahuan kan dia bisa dapat untung besar dari menggelapkan pajak) tentunya bagaimana caranya ia yang lebih Proaktif  mencari Gayus sedangkan si  Gayus sih santai saja :) tujuannya untuk menghindari jeratan hukum sebagai “pengemplang pajak”.

g. Di tempat yang telah diatur kedua belah pihak, tentunya terjadi pembicaraan dan ujungnya win – win solution. Banyak skemanya, tapi menurut saya yang lebih tidak beresiko adalah tetap perusahaan itu kena denda dan membayar pajak (berarti tetap ada pemasukan negara) , dengan catatan tetap hasil “real” dari perusahaan tidak tercatat secara murni, dan ujungnya “Case Closed”, Gayus melaporkan ke pimpinannya bahwa masalah laporan kecurigaan perusahaan “x’” telah selesai.

h. Bayangkan misalnya suatu perusahaan  hasil “real nya” 500 Milyar/tahun, berarti paling tidak ia harus membayar pajak 50 M, dengan kongkalikong dengan Gayus bisa disebutkan hasilnya hanya 250 M/tahun dan kewajiban pajaknya kurang lebih 25 M/tahun. Tentunya tidak rugi kan kalau memberi fee kongkalikong ke gayus 5 M (10%) bahkan lebih ?????  hahaha….

i. Dan informasinya ada ratusan perusahaan yang mengantri untuk diselidiki apakah mereka bermain dalam angka pembayaran pajak. Sekarang pertanyaannya kok seorang Gayus bisa diberi kepercayaan untuk menyelidiki dugaan pengemplangan pajak ? harap diingat Gayus adalah seorang Auditor dan Penyidik pajak, pada prinsipnya seorang Auditor dan Penyidik adalah bersifat “Mandiri”, jadi hasil temuannya adalah independen bebas pengaruh dari siapapun bahkan dari pimpinannya sendiri. Jadi kalau ada pertanyaan apa mungkin Gayus bekerja sendiri seorang pegawai gol 3a tanpa diketahui pimpinannya ??? Saya jawab: Mungkin saja :)

Jadi baru tau kan  kenapa Gayus menjadi Tajir Milintir Keplintir ????

7 Komentar

Filed under Blogger, Kriminal

Saya Radikal ?

Radicalism

Radicalism

Kita mungkin tercengang apabila mendengar seseorang yang sedemikian yakinnya terhadap paham atau ideologinya sehingga rela mengorbankan nyawanya sekalipun untuk membela keyakinannya itu seperti menyediakan tubuhnya sebagai ‘bom’ yang berjalan, dan meledakkan tubuhnya di target tertentu. Bagaimana menumbuhkan pemahaman yang radikal sehingga menganggap ‘nyawa’ sendiri kurang begitu berarti dibanding kehormatan yang didapat apabila menyerahkan nyawanya bagi paham/ideologi yang diyakininya masih menjadi pertanyaan yang besar. Banyak para pakar meyakini penyebaran paham radikal lebih mudah bagi golongan anak muda, kedewasaan berpikir mereka masih belum sempurna dan masih gampang dipengaruhi, apalagi dengan suatu pemahaman yang ‘lain’ dan menarik bagi mereka. Terdapat berbagai wacana mengenai faktor penyebab mengapa paham radikal dapat tumbuh dan berkembang dikalangan generasi muda seperti :

a) Pendidikan yang rendah dan metode pangajaran yang Dogmatis
Pendidikan yang rendah dianggap sebagai penyebab mengapa generasi muda tertarik untuk terlibat dalam kegiatan radikal. Mereka tidak mempunyai pengetahuan yang memadai untuk mencari alternatif penyelesaian selain bertindak radikal atau menganalisis dampak negatif yang diakibatkan dari tindakan radikal tersebut. Hal ini tidak menutup kenyataan adanya anggota teroris yang berpendidikan tinggi atau bahkan bergelar doktor, sebagai aktor intelektual dibalik penyebaran ajaran radikal dan serangan terorisme.
Proses pengajaran dalam pendidikan formal dan informal yang dogmatis dan satu arah membuka kesempatan bagi paham radikal untuk dapat masuk ke dalam benak anak didik. Dengan metode pengajaran satu arah anak didik dapat dengan mudah disuapi ajaran radikal terlebih bila pendekatan tersebut dilakukan secara intensif dan eksklusif, melalui agen perubahan sosial yang sangat dipercaya baik oleh anak didik, orang tua ataupun institusi pendidikan.

b) Krisis Identitas dan Pencarian Motivasi Hidup
Generasi muda secara psikologi masih berupaya mencari jati diri dan motifasi hidup. Dalam pencarian tersebut generasi muda sangat rentan dengan tekanan kelompok (peer pressure) dan memiliki kebutuhan akan panutan (role model). Tekanan kelompok dilakukan dengan adanya perekrutan dan seleksi oleh organisasi radikal berkedok kelompok keagamaan dan forum studi yang terbatas. Setelah kandidat masuk di dalam lingkar kelompok akan dilakukan komunikasi yang lebih intensif untuk mempengaruhi prilaku anggota baru melalui dialog, ceramah kelompok kecil bahkan ritual sumpah setia. Pengaruh kelompok ini begitu besar sehingga anggota baru terus – menerus dituntut mengikuti arus perubahan dan penanaman nilai-nilai kelompok radikal.
Generasi muda juga perlu panutan, kebutuhan akan panutan diberikan oleh sahabat atau kerabat yang lebih dahulu terlibat oleh kelompok radikal. Panutan dini tidak saja kepada orang yang masih hidup dan mereka kenal tapi juga tokoh-tokoh Islam seperti Nabi Muhammad S.A.W., para sahabat dan pejuang-pejuang Islam lainnya. Dalam masa kejayaan Islam. Cerita kepahlawanan tersebut tentunya telah di interprestasikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan organisasi radikal.

c) Keadaan Ekonomi yang Kurang Memadai
Keadaan ekonomi yang kurang memadai serta sikap apatis terhadap kehidupan di masa depan dapat dianggap sebagai salah satu faktor penyebab mengapa generasi muda tertarik dengan kegiatan radikal. Generasi muda tidak mempunyai kebanggaan secara materi dan tidak memiliki pandangan positif mengenai masa depan yang dihadapi didunia. Dengan keadaan seperti itu, penghancuran terhadap diri sendiri dan orang lain dapat dianggap sebagai hal yang wajar. Materi dan kenikmatan dunia yang tidak dapat diperoleh saat ini akan digantikan dengan kenikmatan akhirat sebagai imbalan dari perjuangan dan pengorbanannya setelah mati syahid.

d) Keterasingan Secara Sosial dan Budaya
Salah satu mengapa alasan genarasi muda tertarik bergabung pada organisasi radikal adalah adanya rasa keterasingan dan adanya jarak diantara masyarakat umum dengan anggota organisasi radikal tersebut. Dengan adanya rasa keterasingan dan jarak itu, teroris tidak merasa menjadi bagian dari masyarakat, tidak merasa memiliki dan terikat oleh masyarakat tersebut.

e) Keterbatasan Akses Politik
Alasan suatu organisasi melakukan aksi radikal adalah karena aspirasi politiknya tidak dapat disalurkan melalui jalur politik formal berdasarkan kaedah hukum yang berlaku sehingga diperlukan terobosan kontroversial untuk dapat menyampaikan pesan organisasi tersebut ke masyarakat luas. Adanya rasa ketakutan yang mendalam, diharapkan oleh organisasi radikal akan membuat pesan yang ingin disampaikan tertanam dan melekat di benak target khalayak.

f) Solidaritas antara Sesama Umat yang Tinggi
Sesama umat, satu agama terjalin suatu tali persaudaraan yang kuat yang melintasi perbedaan suku, negara dan geografis. Rasa solidaritas yang tinggi tersebut menciptakan suatu tali batin dan empati. Apabila satu disakiti maka yang lain akan merasa disakiti pula. Apabila ada sekelompok umat yang ditindas oleh pemerintah atau agama lain maka, umat Islam dimana pun berada merasa terpanggil melakukan perlawanan untuk membantu umat Islam yang tertindas.

g) Dualisme Aspirasi Masyarakat
Tanggapan masyarakat tampak mendua dalam aksi radikal dan teror yang dilakukan di Indonesia. Sebagian ada yang menyesali, meratapi dan mengutuk adanya serangan teroris. Tetapi sebagian lagi berlaku anomali, mendukung aksi radikal dan teror tersebut. Mereka bahkan secara terang-terangan menyebutkan bahwa terpidana teroris sebagai pahlawan dan bagi teroris yang terpidana mati telah mereka sediakan tempat pemakaman khusus.

Tentunya semua faktor penyebab berkembangnya radikalisme dan terorisme tersebut tidak berdiri sendiri, tapi menjadi suatu kondisi yang kait-mengkait, sehingga memerlukan penanganan secara simultan. Demikianlah pembahasan tentang tumbuh dan berkembangnya radikalisme di kalangan anak muda, semoga menjadi pemahaman bagi kita semua.

Sumber tulisan:  Deradikalisasi oleh Petrus Reinhard Golose

1 Komentar

Filed under Blogger, keluarga, UNAMID

Petugas Pajak Dipersepsikan Sebagai Orang Berdosa

Zakeus sang petugas pajak dengan Yesus

Zakeus sang petugas pajak dengan Yesus

Bagi orang Israel pada zaman Alkitab perjanjian Baru, seorang petugas pajak (dalam bahasa alkitab Indonesia disebut pemungut cukai, namun secara terjemahan English bible disebutkan sebagai tax collector ) sudah dipersepsikan sebagai orang berdosa, mengapa ? Karena sebagai petugas pajak mereka adalah antek – antek bangsa Romawi penjajah bangsa Israel karena mereka memungut pajak penghasilan dari warga Israel untuk disetorkan kepada wakil pemerintah Romawi di wilayah jajahan Israel, Hal ini turut diperkuat oleh para Ahli Agama/Taurat bahkan mereka disamakan seperti “pendosa berat” seperti perampok dan pezinah , dapat disimak dari doa Ahli taurat/ orang Farisi didepan orang banyak : Orang Farisi itu berdiri dan berdoa begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini (Lukas 18:11)

Banyak dalam Alkitab banyak kisah tentang pemungut cukai, salah satunya ketika Yesus berada di tepi danau Galilea setelah mengajar orang – orang disana, ia bertemu sesorang bernama Lewi putra dari Alfeus, Lewi pekerjaannya seorang petugas pajak , Yesus beserta muridnya kemudian makan di rumah Lewi seorang berdosa petugas pajak… namun hal itu menimbulkan kontroversi besar di kalangan bangsa Israel pada waktu itu: Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Markus 2:16) Dari ayat ini sudah sangat jelas bagi sebagian besar orang Israel menganggap seorang petugas pajak adalah orang berdosa, sebaik apapun dia… Ada sebuah jawaban yang menyejukkan dari Jesus mengapa ia mau makan dengan seorang berdosa petugas pajak, di ayat selanjutnya tertulis : Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17)

Dalam kisah di Alkitab Yesus sekali lagi menemui seorang petugas Pajak, kali ini ketika Yesus berkunjung ke daerah Yerikho, ada seorang petugas pajak bernama Zakeus, Ia karena selalu dipersepsikan sebagai orang berdosa oleh bangsa Israel ia merasa tidak pantas untuk bertemu dengan Yesus, sehingga ia hanya memanjat pohon untuk melihat Yesus dari kejauhan, namun Yesus melihat hal ini dan menyuruh Zakeus untuk turun dari pohon, bahkan berkata bahwa ia akan mampir kerumahnya, bagi Zakeus hal ini merupakan suatu suprise yang sangat besar… namun seperti biasa orang Israel banyak mencibir : Tetapi seperti biasa semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” (Lukas 19:7) Namun bagi Zakeus kehormatan ini membawa dampak positif dan membuat kejutan yang sangat tidak terduga : Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” (Lukas 19:8)

Renungan dari tulisan ini, mungkin kepada petugas pajak untuk lebih berbuat jujur dan menjauhi segala hal yang tidak terpuji, dan kalau bisa meniru apa yang diperbuat Zakeus… Amin

6 Komentar

Filed under Blogger

Denny Indrayana Bicara Blak-Blakan

Denny Indrayana in Action

Denny Indrayana in Action

Siapa yang tidak kenal dengan sosok seorang Denny Indrayana ?? seorang anggota dari Satgas Mafia Hukum bentukan Presiden RI yang sejauh ini telah membuat heboh pemberitaan media dengan 2 temuannya yaitu: Sel mewah Artalita di Rutan Pondok Bambu dan yang paling terbaru adalah menggiring ekspose Susno Duaji yang mensinyalir adanya Mafia Hukum di tubuh Polri dan yang lebih menghebohkan lagi adalah pertemuannya dengan tidak sengaja dengan buronannya Gayus Tambunan di Food Court Lucky Plaza.

Pada hari ini tgl 5 Februari, mas Denny membicarakannya secara lugas dan blak – blakan  dalam rakernis dan penataran fungsi Reserse Polri di Hotel Mercure Ancol.

Gaya bicaranya yang khas dosen  tanpa teks mengungkapkan berbagai polemik yang berkembang di tengah masyarakat tentang polisi, khususnya yang lagi booming belakangan ini masalah Mafia Kasus yang melibatkan Gayus Tambunan dan beberapa oknum Polri.  Ada beberapa cerita menarik yang sempat saya catat pada waktu mendengarkan ceramah terbukanya :

Tentang Pembentukan Satgas Mafia Hukum

Denny Indrayana merasa beruntung sekali bisa bergabung dengan satgas Mafia Hukum, karena program ini di Back-Up penuh oleh Presiden dan mendapat Political Support, Ia juga mengungkapkan rahasia kenapa pak Kuntoro dipilih oleh Presiden SBY sebagai ketua Satgas, walaupun ia sendiri tidak mempunyai latar belakang hukum….? Mas Denny meyitir perkataan pak Presiden : “Pak Kuntoro, He is a delivery man…”, artinya Presiden percaya penuh  segala tugas yang yang diberikan pasti berhasil, dan memang berhasil kan ?

Ada yang menarik juga mengenai penamaan Satgas ini, kenapa harus dikatakan Mafia sepertinya kasar sekali ?  SBY tetap menginginkan istilah ini karena memang Mafia Hukum realitasnya sudah menjadi persoalan bangsa, dan hal ini bukan “Mission Imposible”, Kenapa istilahnya bukan Satgas MARKUS (Makelar Kasus) ? istilah ini menurut SBY adalah : “Political Incorrect”, karena akan menyinggung golongan agama tertentu karena nama seorang di Alkitab, memang ada usulan lain yaitu satgas CAKAR (Calo Perkara) tapi setelah timbang – menimbang diputuskan namanya menjadi Satgas Mafia Hukum.

Tentang Pertemuannya dengan Gayus di Food Court Lucky Plaza

Mas Denny pergi ke Singapura dengan rekannya sesama Satgas Mas Ahmad Santosa, ia mengakui pada saat menginjakkan kaki di Singapura mereka masih gelap dan  masih bingung bagaimana cara menemukan Gayus di belantara gedung – gedung Singapura. Setelah check in di Hotel JW Marriot mereka berencana makan di food court Lucky Plaza, dalam hati Denny terbersit : “Mudah – mudahan ada Gayus…”, baru 5 langkah masuk ke food court, ia dicolek oleh rekannya Mas Ahmad. “Eh Den, sini kamu liat … ada Gayus”, Denny masih tidak percaya, Mas Ahhmad kembali menegaskan : ” Coba kamu lihat dari samping …”, memang benar setelah diperhatikan memang benar itu Gayus dengan menggunakan T-Shirt warna putih dan celana Krem 3/4, memang mereka mengenal sebelumnya sosok Gayus, karena sebelum lari ke Singapura mereka sempat bertemu. Lalu mereka langsung menegor Gayus dengan tidak dapat meyembunyikan keterkejutannya mereka melakukan pembicaraan sambil menyantap nasi Padang, mereka melakukan pembicaraan selama 2 jam….Sementara itu Denny menelepon pak Ito Kabareskrim Polri bahwa mereka telah berhasil menemukan Gayus, ternyata Gayus juga telah dibuntuti personil dari Bareskrim Polri ( mereka baru tahu setelah pulang, pada saat mereka minta difoto oleh seseorang, orang yang memotret adalah seorang anggota Bareskrim)

Akhirnya mereka berhasil membujuk Gayus dan permintaannya ia ingin membicarakannya kepada istrinya, karena  itu mereka mengantar ke hotel Gayus (hotel Mandarin) menunggu di lorong kamar hotel… dan akhirnya ia mendapat persetujuan dari istrinya, Pada saat itu juga anggota dari Bareskrim telah turut bersama mereka mengatur cara pemulangan Gayus.  Denny mengatakan pertemuannya dengan Gayus secara kebetulan merupakan perpaduan antara Doa, Ikhtiar dan Kerja Keras…..

Salut deh buat Mas Denny :) Sukses selalu dengan Satgasnya….

8 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi, polri

Walet Menyelamatkan Desa Air Hitam

Desa air Hitam, kapal nelayan dan rumah walet

Desa Air Hitam adalah desa yang sangat terpencil, terletak di muara sungai berbak Jambi dan untuk menuju ke desa ini sarana angkutan air merupakan sarana yang paling memungkinkan, untuk lewat darat tidak ada jalan, kalaupun dipaksakan hanya bisa mengendarai sepeda motor menyusuri pantai selama 4 jam, itupun kalau laut tidak pasang. Alkisah pada pertengahan tahun 70 an dimulailah warga pertama yang datang ke Muara Sungai Berbak, lalu dinamailah daerah itu menjadi AIR HITAM, karena air yang mengalir di perairan sungai tersebut hitam seperti kopi, menurut seorang ahli penyebab hitamnya air sungai tersebut karena humus yang mengendap dari akar-akar gambut sepanjang sungai Berbak. Beberapa keluarga yang datang pertama adalah nelayan Bugis dari daerah Wajo dan satu keluarga keturunan Tionghoa berasal dari daerah Cocong Tembilahan Riau bernama Aliang.

Aliang

Aliang

Berkembanglah Desa Air Hitam menjadi sentra perikanan, Desa terpencil ini menjadi tempat transit dan berlabuh kapal – kapal nelayan dari seluruh daerah, mereka adalah nelayan dari daerah Lampung, Palembang , Riau bahkan dari Kalibaru Cilincing mereka datang ketempat ini untuk beristirahat dalam satu musim menangkap ikan. Aliang menangkap peluang ini, ia kemudian mendirikan pabrik es, untuk mengakomodir kebutuhan para nelayan akan es untuk mengawetkan ikan sebelum dijual di tempatnya berasal. Makin besarlah usaha Aliang bahkan ia mempunyai beberapa armada kapal penangkap ikan… dan Aliang dengan semua usahanya ia juga sangat berjiwa sosial, sehingga walaupun keluarganya satu-satunya warga keturunan namun ia sangat dihormati dan segala omongannya didengar oleh warga desa, walaupun ia bisa saja menjadi Kepala desa tapi ia lebih menyerahkan kepada kawannya seorang keturunan Bugis.

Sarang burung walet dibersihkan dari bulu dan kotoran, mutunya menjadi super

Sarang burung walet dibersihkan dari bulu dan kotoran, mutunya menjadi super

Kemudian pada tahun 2006 terjadilah permasalahan yang memberatkan para nelayan, dimulai dengan melonjaknya harga minyak dunia hingga 120 usd/barel sehingga pemerintah mau tidak mau mengetatkan pembelian solar, hal ini mengakibatkan langkanya solar untuk mesin kapal nelayan, mulai saat itulah banyak nelayan yang kolaps mereka tidak mampu lagi membeli solar karena mahal dan langka… dan otomatis tidak bisa melaut lagi… demikian usaha pabrik es dan armada kapal ikan Aliang.

Ditengah kebingungan Aliang mencoba membuat “rumah” walet didasarkan tinjauannya ke daerah kelahirannya di Tembilahan yang duluan membudidayakan walet…. pada awalnya ia dibilang “gila” oleh warga sekitarnya, karena ia menginvestasikan uang dengan jumlah tidak sedikit untuk mebuat rumah walet…. sebagai catatan karena terpencilnya daerah tersebut, harga semen 4 kali lipat harga pasaran… Ternyata hasilnya malah bagus sekali, waletnya banyak sekali yang ‘bersarang’ di rumah waletnya, hasilnya pun luar biasa…. karena kesuksesannya banyak warga desa mencoba membuat hal yang sama… dan .. Luar biasa … gara – gara walet perekonomian Desa Air Hitam yang tadinya Suram bahkan mendekati kota mati … sekarang jadi bergairah kembali…. investasi pun mengalir dari berbagai tempat, banyak penduduk yang diserahi tanggung jawab akan rumah walet… Berkat usaha pioner Aliang, Desa Air Hitam menjadi berdenyut kembali….. Pedagang dari Singapura dan Hongkong langsung datang ke Air Hitam menggunakan kapal sendiri, sebagai gambaran rumah walet Aliang menghasilkan 25 Kilogram Sarang Walet per bulan, karena mutunya tinggi sarang Walet di Air Hitam dihargai 15 Juta/kilo, jadi sebulan ia menghasilkan 375 juta rupiah ! belum lagi dia bertindak sebagai trader dengan menampung hasil walet penduduk desa… konon nilainya sampai milyaran perbulan… suatu nilai yang fantastis kan ?

Rumah walet Aliang

Rumah walet Aliang

Cerita ini belum berakhir disini…. ingat kata pepatah : Kacang lupa dengan kulitnya ? Ternyata tidak berlaku buat Aliang, dia menyadari betul kehidupan dia berawal dari nelayan dan hasil ikan tangkapannya…. Ia tetap berkomitmen untuk tetap membeli hasil tangkapan ikan dari nelayan Desa Air Hitam dan tetap memberi subsidi solar kepada para nelayan…. konon pula ia rugi sebulan sampai 40 – 50 juta rupiah untuk tetap memutar roda perekonomian Desa, hmmm sungguh cara yang smart, sebab tanpa perekonomian desa ini akan mati, karena tidak semua warga desa mampu untuk membuat rumah walet yang harganya 200 jutaan…

Satu lagi, Aliang si Miliuner kampung ini ternyata tidak bisa membaca – tulis … dan itu saya saksikan sendiri ….. namun kalau menghitung uang kok bisa ya ?… Wow…, demikianlah kenang – kenangan saya sewaktu mengantar Dubes Inggris ke Air Hitam… masih banyak cerita lain menyusul …. tunggu ya hehe...

9 Komentar

Filed under Blogger, Publik

Bersama Mr. Martin Hatfull Meninjau Taman Nasional Berbak

Foto Bersama pak Dubes dgn saya dan team Pengaman dari Polda

Foto Bersama pak Dubes dgn saya dan team Pengaman dari Polda

Hari Kamis pagi tanggal 26 Maret, saya dihubungi ajudan Kapolda, saya diperintah Kapolda untuk mengawal Duta Besar Inggris Yang Mulia Mr. MARTIN HATFULL selama kunjungannya ke Jambi, dengan tujuan Taman nasional Berbak di Air Hitam Laut, Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur. Untungnya urusan packing sudah “in mind”, langsung pakai “pakaian perang”, boots dan ransel dengan persiapan pakaian beberapa hari sudah siap. Saya langsung mengkoordinasikan pengamanan yang Mulia Dubes Inggris, Oh , lewat jalan Air ternyata…. rombongan akan berangkat menggunakan 2 buah speed boat milik Polisi Perairan Polda Jambi, route yang dilalui cukup unik melalui sungai, laut dan sungai lagi…. dari Jambi menyusuri sungai menuju ke Nipah Panjang, keluar di muara, melintasi laut dan masuk muara Desa Air Hitam masuk ke sungai lagi sampai di Pos Simpang Malaka Taman Nasional Berbak.

Peta perjalanan dari Jambi, Nipah Panjang dan Air Hitam

Peta perjalanan dari Jambi, Nipah Panjang dan Air Hitam

Tujuan Kunjungan Duta Besar Inggris Mr. Martin Hatfull adalah melakukan peninjauan terhadap proyek yang dibiayai Pemerintah Inggris yaitu Proyek Berbak Initiative Carbon (Berbak Karbon inisiatif) yang dilaksanakan di Taman Nasional Berbak, yang dilaksanakan atas kerjasama LSM Internasional ZSL (Zoological Society Of London) dengan Pemerintah Provinsi Jambi. Proyek ini bertujuan untuk mempertahankan ekosistem hutan Berbak, termasuk yang hidup didalamnya baik langsung maupun tidak langsung. Pihak ZSL membantu pemerintah Indonesia melestarikan hutan gambut dan konservasi satwa liar, terutama Harimau Sumatra yang hidup di Taman Nasional Berbak.

Boat milik Polair Jambi yang digunakan Pak Dubes

Boat milik Polair Jambi yang digunakan Pak Dubes

Kami berangkat pukul 12 siang dari pelabuhan Sungai Tanggo Rajo di Kota Jambi, menyusuri sungai Batanghari selama 3 Jam dan tiba di Kecamatan Nipah panjang, istirahat dan Refueling Boat, namun kami harus menunggu waktu lebih sore lagi karena air belum pasang yang mengakibatkan tidak bisa melintasi muara sungai, maka kami berangkat lagi pukul 18.00,  tetap air belum pasang sehingga kapal kandas di Muara, terpaksa kami menunggu selama 2 Jam lagi terapung-apung sampai air bisa naik dan kapal bisa lewat, kemudian kami mengarungi laut selat Malaka selama 2 Jam, dan masuk ke Muara Sungai Berbak, masuk perairan sungai dan tiba di Desa Air Hitam Laut kemudian lanjut lagi mengarungi Sungai selama 2 Jam hingga tiba di tempat peristirahatan rombongan di Camp ZSL / Kantor Lapangan ( FIELD BASE ) BERBAK CARBON INITIATIVE PROJECT, Pos Simpang Malaka pada pukul 22.00 …. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan..

Camp ZSL / Kantor Lapangan ( FIELD BASE ) BERBAK CARBON INITIATIVE PROJECT, Pos Simpang Malaka.

Camp ZSL / Kantor Lapangan ( FIELD BASE ) BERBAK CARBON INITIATIVE PROJECT Pos Simpang Malaka.

Keesokan harinya Duta Besar Negara Kerajaan Inggris MARTIN HATFULL beserta rombongan dan Team ZSL Conservation ( Zoological Society Of London ) dengan menggunakan pompong ( kapal kayu kecil ) melakukan peninjauan kehidupan liar di kawasan Ekosistem TN Berbak… memang Taman Nasional Berbak mengagumkan, beberapa kali saya melihat Buaya yang berseliweran di bawah kapal, wah.. yang kepikiran kalau – kalau kapal ini tenggelam, kalau berenang sih pasti bisa .. tapi kalau dikejar buaya ? Amit amit deh hehe.. Kegiatan sosial juga tidak lupa dilakukan Pak Dubes, ini bukti bahwa beliau peduli terhadap lingkungan masyarakat disekitar Taman Nasional…  Kegiatan yang dilakukan adalah penanaman pohon dalam rangka penghijauan, menemui Camat dan Kepala Desa Air Hitam Laut, dan mengunjungi Pesantren Wali Peetu Desa Air Hitam Laut.

Pak Dubes Makan cara Tradisional dgn Bersila

Pak Dubes Makan cara Tradisional dgn Bersila

Hari terakhir, pagi – pagi sekali rombongan kembali ke Jambi, perjalanan harus dilakukan pagi sekali jangan sampai air di sekitar muara menjadi surut lagi…. Sampai di Jambi kami langsung diantar ke Bandara, Karena Rombongan akan segera pulang ke Jakarta dengan pesawat Garuda flight terkhir jam 17.00.

Suatu perjalanan yang penuh kenangan, karena ternyata pak Dubes orangnya sangat ramah, saya sendiri mengobrol banyak dengan beliau, terimakasih Mr. Hatfull … Long Live the Queen, Sir …

8 Komentar

Filed under Blogger, Polisi, polri, Publik

Tanya Rudy Giuliani, Bagaimana Cara Menurunkan Kejahatan ?

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Rudi Giuliani, Mayor NY, 1 January 1994 – 31 December 2001

Jika ada manusia di dunia ini yang dianggap berhasil menurunkan crime rate di suatu daerah yang selama ini dianggap “surga” nya kejahatan yaitu New York  pasti semua bilang ….”Oh, itu karena jasa Mr. Giuliani, sekarang New York aman.. tidak seperti dulu …” , hal ini langsung saya dengar dari New Yorker sendiri, yaitu adik ipar saya yang telah tinggal 20 tahunan di NY dan menikah dengan seorang Italian-American.

Saya jadi penasaran dan mulai buka internet saya, bagaimana sih sepak terjang Mr. Giuliani yang menjadi legenda dan dikenang sebagai seseorang yang berhasil menurunkan angka kejahatan di New York ?

Mr. Rudi Guiliani adalah seorang Mayor (gubernur negara bagian) New York, selama 2 periode , dari tahun 1994 hingga 2001… sebenarnya kalau tidak ada aturan maksimal 2 kali terpilih, banyak New Yorker masih menginginkan beliau sebagai Mayor.

Ia terlahir pada tanggal 28 May 1944, di Brooklyn NY, ayahnya Harold Angelo Giuliani (1908–1981) dan ibunya Helen C. D’Avanzo (1909–2002) adalah berasal dari golongan buruh berpenghasilan rendah, keduanya adalah imigran dari Italy yang mencoba peruntungan hidup di Amerika Serikat. Ayahnya, Harold banyak berurusan dengan polisi karena seperti kebanyakan imigran Italia mereka banyak berhubungan dengan mafia (organized crime) yang mengelola perjudian dan peminjaman uang. Walaupun berasal dari keluarga yang banyak berurusan dengan aparat hukum, Rudi justru menyelesaikan kuliahnya dari New York University School of Law di Manhattan, dengan predikat Cum Laude dan mendapat gelar Juris Doctor . Ia memulai kariernya pada United States Department of Justice (Departemen Hukum Amerika Serikat) sebagai Jaksa, dan karier cemerlangnya dimulai ketika ia diangkat menjadi Jaksa Distrik kantor wilayah Selatan New York, ia dihadapkan pada kasus-kasus “high profile” seperti kasus menghebohkan yang terjadi di bursa efek Wall Steet yang melibatkan terdakwa Ivan Boesky dan Michael Milken dan ia juga banyak menangani penuntutan kasus-kasus Peredaran Narkoba, Kejahatan Terorganisir, dan banyak Kasus Korupsi, Ia juga ditunjuk sebagai ketua “Komisi Peradilan Mafia” yang telah sukses memenjarakan 11 tokoh – tokoh utama “organized crime”, termasuk yang paling terkenal adalah John Gotty dari “five families” bos Mafia dari New York.

Pada tahun 1993 ia mengikuti pilkada gubernur New York, dengan perahunya partai Republik (Ia memang seorang Republikan sejati) melawan calon Partai Demokrat George Marlin, dalam kampanyenya Rudi Giuliani menjanjikan apabila menang ia akan fokus pada Kepolisian kota NewYork untuk menghilangkan “street crime” dan gangguan keamanan untuk meningkatkan kualitas hidup warga New York… Tema kampanye yang sederhana itu ternyata menarik minat New Yorker yang bosan dengan keadaan kotanya yang sangat rawan dan berbahaya untuk ditinggali ….dan dampaknya Rudi Giuliani menang sebagai Mayor New York, dan kembali menang tidak terbendung pada pemilihan kedua pada tahun 1997.

Penegakan Hukum Ala Giuliani

Pada masa pertamanya sebagai Mayor, Giuliani bahu membahu dengan kepala kepolisian kota NewYork Bill Bratton utuk mengadopsi strategi pencegahan kejahatan yang agresif berdasarkan pendekatan “Broken Window” yang ditemukan oleh profesor political scientist Mr. James Q. Wilson. Caranya adalah membasmi segala “kejahatan kecil” yang selama ini dianggap remeh oleh polisi seperti: grafitti (mencoret tembok), pemeras jalanan (tukang kompas), pecandu narkoba, dan segala bentuk-bentuk premanisme…. dalam teorinya, taknik ini dipergunakan untuk “Menyampaikan Pesan” bahwa pemerintah dan kepolisian “serius” untuk mulai menertibkan kota. Ada satu prinsip dari teori ini yaitu “untuk menertibkan kejahatan besar harus dimulai dari menertibkan kejahatan kecil/street crime”, dengan tidak memberikan toleransi sama sekali pada kejahatan kecil, otomatis kejahatan besar tidak akan berkembang…. dan teori ini terbukti

Giuliani dan Bratton juga mengenalkan “pendekatan komparatif statistik Kejahatan” (istilah mereka CompStat) yang memetakan kejadian kriminal berdasarkan lokasi geografisnya, sehingga dapat dilihat secara jelas Pola kejahatan di suatu daerah, juga dapat diketahui daerah yang mempunyai klasifikasi “rawan” maupun “tidak rawan”, Nah hebatnya data ini digunakan sebagi indikator keberhasilan anggota Polisi dalam bertugas, ia dikatakan berhasil apabila wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dari klasifikasi “rawan” menjadi “tidak rawan” dan dianggap tidak berhasil apabila data tersebut kebalikannya dari “tidak rawan” menjadi “rawan”. Walaupun CompStat pada awalnya banyak dikritik karena akhirnya banyak polisi yang memanipulasi data kejahatan diwilayahnya karena takut dikatakan “tidak bekerja” namun berkat pengawasan internal kepolisian yang ketat tidak ada lagi manipulasi data, bahkan ComStat mendapat penghargaan oleh Kennedy School of Government sebagai inovasi terbaik pemerintahan tahun 1996.

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

National, New York City, and other major city crime rates (1990–2002).

Pada masa pemerintahan Giuliani angka kejahatan di New York turun secara signifikan, bahkan Sosiologis dari University Of California Frank Zimring dalam bukunya “The Great American Crime Decline” mengatakan apa yang dilakukan oleh Giuliani sebagai “Kebijakan yang paling fokus dalam sejarah penegakan hukum” ia mengatakan pula kejahatan di New York turun hingga setengahnya atas kebijakan Giuliani itu, suatu pujian yang setinggi langit …..

Keberhasilan Penurunan Kejahatan ini menyebabkan kepala Polisi New York Bill Bratton “dipinang” oleh Mayor Los Angeles untuk menjadi Kepala Kepolisian LA, karena LA sebagai kota pesaing NY merasa “panas kuping” atas keberhasilan NY menurunkan kejahatan, dibanding dengan LA yang masih tetap tinggi …. wah ternyata dua kota ini bersaing yaa hahaha…

Sungguh suatu kisah yang membuat saya merinding, suatu kesuksesan seorang anak yang lahir dari keluarga Mafia, dan justru menjadi seorang anti-mafia, dan menjadi seorang yang selalu dikenang oleh Masyarakat New York….

Inti dari kisah ini kalau kita mau berusaha dan Serius, pasti Tuhan akan membuka jalan….. Salam Sukses !

6 Komentar

Filed under Blogger, hukum, keluarga, police, Polisi, Publik

“Rokok ? Aah, itu Masa Lalu….”

Kalau saya mau jujur, the best achievement selama saya hidup di dunia 40 tahun ini adalah berhasil berhenti merokok, aaah pasti orang berpikir .. lebay banget sih saya ini … lho itu beneran lho… saya dulu berpikir: adalah hal yang mustahil untuk bisa berhenti merokok, nah coba anda bayangkan alangkah parahnya kalau diri sendiri tidak yakin atas upaya yang akan kita lakukan, ini disebut kalah sebelum berperang kan ?

Saya memulai merokok dari usia yang sangat muda, kelas 1 SMP pada umur 12 tahun (sampai berhenti berarti saya sudah 28 tahun merokok tanpa henti) … Pada saat itu saya masih mencuri – curi merokok menyisihkan uang jajan saya, tapi terus terang yang menjadi Role Model justru orang terdekat saya yaitu ayah saya… setiap beliau menghembuskan asap dari mulutnya, sambil menarik kemudian membuat lingkaran asap…. glek… saya yang melihatnya nikmat sekali dan ingin mencobanya, dan mulailah saya membeli rokok ketengan di sekolah dan menjadi pencandu rokok…. Nah, jangan menganggap enteng tentang Role Model ini, adik perempuan saya (kami cuma 2 bersaudara) yang sampai saat ini masih merokok juga mengakui terikat dengan rokok setelah melihat Role Model nya yaitu ayah kami. Ingat … ingat bapak – bapak yang masih merokok, jangan heran nanti anak – anakmu akan merokok pada usia dini …. seperti saya …

Tentu ada yang bertanya, kenapa sih berhenti merokok merupakan best achievement saya ? karena menurut saya pribadi berhenti merokok saya akui memang sangat susah….. sudah beberapa kali saya mencoba tapi gagal. Nah hal ini yang saya ingat dan pikirkan pada saat saya masih merokok :

  • Saya pikir merokok adalah keren, saya membanding bandingkan diri saya dengan beberapa tokoh yang terkenal dan perokok… mmmhhh saya seperti mereka yang merokok…
  • Sebaliknya melihat orang yang merokok kok seperti tidak gaul, nerd dan sok suci … contohnya beberapa teman saya yang saya temui pada suatu kesempatan, dan saya tawari rokok dan menolak “saya tidak merokok”, saya pikir … belagu amat nih orang, ngga gaul banget sih …
  • Bahkan artikel di Majalah dan koran yang menyarankan kita untuk berhenti merokok, saya menjawab dalam hati : “Bego banget sih nih orang…, apa ngga mikir berapa juta orang yang hidup dari rokok ??? petani tembakau, pekerja pabrik, penjual ketengan rokok dan berapa pajak negara yang dihasilkan dari rokok ..?” selalu ada alasan pembenar buat saya untuk membenarkan merokok..

Efek ketagihan (adiction) buat rokok sangat besar, sehingga:

  • Selalu berpikir persediaan rokok kita, selalu berhitung sisa berapa batang dalam bungkus rokok, jadi dari pagi di kantor hingga malam dirumah, jadi kalau tinggal sedikit harus segera beli lagi…celakanya kalau kita “putus rokok” malam hari di rumah… rela tuh tengah malam cari rokok, cari warung yang buka malam.
  • Ngga bisa berpikir jernih kalau tidak merokok, tidak bisa konsentrasi kalau tidak merokok…jadinya di kantor setiap pekerjaan harus dimulai dengan rokok… dan mengakhirinya juga harus dengan rokok … biar santai hehe….

Nah sekarang pertanyaannya bagaimana sih caranya berhenti merokok ? berikut ini hal yang saya alami (mungkin semacam tips buat anda juga…. ):

  • Anda tidak akan bisa berhenti merokok kalau disarankan orang lain, pasti anda punya “pride” yang terlalu besar sehingga pasti anda menolaknya …. karena zat adiktif nikotin membuat anda menjadi sombong, bodoh dan tidak mau menerima saran orang lain…. Lho ? Jadi ? …. Berhenti merokok harus dari kesadaran sendiri dan mau berhenti merokok….
  • Anda tidak akan bisa berhenti merokok secara gradual dan perlahan, misalnya dari 4 bungkus menjadi 2 bungkus , menjadi 5 batang dan … berhenti …. itu semua bullshit , tidak akan pernah berhasil… untuk berhenti merokok harus ada perubahan revolusioner berhenti sama sekali …. nah perjuangan itu dimulai melawan rasa “putus” atau “sakaw” rokok… percaya deh kalau anda menang melawan itu ada rasa kebanggaan dalam diri anda.
  • Tetapkan seorang sebagai Role Model yang berhasil berhenti dari rokok, nah kalau dulu anda belajar merokok mencontoh Role Model, sekarang gantian dong cari Role Model yang berhasil berhenti merokok… saya sendiri mengambil Role Model seorang Senior saya yang dulu perokok berat dan berhasil berhenti… Saya mau seperti dia !
  • Sugesti diri anda sendiri, tantang diri anda sendiri…. katakan : “Hei aku …masa kamu lemah sekali …. tidak bisa melawan diri sendiri ? Dasar bodoh ….”, atau : “Nikotin… kau tidak berkuasa atas diriku sendiri…enyahlah kamu dari diriku…”, tantang diri anda berada di tengah tengah para perokok, tapi anda tidak merokok…. hehe .. bisa ngga ?
  • Yang terakhir apabila sudah bisa berhenti ….. Jangan pernah sekalipun anda mencoba kembali…. barang sebatangpun…. karena ini akan membawa kembali anda ke dalam jajahan Nikotin …. bisa ?

Nah kawan kawan selamat berjuang, kuatkan diri anda… saya tidak menyarankan anda untuk berhenti merokok… pasti anda yang berpikir saya sok suci dan sok tau….tapi diri anda sendirilah yang mau berhenti merokok… bukan orang lain.. untuk kepentingan anda sendiri dan menyelamatkan anak – anak anda dari korban Nikotin seperti anda …

8 Komentar

Filed under Blogger, Publik

LIARKAN KAMI KEMBALI….

Ada cerita yang sangat menarik buat saya sepulang dari mengunjungi Stasion Penelitian dan Rehabilitasi Orangutan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Tanjungjabung Barat Jambi kemarin … tentunya tentang ‘warga binaan’ mereka orangutan. Ternyata ‘meliarkan’ Orangutan tidak semudah yang kita bayangkan bersama….

Peter memberi contoh berkehidupan bagi warga binaannya

Peter memberi contoh berkehidupan bagi warga binaannya

Semua itu berawal dari kedatangan seorang pionir reintroduksi orangutan Dr. Peter Pratje dari Frankfurt Zoological Society ke Jambi semenjak 10 tahun yang lalu… Ia pada awalnya berjuang sendirian, dan mencari lokasi yang paling tepat untuk reintroduksi oranghutan… ia menemukan lokasi pertamanya di daerah Tebo Jambi, sedangkan lokasi yang kemarin saya kunjungi adalah lokasi keduannya…. pada awalnya Ia hanya sendiri beserta staff lokal 3 orang dan 7 ekor orangutan, sampai terakhir kemarin ia telah berhasil ‘meliarkan’ kembali 109 orangutan ke habitatnya…. dan dari hasil ‘peng-liar-an tersebut’ telah didapat 3 bayi orangutan yang lahir di hutan…dan staff lokalnya saja ada sekitar 50 an orang… sungguh upaya yang luar biasa ..

Stasion penelitian dan Rehabilitasi ini bekerjasama dengan Departemen Kehutanan mereka “menampung” orangutan yang disita berdasarkan UU Konservasi Hewan dan Tumbuhan… yang menyatakan Orangutan adalah hewan yang dilindungi dan tidak boleh dipelihara dan hanya boleh hidup di habitatnya, Oleh stasion inilah Orangutan inilah di ‘manusiakan’ eh.. di ‘orangutankan’ kembali … :)

Ada beberapa hal yang menurut saya sangat menarik tentang ‘meng-orangutan-kan’ (reintroduksi) kembali ke habitatnya, yang sempat saya catat, anda pasti tercengang membacanya  :mrgreen:

  • Untuk reintroduksi orangutan ke habitatnya di hutan, ternyata tidak boleh ada orang hutan “native” (orangutan asli)  yang tinggal di kawasan itu, bisa berabe karena orangutan kota ini akan “diusir’” oleh penduduk asli orangutan ini, jadi jangan dibayangkan orangutan “native” akan mengajari orangutan kota ….., jadi pemilihan mengapa lokasi reintroduksi orangutan di Jambi, karena memang di Jambi tidak ada orangutan asli dan sudah punah, namun berdasarkan penelitian pustaka peninggalan Belanda pada abad ke 18 tercatat Jambi ada habitat orangutan Sumatra…. entah mengapa mereka sampai punah, makanya Jambi cocok jadi tempat reintroduksi orangutan.
  • Orangutan Sumatra berbeda dengan orangutan Kalimantan, cirinya dari warna bulunya orangutan sumatra lebih terang dan merah, dari bentuk fisiknya juga lebih kecil dari orangutan Kalimantan, nah untuk proses Reintroduksi Orangutan Sumatra tidak bisa untuk direintroduksi di Kalimantan demikian sebaliknya Orangutan Kalimantan tdk bisa di Sumatra….. Nah Celakanya kalau ada orangutan hasil persilangan Orangutan Sumatra dan Kalimantan…. mereka sama sekali tidak bisa direintroduksi kembali ke habitatnya…. baru tau kan ?
  • Ada banyak tempat reintroduksi orangutan yang gagal, kenapa ? karena mereka sudah mengkomersilkan orangutan tersebut menjadi obyek wisata, karena prinsipnya makin sering mereka bertemu kembali dengan manusia (berfoto, memberi makan dsb), mereka jadinya akan “manja” hanya menunggu belas kasihan pengunjung dan tidak lagi mau mencari makan di hutan, dan ada hal yang gawat lainnya mereka banyak ketularan penyakit manusia….. oooo.. makanya pada saat kunjungan stasion itu sangat tertutup bagi dunia luar dan kami dilarang menyentuh orang utan….
  • Lama proses orangutan kota untuk reintroduksi ke habitatnya di hutan tidak tentu, namun paling cepat bisa 3 bulan, namun ada juga yang sampai tahunan, kenapa sebabnya ? karena dulunya ia sangat dimanja oleh pemiliknya…. seperti contohnya seorang orangutan bernama Bimbim, bayangkan menurut petugas sewaktu disita dari pemiliknya ia sudah diperlakukan seperti manusia, diberi baju, dipakaikan pampers dan tidur di tempat tidur …. weleh.. kasian juga kamu Bim… pantesan kemarin saya liat mukanya Bimbim seperti sedih … mungkin kangen kehidupan kotanya lagi :)
  • Orangutan sifatnya kan seperti manusia, dia makhluk yang mencontoh apa yang dilihatnya secara visual… jadi ternyata mereintroduksi orangutan untuk membuat sarang, makan buah hutan dan banyak hal lainnya adalah hasil mencontoh tingkah laku “trainer’ nya… mereka ber “acting” tertentu yang dikehendaki, agar “ditiru” oleh orangutan…. oooo  begitu… seperti gambar Peter diatas … dia sedang memberi contoh warga binaannya… weleh weleh…

Waaah, saya salut – sesalutnya buat para pekerja di Stasion ini, sungguh pengorbanan yang luarbiasa… ditempat yang jauh dari peradaban … tidak ada tetangga, listrik apalagi internet… hanya untuk mengajari Orangutan kembali ke habitatnya… sungguh tugas yang mulia… Buat Peter , Kris, Siregar dan semua awak di station… tetap semangat yaa…

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, Publik

Mengunjungi Fasilitas Station Penelitian Orangutan di Jambi

Pada tanggal 18 s/d 20 Februari saya ditunjuk untuk mendampingi tamu penting Duta Besar Australia, Mr. Bill Farmer. Maksud kedatangan beliau dan rombongan adalah mengunjungi fasilitas Station Penelitian Orangutan di Kabupaten Tanjabar, Kecamatan Renah Mendalu, Desa Lubuk Kambing.

Orangutan dan anaknya yang lahir di station rehabilitasi

Orangutan dan anaknya yang lahir di station rehabilitasi

Orangutan yang akan di Liarkan

Orangutan yang akan diliarkan

Mengapa kunjungan di fasilitas ini demikian penting bagi pemerintah Australia? Dikarenakan pemerintah Australia memiliki investasi yang tidak sedikit dalam mempertahankan Riset Stasiun ini untuk menjalankan fungsinya.

Fungsi dari Riset Stasiun adalah merehabilitasi Orangutan-Orangutan yang disita dari masyarakat agar siap dikembalikan ke alam bebas sebagai tempat hidup nya yang layak (habitat) bukan di kandang ataupun dikurung.

Fasilitas Riset Stasiun Orangutan yang menggunakan area seluas 10 ha ini terletak di tengah Hutan Produksi Terbatas yang memiliki luas lebih dari 30,000 ha yang bersebelahan dengan Hutan kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh seluas 143,000 ha, yang keseluruhannya merupakan habitat yang layak bagi orangutan maupun binatang-binatang yang dulindungi UU lainnya misalnya harimau, beruang, gajah serta ratusan jenis burung.

Jalan menuju lokasi yang benar 2x off road

Jalan menuju lokasi yang benar 2x off road

Fasilitas  ini sedemikian strategis untuk membuktikan kepada dunia bahwa Jambi memiliki niat dan rencana yang baik dalam mendukung upaya dunia mengurangi emisi untuk menanggulangi ekses negative Climate Change. Fasilitas maupun hutan-hutan di sekelilingnya yang dikelola dengan baik akan merupakan tempat penyerapan karbon, perlindungan tata air, perlindungan kesuburan tanah.

Kunjungan ini juga merupakan evaluasi bagi pemerintah Australia untuk meningkatkan bantuannya ke Jambi dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk menyusun strategi pembangunan yang rendah emisi dalam rangka mewujudkan statement President SBY untuk mengurangi emisi nasional sebesar 26% sampai 41% sampai tahun 2030.

Station Rehabilitasi Orangutan

Station Rehabilitasi Orangutan

Bantuan Australia ke provinsi Jambi yang akan datang diperkirakan akan mengucurkan dana jutaan dolar untuk skema pengurangan kerusakan hutan, yang sementara ini masuk dalam rencana adalah di Sarolangun dan Merangin di prioritaskan sebagai pilot proyek walaupun Tanjabar juga tentunya akan terus mendapat perhatian. Komponen-komponen kegiatan yang akan dikerjasamakan adalah kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi jangka panjang untuk menghindari kegiatan yang hanya berorientasi pada keinginan memperoleh keuntungan cepat namun mengorbankan lingkungan dan fungsinya u ntuk kepentingan masa depan yang justru menambah emisi karbon. Oleh karenanya peranan ekonomi masyarakat agar tidak mengancam kondisi hutan akan mendapat prioritas. Jambi sendiri sudah menyiapkan rencana aksi untuk pembangunan rendah emisi melalui pengurangan kebakaran lahan dan upaya perlindungan lahan gambut melalui pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan yang tentunya tidak akan terlaksana bila hanya mengandalkan dana APBD.

Berfoto bersama Dubes dan Rombongan

Berfoto bersama Dubes dan Rombongan

Duta Besar Australia dalam kunjungan kerja ini didampingi oleh Ms. Susan Hunt, Direktur Kebun Binatang Perth, Mr. Martin Newberry perwakilan Pemerintah Australia Barat serta Mr. Leif Cook ahli primata dari Australia.

Tinggalkan komentar

Filed under Blogger, Polisi, polri

Catatan Perjalanan Seorang Peacekeeper Dari Tengah Gurun Pasir Darfur.

“A life without adventure is likely to be unsatisfying, but a life in which adventure is allowed to take whatever form it will is sure to be short.”

Bertrand Russell quotes (English Logician and Philosopher 1872-1970)

Pada suatu sore pada saat hendak main bulutangkis, saya ditelepon oleh sesorang dari Mabes Polri, saya diberitahu bahwa saya ditunjuk langsung sebagai Wakil Komandan Kontingen Misi Perdamaian Polri di Darfur, seketika adrenalin saya meningkat, membayangkan Darfur suatu daerah yang setahu saya adalah daerah konflik yang paling berbahaya di dunia, banyak televisi berita dunia yang menceritakan tentang Konflik Darfur, ….Yes… this is my biggest Adventure ever !

Inilah negara Sudan dengan ibukota Khartom, dan perjalanan kami dari Port Sudan hingga Al Fashir Darfur region

Missi Perdamaian ini dinamakan United Nations African Nation Mission In Darfur (UNAMID) adalah suatu missi kerjasama antara Uni Afrika dan PBB dalam membawa kedamaian di Darfur Sudan. Permasalahannya adalah pemberontakan penduduk Darfur terhadap pemerintah pusat Sudan, masalahnya sangat klasik yaitu tidak meratanya pembagian pusat dan daerah, terutama semenjak ditemukan ladang minyak baru disini. Konflik yang telah berjalan 5 tahun ini mengakibatkan korban 350 ribu jiwa dan 2,5 juta orang tinggal di Internal Displaced Personal Camp (kamp pengungsi lokal).

Barang dari Indonesia pertama kali diturunkan di Port Of Sudan

Ada banyak hal baru yang saya dapatkan dalam missi saya ini, yang jelas sangat jauh berbeda dengan missi saya sebelumnya di Bosnia Hercegovina 97-98. Missi ini adalah pertama kalinya Polri mengirimkan kontingen dalam ikatan pasukan yang disebut Formed Police Unit (FPU) yaitu unit lengkap mandiri dan bersenjata terdiri dari 140 orang. Dengan daerah missi di gurun pasir juga merupakan tantangan tersendiri, karena tidak pernah ada seorangpun dari kami yang berpengalaman mengalami kondisi alam ini.

Fpu Indonesia pada saat istirahat Patroli di IDP camp

Saya ditunjuk sebagai “Team Advance” dengan dua orang rekan lainnya berangkat pada tanggal 5 Mei 2008 untuk mengurus dan mengawasi pengiriman ribuan item peralatan, camp portable, bahan makanan serta puluhan kendaraan milik FPU Indonesia (140 kontainer 20′ dan 53 buah kendaraan) yang dikirim dari Tanjung Priok Indonesia dan berlabuh di kota pelabuhan satu – satunya di Sudan, Port Of Sudan. Setelah sampai di Pelabuhan Port Of Sudan ternyata bukan akhir dari perjalanan kami, pengurusan Custom yang terkendala Birokrasi serta jarak tempuh yang sangat jauh hingga sampai di tempat penugasan kami Al Fasher Darfur, kalau diukur dari skala peta berjarak 2700 Km hampir dua setengah panjang pulau jawa, dengan jalan yang buruk melewati padang pasir yang luas. Pengiriman barang tersebut melewati pusat logistic UN di Sudan di kota Al Obeid, kalau diperhitungkan lama perjalanan dari Port Sudan hingga sampai di Al Fasher memakan waktu 5 bulan.

Foto bersama para perwira FPU Indonesia

Pada Bulan ke lima setelah barang sebagian besar tiba di Al Fashir, pasukan utama FPU tiba di El Fasher pada tanggal 12 Oktober 2008, menggunakan pesawat carter dari Halim Perdana Kusuma, hari – hari pertama setelah kedatangan pasukan FPU Indonesia pada tanggal adalah melakukan orientasi lapangan ke IDP Camp yang masuk dalam Area Of Responsibilitynya, yaitu IDP camp “El Salam”, “Abu Shouk” dan “Zam–Zam” rata – rata IDP Camp ini dihuni sekitar 100 ribu pengungsi, di dalam IDP camp tokoh masyarakat informal disebut “Sheik” (setingkat dengan desa/lingkungan) dan diatasnya adalah “Omda” yang biasanya membawahi beberapa Sheik.

Melakukan community Policing bertemu dengan Sheik di IDP camp

Kendala awal bagi pasukan dan seperti pernah saya alami sendiri adalah penyesuaian fisik untuk menghadapi iklim gurun yang ganas: bibir pecah, dehidrasi, mengeluarkan darah dari hidung adalah hal yang rata – rata dialami, namun kendala itu cepat dapat diatasi. Pada waktu kedatangan sementara kontingen FPU Indonesia ditempatkan pada “transit camp” karena camp Indonesia masih dalam tahap pembangunan, yang memakan waktu selama 2 bulan, bagi anggota FPU kebutuhan hidup sehari- hari seperti bahan makanan di drop secara regular dan dimasak oleh anggota “Support Unit”, air untuk MCK dan minum juga di drop tiap hari.

Peragaan FPU Indonesia pada upacara medal parade di Basecamp FPU Indonesia.

FPU Indonesia melaksanakan tugasnya secara “full performance” setelah melewati jangka waktu 2 minggu waktu penyesuaian dan orientasi, tugasnya adalah melakukan patroli di 3 (tiga) IDP Camp yang merupakan wilayah tanggung jawabnya, terbagi dalam shift siang dan malam, setiap patroli terdiri dari 1 peleton menggunakan 2 buah “Armored Personnel Carrier” (APC) dan mobil patroli. Patroli ini merupakan joint patrol bersama UN CIVPOL dengan melaksanakan “Community Policing”, “Pemolisian Masyarakat” , kami membantu masyarakat Darfur di dalam IDP camp agar bisa mempunyai daya tangkal terhadap gangguan kamtibmas di lingkungan sekitarnya. Tepat setahun masa tugas FPU kami disembarkasi dan digantikan oleh FPU Indonesia 2 sebagai FPU pengganti kami.

Pemberian tanda jasa PBB kepada 3 orang ‘team Advance’ oleh kepala polisi UNAMID, Jend. Michel Fryer dari Afsel.

Memang berat tugas yang harus kami lakukan, namun kalau ditarik ke belakang pengalaman ini sangat berharga buat saya dan rekan – rekan FPU lainnya, dan mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup saya……

Reinhard Hutagaol Sik

Akbp/Wakil Komandan Kontingen FPU Indonesia di Sudan/UNAMID

*Tulisan ini dimuat dalam majalah bulanan Polda Jambi Siginjai.

6 Komentar

Filed under Blogger, Darfur, FPU, IDP, PBB, police, Polisi, polri, sudan, UNAMID