Telephone Tapping (Penyadapan Telepon)

Penyadapan telepon belakangan ini menjadi topik pembicaraan yang sangat debatable …  hal ini berkaiatan dengan dasar hukum penyadapan telepon yang belum diatur secara jelas dalam sistem hukum kita.

Penyadapan telepon adalah hal yang sangat rahasia, makanya saya hanya bisa mengelus dada menyesal pada saat ada hasil penyadapan yang dibeberkan ke umum, contohnya hasil rekaman penyadapan  KPK yang dibeberkan di sidang Mahkamah Konstitusi….   SANGAT KONTRAPRODUKTIF  !!@#$%%^…. bayangkan dampak yang lebih besar yang tidak sebanding dengan sekedar penayangan percakapan Anggodo, HAL ITU adalah PEMBELAJARAN BUAT PARA KORUPTOR, TERORIS DAN KRIMINAL LAINNYA untuk lebih hati – hati menggunakan pesawat telephonenya … apalagi yang berkaitan dengan percakapan yang menjeratnya… gawat kan ???

beginilah sekarang para koruptor, teroris dan kriminal lainnya

beginilah sekarang para koruptor, teroris dan kriminal lainnya

ok deh daripada dongkol membayangkan hal itu, saya akan sedikit menceritakan bagaimana sih cara menyadap percakapan :

Provider atau penyedia layanan telekomunikasi mempunyai kewajiban untuk menyediakan akses untuk tapping kepada pihak keamanan, di Amerika Serikat provider harus mematuhinya berdasarkan Undang – Undang Communications Assistance for Law Enforcement Act (CALEA), memang di Indonesia belum ada Undang Undang spesifik yang mengaturnya namun dapat terlihat kerjasamanya dengan rekaman yang pernah ditayangkan kepada umum oleh KPK, melihat hal ini SUDAH PASTI KPK mempunyai kerjasama khusus dengan provider telepon selular di Indonesia, yang jelas terungkap sebelum kasus Anggodo pun sudah ada yaitu percakapan Artalita dengan Jaksa Urip.

Bagaimana sih caranya ?

Generasi terbaru GSM sebenaranya adalah gelombang berfrekwensi tinggi yang dienkripsi yang dipancarkan dan ditangkap melalui BTS, gelombang itu kemudian dirubah menjadi digital yang kemudian menjadi data, semua lalulintas data percakapan harus melalui pusat data perusahaan provider, kemudian data tersebut di dekripsi kembali untuk dipancarkan kembali kepada penelpon yang dituju. Selain itu pecakapan ada data yang disimpan di pusat data yang kegunaannya untuk mencatat pembayaran terhadap telepon, namun selain itu ada data sekunder lain yang berisikan lokasi percakapan, lama percakapan, isi sms dan lain – lain.  Bagaimana cara untuk menyadap percakapan ? tentunya menempatkan suatu alat tambahan di perusahaan provider telepon selular yang bersedia bekerja sama, alat itu mempunya alat perekam dan mekanisme yang hampir sama dengan alat penerima data di perusahaan provider tersebut, sehingga begitu ada telepon suspect yang dituju, alat itu akan merekam semua pembicaraan in – out dari nomer telepon suspect….

Adakah kesempatan atau cara supaya tidak disadap ?

Hehe tentunya kalau kita menggunakan nomer telepon dari provider yang belum bekerja sama…. saya juga belum tau sih… tapi saya pikir perusahaan provider telpon selular yang besar dan punya pelanggan banyak pasti yang duluan dipasang alat tapping :)

Ada cara lain yang lebih efektif …….

Ngga usah bicara di telpon hahaha……..

Sumber : wikipedia: Lawful Interception, Telephone Tapping

About these ads

7 Komentar

Filed under hukum, Polisi, polri

7 responses to “Telephone Tapping (Penyadapan Telepon)

  1. Bang,

    Soal sadap dan anti-sadap, baik software dan hardwarenya juga ada tersedia (for the highest bidder) namun aplikasi ini biasanya terbatas disediakan untuk kalangan military & law enforcement saja..

    Saya masih inigat dikala dulu bekerja untuk project pembelanjaan misi pemeriksaan senjata PBB (UNMOVIC) di Baghdad, dikala itu menangani pembelian handsets GSM dan Satphones dengan feature anti-sadap, Motorola adalah vendor yang menyediakan pernagkat macam ini namun terbatas hanya kalangan US Military & US Defence Agency saja yang boleh beli – dan UN dengan surat surat User’s certificate of use. Untuk kalangan sipil dan Angodo-anggodo wannabe – nampaknya masih susah deh untuk punya handsets begituan, paling murahnya pun US$10rebu (waktu itu).

    Namun, di jaman edan seperti sekarang ini, (perangkat) apa sih yang gak bisa dibeli? :D

    • @ Luigi : hehehe memang orang procurement pasti tau harga setiap jenis barang dari harga telpon anti sadap sampai harga bawang putih di pasar :P tapi sejatinya yang sudah terlanjur adalah pembeberan hasil rekaman pembicaraan yang sangat janggal kalau dibeberkan ke depan khalayak ramai

  2. IMO, ada lagi beberapa teknik lain penyadapan. Diantaranya; yaitu me-jammed semua frekuensi sehingga hanya tersisa channel yang digunakan oleh target sadap. Tehnik ini setahu saya sudah lama, sebab dipakai dalam penangkapan Noriega. Namun agak beresiko, sebab menggunakan resource yang amat besar.
    Selain itu, pakai metode penguncian triangular untuk telephone mobile. Kalau ini setahu saya pun sudah banyak dipublikasikan. Hanya namanya saja beda-beda. Pada intinya sama, mengambil posisi target sadap melalui band khusus lalu memulai sniffing. (Biasanya untuk nyadap SMS)
    Kalau melalui instrumen PABX, nampaknya orang-orang Tel Aviv lah yang paling jago. Mereka sudah bisa memberikan hasil real time streaming lewat RSS. Contohnya; Telepon esek-esek antara Pak Bill dan nona Lewinski sudah terdengar di Tel Aviv sebelum Ibu Hillary sadar. Hehe.

    Soal harga, baik hardware maupun software, sepengetahuan saya juga memang mahal. Tapi yang lebih mahal adalah mengkonversi saluran menjadi channel yang aman.

    Kalo sekedar telepon anti-GPS atau inkripsi/dekripsi suara mah sudah banyak. Di beberapa online shop gadget khusus juga ada. Harganya jauh lebih murah daripada di Baghdad jamannya Kang Luigi. Tapi channel komunikasi yang aman, itu susah dan tidak murah.

    Ini bisnis baru buat provider jasa komunikasi; menyediakan jalur aman. :D.

    @bang aip: memang penyadapan dengan metode penguncian triangular ada juga, dan saya pernah melihat alatnya… namun seperti prinsipnya “sniffing” jadi prosesnya terkesan ribet banget, bayangkan kalau kita ke sebuah lokasi di jakarta, akan ada ribuan sinyal dari HP yang masuk ke alat tersebut dan kita harus “locked” telepon target …susah kan…? jadi menurut saya pasti lebih baik langsung “menitipkan” alat sadap di kantor provider ,, hehehe..

  3. keren ada blog pak polisi. :D selamat bertugas pak! :D

  4. Benar pak,
    peralatan dari KPK ada di tempat saya bekerja saat ini,
    sudah ada dari tahun 2006. Dulu saya masuk pemasangan proyek perangkat tersebut.

    Di dokumennya dulu disebut akan dipakai bersama, ternyata nggak ya.
    cuma KPK saja ya.

    @zidni : hehe .. benar . mereka eksklusif sekali ….. tapi bodoh dalam menggunakannya ….

  5. akan ada kejutan dari sayah soal penyadapan ini bang :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s