Apakah saya buaya ?

29 10 2009

Loh kok di media makin seru aja “kehebohan” cicak lawan buaya nih… apalagi telah diadakan penahanan terhadap Pak Bibit dan Mas Chandra dari KPK… Saya sendiri belum mau mengomentari deh permasalahan ini … nanti salah omong bisa bahaya :P

Sekarang pertanyaannya : “Apakah saya buaya ?” yah…  secara institusi saya memang berada disebuah institusi yang dianalogikakan dengan “buaya”, kemudian pertanyaan selanjutnya : “Apakah anda mendukung cicak ?” , maka jawaban saya : “no comment” …. hahhaha…


Tindakan

Information

12 tanggapan

29 10 2009
anggara

bukan buaya bang, tapi dinosaurus atau minimal komodo deh hehehehehehe :mrgreen:

29 10 2009
bangaip

Saya mengerti sekali, Bang Rere.

Dulu, kebetulan saya pernah kerja di sebuah usaha yang ditengarai melakukan pelanggaran terhadap UU anti trust and monopoly. Saya pribadi, sebagai perseorangan, adalah manusia bebas. Namun ketika masuk dalam ruang lingkup pekerjaan dalam jam kerja, mau tidak mau adalah bagian dari institusi yang lebih besar. Saya tidak munafikkan fakta bahwa institusi itu ditopang oleh perorangan-perorangan (seperti saya misalnya) agar bisa berdiri. Namun, tetap saja, ketika menjadi bagian dari institusi besar yang sedang bergoyang-goyang, toh saya tidak buta tuli dan pura-pura dungu seakan tidak terjadiapa-apa.

Setelah melakukan sedikit riset (dibawah tatapan mata curiga rekan-rekan kerja), maka berdasarkan riset sepihak yang saya lakukan… Memang institusi tempat bekerja dahulu melakukan pelanggaran monopoli.

Saat itu, saya tidak berhenti bekerja. Namun membiarkan pengadilan lah menuntaskan permasalahan ini. Logikanya, jika pengadilan sudah tidak mampu lagi menyelesaikan permasalahan frontal antara institusi saya bekerja vs publik, maka siapa lagi yang harus saya percayai?

Begitu pula dengan cicak vs buaya. Menurut hemat saya, apapun yang terjadi, ada baiknya kita sama-sama mendukung proses hukum yang sedang berjalan.

Soal komentar pribadi ketika proses itu tengah berlangsung “No Comment” adalah pilihan yang tepat, Bang Rere. Hehehe.

(*Dari sesama penganut komentar “No Comment”, akibat yang sedang bertarung cicak-vs-buaya adalah teman-teman akrab. :D *)

30 10 2009
ventho

Berarti termasuk hewan langka mas, patut dilestarikan karena bisa hidup lebih dari 1 jaman.Flexibilitasnya tinggi, daya jelajahnya tinggi……mudah2an tidak termasuk irama suka bro.Peace bro…

30 10 2009
itikkecil

pilihan yang tepat pak komandan…..

1 11 2009
yon

Jendral jangan hadapkan kami dengan rakyat lagi
Engkau mungkin tidak melihat mata-mata sinis memandangi kami saat terik kami mengatur lalin
Kami tak mau mata-mata itu berubah menjadi mata-mata dendam seperti saat mei 98
Kami ingin hidup normal jendral
Kami tidak suka lagi jadi buaya hitam, dipecat dengan tidak hormat karena perintahmu untuk melanggar perintahNya
Kami tidak suka jendral, dikatain pelindung koruptor.. pembela koruptor…. kami ini buaya jendral…. yang hidup dari berburu dengan proses intelejen yang rumit
Kami ini bukan belatung jendral…. jangan engkau berikan kepada kami daging busuk
Jendral kami rindu berbaur dengan rakyat….
Tidakkah engkau malu jendral… TNI, institusi yang selalu dipojokan sebagai pelanggar HAM, hari ini sedang membangun rumah terakhir dari 25.000 rumah untuk rakyat miskin…. kami malu jendral…. kemaren saat operasi lalin biasa muncul … bisa damai pak ?….. berganti jadi… ngapain nglindungi korupsi pak?… kami malu Jendral…. 12 tahun kami berjuang agar kami mandiri … lebih baik daripada saat kami dibimbing TNI…. jangan kau robohkan bangunan kami jendral…..
Jendral jangan hadapkan kami dengan rakyat lagi…

1 11 2009
3 11 2009
rianda

saya percaya POLRI adalah salah satu institusi terbaik negri ini, cuma memang “ada” yg mengaku “buaya” dan jelas punya anak buah yang satu “fam” dgnnya….oleh karenanya selaku rakyat kami mengharapkan kumendan dan teman teman yg tidak mau jadi “korban buaya” membersihkan institusi anda dari “buaya” 2x lepas tersebut….salah satu “cicak” yg ditangkap jg anggota POLRI..mana rasa hormat thd senior???…saya yakin hukum karma akan berlaku …maju terus POLRI..

3 11 2009
uassu

payah polisi…. payahhhhhh. kalo perwira muda juga sama hancur dah

3 11 2009
yon

MEMALUKAN!!!!!!

5 11 2009
wisnu

itukan hanya oknum mas dalam setiap institusi pasti ada

7 11 2009
iwan

percuma klo masalah seperti ini diperdebatkan, apalagi dengan kepala panassss….
Pendirian seseorang tdk akan berubah hanya karena perdebatan,…
yang Pro pasti tidak akan mudah berbalik menjadi Kontra begitu pula sebaliknya, yang kontra juga tidak akan semudah itu berbalik menjadi pro hanya karena sebuah perdebatan…
Apalagi perdebatan yang diwarnai saling ejek, olok mengolok dan saling menghujat…

komandan Reinhard, tampaknya pilihan “no coment” saat ini adalah pilihan aman…
Tapi itu juga tidak membantu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri.
baiknya masing2 individu Polri saat ini ikut berusaha untuk menjelaskan dan mengarahkan masyarakat untuk mengikuti saja proses hukum yg sedang berjalan tanpa beropini yang memprovokasi….
dengan program kebanggaan Polri senyum, sapa, salam…
dengan penyampaian yang halus dan baik, seperti yang sudah sering komandan lakukan di blog ini, saya kira itu lebih berguna dalam mempercepat proses trust building……….

28 11 2009
Alberto Manihuruk

Kasus cicak VS buaya makin lama makin ngarol ngidul, terbukti banyak perdebatan yang akhirnya menjurus kepada penghujatan suatu institusi. Aneh bin ajaib, yang salah orangnya atau lembaganya??. Intinya siapa yang salah harus mempertanggung jawabkan kesalahannya tersebut tidak peduli itu cicak atau buaya….

Tinggalkan sebuah tanggapan