WAJAH BARU TERORIS DI INDONESIA

Tulisan ini sekedar menghubungkan peristiwa terorisme yang terjadi belakangan ini berdasarkan apa yang saya lihat dalam media pers baik televisi atau media cetak, teroris yang saya maksud adalah teroris yang berafiliasi dengan Noordin M Top, mudah mudahan nyambung ….. :)

Saifudin Jailani .... Sang Maestro perekrut pelaku bom bunuh diri ...

Saifudin Jailani .... Sang Maestro perekrut pelaku bom bunuh diri ... Foto dari detik.com

Teroris di Indonesia memang telah bertransformasi dengan bentuk dan metode baru dalam menyebarkan teror…. hal itu wajar dalam setiap perbuatan manusia  selalu belajar dari hal yang pernah dikerjakannnya, melakukan trial and error, apa yang bagus diteruskan dan tidak baik ditinggalkan….

Kalau kita melihat peristiwa teror bom pada tanggal 17 Juli di JW Marriot dan Ritz Carlton, saya melihat bahwa cara dan metode mereka melakukan aksinya berbeda dengan teror bomb sebelumnya seperti:  Bali 1, Bali 2 , Kedutaan Australia dan beberapa aksi teror bom lainnya, antara lain :

1. Infiltrasi Agen : Hal ini yang sangat mengagumkan, seperti kita tahu bahwa Ibrohim alias Boim pekerja penata bunga di Hotel JW Marriot, telah disusupkan ke hotel ini 2 (dua) tahun sebelum peristiwa bomb terjadi, kenapa begitu lama ? kalau menurut saya ia disisipkan demikian lama untuk mengenal jengkal demi jengkal targetnya,  kemudian membangun hubungan emosional dengan pekerja lain, sehingga pada saat ia “menyelundupkan” bom ke dalam Hotel tidak melalui pemeriksaan yang ketat atau bahkan tidak diperiksa, bahkan ia bisa memberi akses kepada orang lain si pelaku bom bunuh diri untuk masuk dan mempelajari situasi ….. cerdik bukan ? dan tidak heran pelaksanaan aksi teror bomb “almost perfect” dan jadilah Boim sebagai “jendral lapangan” pengendali aksi ….

2. Rekrutment: Telah terjadi juga perubahan yang sangat berbeda, kelompok teroris ini ternyata menggunakan pemuda yang sangat belia sebagai pelaku bom bunuh diri,  secara psikologis memang usia ini masih sangat labil, sehingga gampang dimasuki suatu pemahaman yang radikal yang menganjurkan mereka untuk mengorbankan dirinya…. Ditambah lagi dimasuki seorang yang sangat mengusasai tentang pemahaman tersebut Saifudin Jailani seorang sarjana cemerlang lulusan Yaman. Kenapa mereka berbuat ini ? Menurut saya kembali ke masalah efisiensi, mereka bisa merekrut banyak orang dalam waktu singkat, dan menjadikan mereka pasukan Martir, berbeda hal nya mereka mengambil calon dari pesantren atau akademisi yang lebih “berisi” pemahamannya… tingkat kegagalan ? pasti tinggi kan ? mereka pasti lebih banyak “berdebat”  ketimbang memberi pengertian kepada mereka yang masih “hijau”  …

3. Target Sasaran: Ada perubahan jenis target, pada aksi berikutnya walaupun keburu digagalkan oleh Densus 88, mereka mengincar Pemerintahan atau Kepala Negara yaitu Presiden… Selama ini kita mengenal kelompok ini selalu mentargetkan Amerika Serikat dan Sekutunya negara barat lainnya berikut kepentingannya, namun sekarang mereka menargetkan juga Presiden, Istana Presiden dan Lambang negara lainnya, kenapa hal ini terjadi ? Menurut saya bisa banyak hal, terungkap dari media yang saya baca, mereka merasa dendam atas dieksekusinya ketiga rekan mereka Amrozi Cs,  ada hal lain yang bisa saya lihat … mungkin juga sebagai ungkapan frustasi kelompok ini karena ternyata sangat sulit mewujudkan cita cita mereka dan cara yang paling efektif menurut mereka adalah membunuh kepala negara, yang jelas mereka belajar dari Pembunuhan  Rajif Gandhi, Anwar Sadat  dan Hariri… Mereka ingin menimbulkan chaos dan kepanikan dari masyarakat dan memanfaatkan situasi kekosongan kekuasaan seandainya aksi pembunuhan ini berhasil dan yang lebih penting menyampaikan pesan bahwa mereka telah membunuh kepala negara “sekuler” yang tidak sesuai dengan tujuan dan cita cita mereka.

4. Pola Waktu Eksekusi: Terungkap dalam penjelasan Kapolri kepada pers bahwa kalau tidak tertangkap duluan mereka akan melaksanakan aksinya lagi 14 hari setelah peristiwa pertama, dan akan dilakukan aksi lain dengan waktu yang berdekatan. Kalau kita melihat peristiwa sebelumnya, peristiwa bom Bali 1 , 2 , Bom Kedutaan Australia dan Bom Kuningan jarak peristiwa satu dan lainnya bisa bulanan hingga tahunan, tapi dalam aksi yang terbaru mereka merencanakan aksi terus menerus dan tanpa henti dalam jarak waktu hanya dalam hitungan hari, hal ini terindikasi dengan besarnya persediaan bahan peledak dan terungkapnya banyak calon pelaku bom bunuh diri dikabarkan Saifudin Jailani telah merekrut 15 orang yang siap melaksanakan aksinya, kenapa hal ini terjadi ? Menurut pendapat saya hal ini merupakan trend baru aksi teror, seperti yang terjadi di serangan di kota Mumbai dan aksi teror masif di Pakistan, mereka ingin menjadikan Indonesia sebagai “area perang” yang nyata… pola perjuangan mereka menjadi “urban war” atau perang kota…. yang pastinya akan menimbulkan kepanikan masyarakat yang luar biasa…tentunya untuk percepatan pencapaian tujuan mereka…

Kesimpulan

Memang masih banyak lagi “perbedaan”  yang bisa saya lihat, tapi menurut saya sifatnya sangat teknis kepolisian …. Memang kelompok teroris adalah kelompok yang sangat cepat bertransformasi dan beradaptasi dengan cara dan metode baru, hal ini wajar karena kelompok ini selalu diburu dan hal ini adalah cara mereka untuk tetap survive dan eksis…. Mudah mudahan tulisan saya sedikit memberi pemikiran kepada kita semua, bagaimana cara yang paling efektif untuk melawan aksi teror dengan wajah baru mereka…. sudah dapat metodanya ? jangan khawatir mereka pasti menemukan cara yang lebih baru ….

Saya sih berharap keberuntungan tidak akan pernah berpihak kepada mereka … NO PLACE FOR TERRORISM  !

About these ads

53 Komentar

Filed under Blogger, hukum, Polisi, polri, Publik, teroris

53 responses to “WAJAH BARU TERORIS DI INDONESIA

  1. Destianto

    Mantap Bang ulasannya.. yg penting aparat jangan kalah cerdik dan kalah cepat…serta bertransformasi juga dalam mencari metoda2 baru utk mempersempit dan menumpas eksistensi mereka… Saya nantikan ulasan berikutnya Bang.. :)

    @ Destianto : itulah masalahnya … kita seolah olah hanya seperti “pemadam kebakaran” .. perangkat UU yang “prefentif aktif” belum ada lagi pasca UU Subversif dihapuskan dari Lembaran Negara….

  2. rianda

    sip bro ulasannya…
    memang harus ada agenda bersama terutama kaum agamawan untuk melawan aksi aksi “cara cepat masuk surga” itu….dan pemahaman ini bakal “laku” dijual bila dlm keadaan ekonomi jg tdk membaik….para hopeless akan berpikir singkat (padahal kalo otaknya jalan mumpung mau masuk sorga tanpa “itung itungan” ketauan “maksiat maksiat” aja dulu (lho?)….hehehehe)

    @rianda : yah itulah kemiskinan menjadikan “jualan” si SJ tambah laku … btw belum msu jd penganten kan da ? :)

  3. Wajah bisa dimanipulasi, tapi hati yang bersih tidak. Ulasan yang luar biasa Ndan. there are no hide to run…. saya yakin Ndan!

  4. There are no place to hide & run itu maksudnya…

  5. Seorang pakar berkata :
    Penanggulangan teroris itu jangan hanya ditangani pak Polisi saja, tapi harus total solution, seluruh kekuatan negara RI, termasuk rakyatnya, termasuk para ulama.

  6. perlu adanya rancangan undang undang semacam ISA (Internal Security Act) yang lebih komprehensif, namun tidak serta merta bisa dipelintirkan sebagai perangkat kekuasaan anti-demokrasi..

  7. Benar Komandan, memang betul-betul “conventional crime”. Banyak orang menaruh curiga, termasuk saya, ada dukungan intelijen asing; utk memecah-belah persatuan, mmbentuk opini negatif thdp kelompok agama ttt, kpentingan politik/pnyesatan/pengalihan perhatian, kpentingan bisnis tekhnologi/persenjataan, dst..
    Tapi ternyata, mimpi itu masih sulit krn Indonesia justru semakin erat persaudaraannya, persatuannya, kembali sadar Pancasila ideologi satu-satunya yg tdk bermasalah.
    Tapi biarlah kita maju terus, UU subversif biarlah juga berlalu..
    hehehe… ***maaf komandan, komentarnya terlalu panjang n rada sok tea..hehehehe..

  8. tona harahap

    Cukup menambah masukan bagi kita semua,masarakat dan aparat pemerintah unutk dapat memperhitungkan langkah-langkah para teroris selanjutnya.

    Aku sependapat dengan analisa ini,bravo!

  9. Waduh…terhenyak saya baca ulasannya bang. Seram sekali kalau sampai terjadi. Urban war! Kepala negara terbunuh! Bisa chaos negara ini.
    Saya sampai berpikir…wajar saja kepala negara buru2 sampai ingin melibatkan militer. Menangkal, menumpas…cuma efektifkah? Belum lagi soal ‘payung’ UU-nya. Jangan sampai peristiwa kelam masa lalu berulang lagi.

    Kalau mereka teroris bisa cepat beradaptasi masa sih ‘kita’ juga tak bisa bang?
    Kita dalam arti : Inteljen-Polisi-Pemerintah+Politisi-Rakyat+Ulama dan terakhir Militer.
    Sudahlah…tanggalkan semua perbedaan…

    Bergidik saya kalau ulasan di atas sampai terjadi….

  10. lebih baik kita cioba dengan cara { tanya mba niken aja } karna aku ga bisa bicara disini

  11. ini semua pasti permainan teroris..supaya agama islam jelek di mata dunia..memanfaatkan orang islam yang lemah sama uang..untuk jadi teroris dan islam mau di hancurkan dikit demi sedikit oleh kaum YAHUDI..sejak di jaman NABIpun kaum YAHUDI ingin membunuh habis islam dari dunia.

    • karena Islam Adalah Agama Yang Sebenarnya

    • Brow,Ternyata pemikiran lo masih pendek ya?
      Orang yg bom bunuh diri itu kan menyebut bahwa mereka berjihad mati syahid..itu sebutan dari siapa..Islam kan?
      gak mungkin orang itu mau bunuh diri kalo tidak mau masuk surga menurut kepercayaannya.dan saya sudah baja pemahaman para Jihad… itu tidak manusiawi,belas kasihan tidak ada..yg taunya balas dendam,yaitu nyawa bayar nyawa.kalo kami tidak pernah berfikir begitu,kl kamu dilempar batu balas dia dengan melempar pisang,dan bila kamu ditampar kiri kasih juga pipi kanan,dan bila kamu dimusuhi orang doakan supaya mereka mengerti kasih Tuhan itu. itu aja broee

      • yudi

        betul itu…jangan kita saling menyalahkan..smua agama baik tidak ada yng mengajarkan yang tidak baik…kita semua berpatokan pada kitab suci kita…kitab suci kita dibuat dirumuskan terdahulu oleh leluhur kita yg punya kepercayaan jadi kita gunakan kitab suci kita sebagai patokan dan tolak ukur serta sesuaikan dengan kondisi masa sekarang…jangan disamakankan dengan masa lalu…itu kita gunakan sebagai dasar bahwa kita memeluk suatu kepercayaan…tuhan itu satu tapi kita semua menyebutkan dengan banyak nama….mari kita bersatu dengan cara menterjemahkan isi kitab kita dengan bijak…

    • Jangan selalu melempar kesalahan kepada kelompok atau suku lain Broo.. kita tidak akan penah dewasa, dan tidak akan pernah mampu melihat kebenaran. Bangsa Jahudi itu , adalah bangsa pilihan Allah, Allah tidak akan plinplan dalam bersabda, Walaupun dalam catatan kaki kitab suci agama kita, Kaum Jahudi menjadi Bangsa pilihan hanya sampai jaman nabi Musa. Buktinya sampai sekarang Populasi yang tidak lebih dari 25 juta itu, sangat berpengaruh di dunia, yaitu bangsa Jahudi. Kutukan kutukan di dalam kitab suci kita itu hanyalah keirian saudaranya bangsa arab turunan ismail. ALLAH TIDAK AKAN MERUBAH SABDANYA.

  12. Alangkah baiknya pemerintah peka terhadap situasi yang membuat peduli terhadap sesamanya yang ter’aniaya/dizholimi oleh negara2 super power lainnya.

    “Mati Satu Tumbuh Seribu”

    Jika tidak pedulikan kemungkinan berikutnya akan muncul lagi puluhan kali lebih dasyat dari sebelumnya, diakibatkan oleh “ULAH” negara yang semena-mena dan akhirnya berdampak kerugian di negara kita sendiri disamping untuk mencegah juga untuk memerangi. (biaya besar)

    Negara super power takut sama teroris tidak takut sama negara2 lainnya, ada teroris -> dunia nampaknya tidak bergejolak dan aman2 saja.

    Densus 88 selamat atas keberhasilannya, dan untuk Densus2 lainnya masih banyak tugas di muka/depan, negara2 tetangga yang akan mengacaukan NKRI, tanggapi dengan profosional.

    “Minal Aidzin Wal Faidzin” mohon maaf lahir dan batin

  13. jangan selalu kau bunuh mahluk ciptaan allah wahai teroris ,agama manapun tidak memperkenankan,bunuh lah hawa nafsu mu yang seperti setan biadab.ingatlah ajaran tentang hablu min nan naas.

  14. lintang

    Ulasan yang hebat. sudut pandang yang luas dari satu sisi terorisme. hanya kiranya masih perlu ulasan dari sudut lain semisal adakah konspirasi dengan pihak lain yang hanya akan mengikis kedaulatan RI, atau upaya suatu kelompok dengan menyusup dalam sistem keragaman yang penuh persaudaraan untuk memecah persatuan bangsa ini. adalah tugas berat aparat keamanan dan pertahanan untuk tetap dapat mewujudkan ketentraman dan kedaulatan bangsa kita tercinta ini.

    • diki

      mmmh.. tugas berat polisi…?
      kalo melawan teroris itu gampang karena hitam-putih – “polisi melawan manusia”. Coba tuh melawan yang namanya koruptor, kayaknya susah banget karena “Polisi Melawan Duit”. Saya juga nggak bakalan tahan kalo didepan mata disodori milyaran rupiah…he..he..
      Makanya kasus teroris gampang selesainya..dor..mati deh teroris. Kalo kasus korupsi mengambang terussssssss

  15. Akhmad

    Analisisnya bagus. Yang menurut saya tidak kalah penting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang makna jihad yang sebenarnya dan agar bisa kompak memberantas terorisme. Kalau semua masyarakat kita kompak semua, RT, RW, & tokoh-tokoh masyarakat sadar akan pentingnya kewaspadaan terhadap orang-orang baru “aneh” di lingkungan masing-masing, saya kira ruang gerak mereka tidak akan ada lagi. Orang-orang yang berperilaku aneh ini antara lain :
    1. Menutup diri atau tidak bersosialisasi dengan lingkungan. Pak RT harus aktif membuat kegiatan bersama seperti kerja bakti dll, apabila ada anggota masyarakat yang tidak pernah hadir, wajib diselidiki mengapa tidak hadir.
    2. Mengadakan kegiatan secara tertutup. Biasanya para teroris itu membuat kegiatan pengajian yang hanya diikuti oleh komunitas mereka sendiri, tidak melibatkan masyarakat sekitar. Jika ada kegiatan yang demikian sebaiknya dilaporkan saja ke Polsek. Pengajian itu kan kegiatan yang bernilai ibadah, jadi buat apa sih ditutup-tutupi. Seharusnya yang namanya pengajian itu diumumkan secara terbuka agar bisa diikuti setiap orang.
    3. Apabila ada ustadz yang memberikan ceramah yang cenderung memberikan dukungan kepada Noordin dkk, sebaiknya direkam saja dan laporkan ke polsek setempat.
    4. Pak RT harus pro aktif memantau wilayahnya apakah ada pendatang baru atau tidak, baik itu ngontrak, kost, sekedar singgah dll. Dalam hal ini saya salut kepada Pak RT di kampung saya, ketika saya datang sebagai pendatang, saya tidak segera lapor dalam 24 jam. Pak RT-nya sigap datang ke rumah saya, tanya identitas dll.
    Agar Pak RT dan RW ini aktif bekerja, sebaiknya beliau-beliau itu diberi honor bulanan agar memiliki rasa tanggung jawab menjalankan tugasnya.
    5. Anak-anak kita harus dibekali ilmu agama sejak TK/SD. Jadi ketika dia selepas SMA kuliah di Jakarta, Bogor, dll tidak akan dengan mudah dipengaruhi ajaran-ajaran baru yang sesat karena sudah memahami Islam sejak kecil. Coba seandainya ada anak tidak pernah ngaji kemudian kuliah di kota besar dalam kondisi pengetahuan agama nol besar, kemudian datanglah anak buahnya noordin yang mempengaruhi bahwa menjadi “pengantin” pelaku bom bunih diri itu masuk surga, besar kemungkinan dia akan ikut.

    Demikian pendapat saya, bagi yang tidak setuju ya silakan. Ini kan negara demokrasi.

  16. annisa

    wah yang saya tau “katanya “pelakunya orang islam yaaa?’hebat dunk ternyata orang islam yang elalu diremehkan menunjukkan kekesalannya karena selalu “diinjak” mereka jadi marah yaaa….semut juga law terus disakiti akan menggigit apalagi buaya…. he5x

    • budy susanto

      mbak annisa yg baik ,sebenarnya tdk ada yg meremehkan dan merendahkan islam sebagai agama ,apalagi di indonesia..mengapa begitu? karena para presiden kita semua muslim bukan ?dan tentu saja islam mempengaruhi pikiran mereka bukan.jadi tdk benar hal hal seperti itu mbak.seharusnya juga kita org beragama harus hidup lebih dari orang yg tidak beragama seprti halnya :kalo org tdk beragama membalas jahat dengan jahat itu bisa di pahami karena sekali lagi “tdk beragama”..lalu apa bedanya dengan kita orang yg beragama kalo berlaku yg sama dgn membalas jahat dgn jahat . mari kita memiliki harkat dan nurani yg lebih tinggi,terima kasih mbak

  17. saya mau menayakan yg pertama2 meneriakan teroris itu siapa? perlu dicermati wahai kaum nas !!!!!!!!!!

  18. NoordinMaTinAzhariSamudera

    ada yang kurang ulasannya….

    5. pemahaman tentang agama yang masih kurang….sehingga menimbulkan sikap radikal….

  19. abu_laits

    kembalikan kepada al-qur’an dan assunnah dengan pemahaman salafussaleh rujuklah kepada ulama’2 yang masih hidup yang istiqomah di atas sunnah

  20. awing

    teroris harus di hukum mati dan bila perlu di kulitin dulu baru dai seret di sepanjang jala
    jangan ada lagi tim pembela islam yang selalu memberikan pembelaan kepada para terorisyang tertangkap.
    coba aja salah satu keluarga para pembela islam itu yang mati terbunuh akibat ulah teroris itu,, apa dia masih mau membela apa masih mau dia membela teroris itu
    coba deh di klirkan arti jihad itu di masjid-masjid.

  21. Ping-balik: Metoda Serangan Teroris Terbaru, “Urban War But Still Suicide Mission” « Polisi oh Polisi

  22. tumpas habis teroris pak polisi dan mari kita rapatkan barisan bersatu tumpas habis teroris di Indonesia

  23. Simbah

    buat saya apapun alasannya apabila melakukan tindak pidana yang menimbulkan keresahan di tanah air sudah termasuk terorism, jadi dengan dalih apapun dengan melukai tanah air saya berarti memang tidak pantas untuk hidup di tanah air ini.
    kalau memang ingin jihad dan melawan pemerintahan barat ya…. silahkan melakukan kegiatan2, rencana2 nya di barat atau manapun… SILAHKAN !!!!
    saya lebih menghargai itu…..

    saya kok malah curiga tindakan2 itu di tunggangi oleh negara2 tetangga yang ingin memecah belah dan mendiskriditkan bangsa INDONESIA…..
    jika memang itu benar berarti memang pelaku2 itu benar2 GOBLOKKKK….

    cuma diiming-imingi (maaf) beberapa ayat yang diplintir sedemikian rupa sehingga rela mengorbankan tanah airnya untuk kepentingan MEREKA…

    jadi intinya bagi teman2 yang beriman dan bisa lebih memakai akal sehat semoga jangan mudah tergiur akan hasutan2 orang yang belum benar2 kalian kenal….
    wassalam….

  24. Jadi cara cara mereka terus berkembang yah khusus untuk terorisme di indonesia
    kenapa selalu dikaitkan agama? kan sungguh ironis

  25. ucu lahamudin

    Wah ulasannya luar biasa,,,menurut saya mereka itu bukan orang muslim..karena udah jelas islam itu selalu mengajarkan kasih sayang tidak ada kekerasan..mereka yg mengatakan jihad dg cara melakukan bom bunuh diri adalah orang yg tidak beragama karena setiap agama selalu mengajarkan selalu berbuat baik…

    • budy susanto

      saya memberikan apresiasi buat mas,islam yang sya kenal dulu bukanlah seperti yg dilakukan para tersangka teroris,saya seorang kristen yang menhargai setiap perbedaan apapun namanya ,hanya saja setiap kita harus sadar betul bahwa negara kita adalah heterogen ya mas dan jangan sampai kita dipecah belah ,ini adalah tanah air kita dan bukan tanah negara lain yg harus kita angkat harkat dan martabatnya.saya hanya pernah berfikir kira kira begini mas ; ‘mengapa para pucuk pimpinan dan para deklarator jihad semuanya peranakan atau dari etnis arab ?orang kita sepertinya hanya di peralat dgn ideolloginya saja….semoga perenungan ini menjadi bahan pemikiran ya mas ,tanpa ada nuansa berbau sara .terima kasih ya mas yg baik ,wasallam.Tuhan Yang maha Baik memberikan hikmatnya pada kita

  26. ABDUL RASYID

    Sy bangga dengan keberhasilan Densus 88 memburu sebagian kelompok teroris. alangkah sy bangga dan salut lg andaikata ada yg namax DENSUS 88 pemburu/pemberantas para KORUPTOR. Krn mnurut sy pr koruptor itu tdk beda dg teroris, yg kerjax membunuh rakyat scr perlahan, menyengsarakan rakyat, penghancur kemajuan pembangunan bangsa. jd sy amat bangga dan salut lg dg DENSUS 88 kalau ada yg namax DENSUS 88 PEMBURU/PEMBERANTAS PARA KUROPTOR

  27. Idam

    Saya setuju dengan tanggapan Mas Akhmad, terutama poin ke 2-4. Saya sendiri hidup di perumahan kecil yang “netral” di selatan Jakarta, dalam arti tidak ada tetangga kiri kanan atau uztad masjid kami yang ekstrim. Tapi, di luar kompleks kami, setiap subuh hingga sekitar jam 6 pagi, ada ceramah yang sangat membahana hingga terdengar di seluruh kompleks. Ceramah mereka membuat telinga saya memerah karena jelas sekali mereka meracuni pemikiran penduduk daerah kami yang sebenarnya baik. Isi ceramah mereka sebagian besar diulang-ulang, sbb:
    1. sangat tidak menghargai NKRI
    2. menganggap sila pertama Pancasila adalah kesalahan besar
    3. demokrasi adalah paham yang salah besar, karena dalam demokrasi orang bisa korupsi
    4. orang Islam di Indonesia bukan orang Islam yang benar, karena mau mengganti Allah mereka dengan kata TUHAN, maka harus dikembalikan ke jalan yang benar.
    5. menjelekkan agama lain terutama nasrani
    6. membenarkan peristiwa berbau SARA seperti penusukan jemaat HKBP di Bekasi.

    Saya ragu jika ada yang berani melaporkan mereka ke polsek. Daerah di luar perumahan kami sudah sangat fanatik orang-orangnya, lagipula yang berkuasa di daerah kami adalah FPI, FBR, dan kawan-kawannya.
    Jadi bagaimana ini Pak Komandan?

    @Idam: Biarkan saja, yang penting tidak usah terpengaruh, tetap baik terhadap mereka… salam damai pak :)

  28. mardiaz

    Dear Bg Rere,gimana kabarnya Bg? Katanya mau mutasi ke HQ,gak jadi bg? Kayaknya abg masih betah neh di Jambi, kalo mau diliput bagus juga tuh bg kasus hamparan perak dimana Polsek yg notabenenya masih di wilayah kota diserang oleh OTK tanpa ada perlawanan sedikitpun, paling tidak untuk mengingatkan kita semua bahwa sekarang teroris sdh menjalar ke setiap tempat bukan hanya di daerah konflik aja dan modus terbaru para teroris ini jg melakukan perampokan bank dalam mencari dana untuk melakukan perjuangannya. Salam hormat dr Quantico Virginia

    @Mardiaz: Hallo bro, congratulation sudah berada di quantico, salute up !! sukses selalu yaa bro… gw sendiri sedang berupaya balik aja ke HQ sudah tidak ada yang dicari lagi hehe…. jadi lebih baik kita balik kampung saja …. tular tularkan ilmunya ya bro …

  29. Bicara Teroris Indonesia kok saya sendiri jadi ingat yah dengan pengalihan isu negara ini.

    Mau tanya nih om, apa ia berita seputar teroris sengaja dibahas jika memang ada kondisi politik istana

    • Pemerintah pembohong

      memang bener ……….. setiap ada kasus korupsi atau apa aja yang melibatkan pemerintah ………… pasti ada bom meledak…………..

  30. rajaku..........

    Yang pasti kalo rakyat makmur tidak akan ada teroris dimuka bumi ini………..

  31. memang rapi cara kerja teroris tp mereka jg ceroboh karena tidak melihat keamanan sekarang yg sudah semakin canggih

  32. Saya pikir teroris itu,tumbuh dari pemahaman ayat ayat yang sempit yang tertulis dalam Alquran, Dan mereka inginan mengembalikan peradapan umat manusia ke peradaban jaman ke jayaan Islam. Mereka lupa, peradaban saat ini sudah jauh berbeda, Manusia tidak dapat lagi di ajak Berperang seperti jaman dulu, “kalau Mati masuk sorga, kalau menang perang dapat harta dan wanita”.Sekarang sudah ada perangkat hukum yang mengatur peradapan dan pergaulan manusia, tidak berdasar kepada kekuatan persenjataan semata.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s