« Tentara Anak (Children Soldier) Selamat datang UNAMID »
| ventho di PETRUS | |
| wike widiastuti di SEKOLAH POLISI INTERNASIONAL D… | |
| roma di PENJAHAT LEGENDARIS INDONESIA … | |
| drajad hari suseno di PENJAHAT LEGENDARIS INDONESIA … | |
| Aji di Luna, Twitter dan UU ITE (Jang… |




mw tanya nih..knp sih..polisi pernah ngegagalin sbuah acara musik yg sepuluh persen penjualan tiketnya akan disumbangkan bwd anak jalanan?saia jd heran sendiri,,apa polisi gg peduli sma mereka?pihak2 ni tidak mnyetujui terselenggaranya acara,padahal,perijinan udah dilakukan sbulan sbelum acara..krn optimis,panitia ttp mnjalankan acara,,tp nyatany acra dihentikan oleh polisi,pdhl bru 2 jam acra dimulai..ventilasi yg kurang di gedung tmpat terselenggarany acara dijadikan alasan knp polisi g ngash perijinan,,padahal gedung ini sudah beratus kali dipakai untuk acra musik…apa slh stu panitia hrus ad anak jendral bru gampang dpt perijinan??stelah acra dihentikan,panitia menanggung kerugian besar,dan apakh polisi peduli??tidak sma sekali.
@nenx : Polisi mempunyai kewenangan untuk menghentikan seseorang atau sebuah acara kalau dinilai dapat membahayakan khalayak ramai… jangan kan di dalam gedung seperti nenx ceritakan, di tempat saya konser di lapangan terbuka dan dengan group nasional UNGU pernah dibatalkan hanya 1 jam dari acara nya … karena dinilai polisi faktor safety kurang diperhatikan….. dari pada membahayakan dan mengakibatkan kematian penonton seperti konser UNGU terdahulu…. ok memang keputusan itu menyakitkan … namun ada hal lain yang lebih dipentingkan yaitu kepentingan umum…..
Boss,
Thanks for being in active support on us, the Indonesian Peacekeepers. Wishing you a joyous holiday and looking forward to meeting you on the ground in Darfur. Be safe!
PS: I’d be on home-leave by late Jan 2008, care to meet and greet? Hugs and kind regards from West Africa.